Dengarkan Keluhan Tragedi Penggerudukan di Sekolah Pamulang

Wahidin Halim: "Saya Ikut Kawal. Pendidikan Tidak Boleh Diganggu"

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Yayasan Syarif Hidayatullah sebagai pengelola satuan pendidikan TK dan SD Sekolah Islam Pembangunan (SIP) menggelar acara Dialog dan Dengar Aspirasi bersama H. Wahidin Halim, anggota DPR RI, Komisi 8.
Yayasan Syarif Hidayatullah sebagai pengelola satuan pendidikan TK dan SD Sekolah Islam Pembangunan (SIP) menggelar acara Dialog dan Dengar Aspirasi bersama H. Wahidin Halim, anggota DPR RI, Komisi 8.

 

Pamulang, Banten, JatimUPdate.id -Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai pengelola satuan pendidikan TK dan SD Sekolah Islam Pembangunan (SIP) menggelar acara Dialog dan Dengar Aspirasi bersama H. Wahidin Halim, anggota DPR RI, Komisi 8.

Acara ini dihadiri oleh para guru dan orang tua siswa SIP juga para guru TK Ketilang, Ciputat Timur.  

Acara ini bertepatan dengan peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah dan dihadiri sekitar 250 orang. 

Ilham Aufa, Ketua Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta menekankan bahwa acara terselenggara dalam rangka rasa syukur dan doa bersama memasuki tahun baru Hijriah. 

"Acara ini digelar dengan menghadirkan Bapak Wahidin Halim sebagai anggota DPR RI, Komisi 8, untuk mendengarkan aspirasi terkait peristiwa penggerudukan pihak UIN Jakarta ke SIP Pamulang tanggal 4 Juni lalu," terangnya.

Dalam dialog tersebut, Johan Aristya Lesmana, salah seorang wali murid SDIP menyampaikan dan meminta atensi Pak Weha, panggilan akrab Wahidin Halim, untuk memastikan peristiwa penggerudukan pekan kemarin di Pamulang tidak terulang.
"Anak-anak kami trauma, bahkan esok harinya meminta untuk tidak masuk sekolah sebab ketakutan," tuturnya.

Johan meminta Pak Weha selaku wakil rakyat untuk menegur langsung pihak-pihak terkait yang masuk di wilayah mitra kerja Komisi 8 agar menghormati proses hukum. 

Selain orang tua siswa, salah seorang guru SDIP juga menyampaikan aspirasi yang serupa. 

Merespon masukan dan aspirasi guru dan orang tua siswa tersebut, Weha menyatakan pendidikan tidak boleh diganggu apalagi negara sangat tertolong dengan adanya pihak masyarakat yang menyelenggarakan pendidikan seperti SIP ini.  "Saya akan bersama-sama pihak sekolah dan orang tua untuk mengawal persoalan ini. Mari kita berjuang bersama. Saya akan menyampaikan ini ke Kementerian Agama dalam rapat di DPR besok saat ada rapat kordinasi", tegas Wahidin Halim. 

Weha juga mengajak semua yang hadir berdoa bersama karena pas momentummya di awal tahun Hijriah dengan memimpin pembacaan "hasbunallah wa ni'mal wakil, ni'mal maula wa ni'man nashir" sebanyak tiga kali agar perjuangan bersama ini mendapat kekuatan dan keberhasilan. 

Para orang tua siswa dan guru sangat berterima kasih atas kehadiran Pak Weha selalu wakil rakyat yang mau langsung mendengarkan aspirasi mereka. Harapannya pendidikan dapat berjalan dengan baik dan tidak terganggu dengan urusan lainnya. (red)