Cahyo Serap Aspirasi Masyarakat di Wonokromo, Warga Soroti Bantuan Kuliah dan Mutasi Camat

avatar Ibrahim
  • URL berhasil dicopy
Cahyo saat reses di Wisma Guru, dok Jatimupdate.id
Cahyo saat reses di Wisma Guru, dok Jatimupdate.id

Surabaya,JatimUPdate.id - Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo menggelar serap aspirasi masyarakat atau reses di Wisma Guru Wonokromo, Kamis (21/5).

Dalam reses tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan, mulai bantuan pendidikan hingga pergantian Camat Wonokromo yang dinilai mendadak.

Margareta, warga RW 10 Kelurahan Ngagelrejo menyampaikan pertanyaan terkait bantuan pendidikan bagi mahasiswa jalur mandiri.

Ia menanyakan apakah mahasiswa jalur mandiri juga mendapatkan bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah maupun beasiswa Pemuda Tangguh.

Menanggapi hal itu, Cahyo menjelaskan secara aturan tidak ada larangan bagi mahasiswa jalur mandiri menerima bantuan pendidikan. 

Kendati begitu, tutur Cahyo pemerintah tetap memprioritaskan mahasiswa non-mandiri.

“Kalau untuk mahasiswa itu KIP secara aturan tidak ada larangan. Cuma dari sisi prioritas akan mengutamakan yang non-mandiri, karena mandiri dianggap mampu,” kata Cahyo.

Ia juga menyebut, saat ini bantuan pendidikan dari Pemkot tidak hanya menyasar mahasiswa perguruan tinggi negeri, tetapi juga swasta.

“Kalau yang terbaru dari Pemkot Surabaya, bantuan pendidikan kuliah itu tidak hanya di negeri, banyak juga di swasta,” ujarnya.

Selain persoalan pendidikan, warga bernama Evi turut menyoroti pergantian Camat Wonokromo.

Ia menganggap Camat Wonokromo sebelumnya memiliki banyak program positif bagi masyarakat.

Menurutnya, kepemimpinannya dinilai dekat dengan warga dan memiliki program kreatif yang berdampak bagi wilayah Wonokromo.

“Ketika pimpinan itu care dengan masyarakat, pasti ada simpati dari warga. Tahu-tahu dipindah,” keluhnya.

Menanggapi hal itu, Cahyo menyebut rotasi jabatan merupakan kewenangan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Cahyo menyebut rotasi merupakan bagian dari proses birokrasi dan pengembangan karier ASN.

Ia menilai Camat Wonokromo yang dipindahkan karena memiliki kinerja baik, sehingga dipercaya mengemban tugas baru di Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Kalau pejabat itu baik, berprestasi dan zero komplain, pasti akan dinaikkan. Camat Wonokromo kemarin saya lihat baik, hampir bisa dibilang sempurna,” ujar Cahyo.

Ia berharap warga tetap aktif mengusulkan program agar pembangunan tetap berjalan kendati terjadi pergantian pimpinan.

“Kalau program itu sudah di-ACC dan diterima institusi kecamatan, maka ketika camatnya baru pun tidak ada masalah,” beber Cahyo Siswo Utomo. (Roy)