Pawai Lampion Bondowoso

Kreativitas Berbuah Juara, SMAN 1 Tenggarang Raih Juara I Pawai Lampion Muharram Bondowoso

avatar M Aris Effendi
  • URL berhasil dicopy
Tim SMAN 1 Tenggarang berfoto bersama karya lampion yang mengantarkan sekolah tersebut meraih Juara I Lomba Pawai Lampion Muharram 1448 Hijriah dalam rangkaian Festival Muharram 2026 Kabupaten Bondowoso.
Tim SMAN 1 Tenggarang berfoto bersama karya lampion yang mengantarkan sekolah tersebut meraih Juara I Lomba Pawai Lampion Muharram 1448 Hijriah dalam rangkaian Festival Muharram 2026 Kabupaten Bondowoso.

 

Bondowoso, JatimUPdate.id, – Kreativitas, kerja sama, dan semangat berkarya mengantarkan SMAN 1 Tenggarang meraih Juara I kategori SMA/MA/SMK dalam Lomba Pawai Lampion Muharram 1448 Hijriah yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Muharram 2026 Kabupaten Bondowoso.

Prestasi tersebut diraih setelah karya lampion yang ditampilkan para siswa dinilai unggul berkat konsep yang inovatif, edukatif, serta sarat nilai-nilai keislaman.

Penampilan SMAN 1 Tenggarang berhasil memikat perhatian dewan juri di tengah persaingan antarsekolah jenjang SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Bondowoso.

Lomba Pawai Lampion menjadi salah satu agenda yang paling menyedot perhatian masyarakat selama Festival Muharram 2026.

Sebanyak 37 lembaga pendidikan dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA sederajat ikut ambil bagian dengan menampilkan berbagai kreasi lampion bernuansa Islami yang memadukan seni, kreativitas, dan pesan-pesan keagamaan.

Kepala SMAN 1 Tenggarang, Ahmad Junaidi, mengaku bersyukur atas prestasi yang diraih sekolahnya.

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras, kreativitas, dan kekompakan seluruh tim, mulai dari siswa, guru pembina, hingga dukungan berbagai pihak.

"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas raihan Juara I ini. Prestasi ini adalah hasil kerja keras, kreativitas, dan kekompakan seluruh siswa serta bimbingan para guru yang dengan penuh semangat mendampingi proses persiapan hingga pelaksanaan lomba," ujarnya.

Menurut Junaidi, keberhasilan tersebut bukan sekadar kemenangan dalam sebuah perlombaan, tetapi menjadi bukti bahwa pelajar mampu menghadirkan karya yang bernilai edukatif sekaligus menjadi media syiar Islam.

Lebih dari itu, proses pembuatan lampion memberikan pengalaman berharga bagi para siswa.

Mereka belajar menyusun konsep, bekerja dalam tim, menyelesaikan persoalan bersama, hingga menuangkan ide kreatif menjadi sebuah karya yang memiliki makna.

"Lebih dari sekadar prestasi, kegiatan ini menjadi sarana bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, belajar berkolaborasi, serta menanamkan nilai-nilai keagamaan dan budaya. Kami ingin anak-anak memahami bahwa syiar Islam juga dapat diwujudkan melalui karya yang kreatif dan bermanfaat," katanya.

Ia menambahkan, salah satu hal yang menarik dalam penyelenggaraan Pawai Lampion Muharram tahun ini adalah munculnya berbagai karya kreatif berbahan daur ulang.

Botol plastik, kardus, dan barang bekas lainnya disulap menjadi lampion bernilai seni tinggi sekaligus menyampaikan pesan kepedulian terhadap lingkungan.

"Sangat menarik melihat para peserta menampilkan lampion-lampion kreatif yang dibuat dari bahan daur ulang seperti botol plastik dan barang bekas lainnya. Ini membuktikan bahwa perayaan Tahun Baru Islam bisa dikemas secara meriah, edukatif, dan tetap religius," ungkapnya.

Junaidi berharap prestasi tersebut menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus mengembangkan potensi diri, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam berbagai kegiatan yang membangun karakter.

"Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus berkarya dan berprestasi. Yang paling penting, melalui momentum Muharram ini anak-anak dapat mengambil nilai-nilai hijrah, meningkatkan keimanan, serta menumbuhkan karakter yang lebih baik," tuturnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan seluruh panitia Festival Muharram yang telah memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas dan potensi terbaiknya.

"Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan seluruh panitia Festival Muharram. Kegiatan seperti ini sangat penting karena tidak hanya memperkuat syiar Islam, tetapi juga menjadi wadah bagi pelajar untuk berkarya, berkolaborasi, dan mengembangkan potensi yang dimiliki," katanya.

Festival Muharram 2026 berlangsung sejak 8 hingga 25 Juni dengan melibatkan pemerintah daerah, pondok pesantren, dunia pendidikan, pelaku UMKM, komunitas, dan masyarakat.

Berbagai kegiatan digelar, mulai dari pameran produk unggulan dan bazar UMKM, Festival Jejak Purba Bondowoso, pemeriksaan mata dan operasi katarak gratis, sosialisasi sertifikasi halal, fashion show busana muslim, pagelaran seni budaya, hingga Pawai Lampion yang menjadi salah satu agenda favorit masyarakat.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Bondowoso, Hergiar, mengatakan Festival Muharram bukan sekadar agenda tahunan, melainkan wadah kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, dunia pendidikan, pelaku usaha, komunitas kreatif, dan masyarakat dalam memperkuat syiar Islam sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.

"Festival Muharram tahun ini menjadi momentum kebersamaan seluruh elemen masyarakat Bondowoso. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan hiburan dan syiar keagamaan, tetapi juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM, komunitas kreatif, lembaga pendidikan, serta masyarakat untuk berpartisipasi dan menunjukkan potensinya," ujar Hergiar.

Keberhasilan SMAN 1 Tenggarang meraih Juara I kategori SMA/MA/SMK menjadi salah satu catatan prestasi dalam Festival Muharram 2026.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa kreativitas, kolaborasi, dan penguatan nilai-nilai keislaman dapat berjalan beriringan, sekaligus menjadi bukti bahwa pelajar Bondowoso mampu menghadirkan karya yang inspiratif dan membanggakan. (ries/mmt)