Rencana Buku "Bung Karno" Jadi Materi Ajar, DPRD Surabaya Ingatkan Keseimbangan Tokoh Bangsa
Surabaya,JatimUPdate.id - Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Johari Mustawan buka suara terkait rencana Pemkot menjadikan buku "Bung Karno: Aku Arek Suroboyo" sebagai materi ajar siswa SD dan SMP di Kota Pahlawan.
Johari menganggap ide tersebut cukup bagus. Namun ia mengingatkan harus terdapat keseimbangan karena bangsa ini tidak didirikan satu orang.
"Tapi oleh sekelompok anak bangsa yang punya cita-cita yang sama," tutur Johari, Rabu (1/7).
Johari menegaskan wawasan kebangsaan harus ditransformasikan kepada generasi bangsa.
Menurutnya wawasan itu dapat digali dari data primer pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Maka dari itu, Johari menekankan dalam materi itu harus ada keseimbangan pemikiran para tokoh bangsa, seperti Ki Hajar Dewantara, Muhammad Yamin, dan HOS Tjokroaminoto.
"Saya berpandangan ide ini cukup bagus tapi perlu dikolaborasikan dengan khazanah kekayaan bangsa secara majemuk," sergahnya.
Johari mengakui pemikiran Bung Karno sebagai tokoh bangsa cukup penting digali menanamkan nasionalisme, gotong royong juga tentang Pancasila.
Kendati begitu, Johari mengingatkan hal itu tidak bisa dilihat dari satu sisi aspek saja. Sebab lahirnya bangsa ini juga terdapat pemikiran tokoh-tokoh bangsa.
Selain itu, ia juga meminta Pemkot mempublikasikan ketokohan dan nilai-nilai keteladanan KH Hasyim As'ari dan KH Ahmad Dahlan.
"Jadi semuanya terfasilitasi, tidak terfokus pada satu orang, tetapi juga banyak tokoh-tokoh nasional, bangsa sebagai founding father, kita bisa dimunculkan secara seimbang," beber Johari Mustawan.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan buku tersebut diharapkan menjadi sarana bagi pelajar memahami sejarah perjuangan Bung Karno sekaligus mewarisi semangat perjuangannya.
"Dari buku ini yang saya harapkan adalah seluruh arek Suroboyo mewarisi api perjuangan beliau," ujarnya.
Eri mengatakan, Pemkot Surabaya akan melakukan penyebaran buku tersebut secara masif yang diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran sekolah di bawah kewenangan pemerintah kota.
"Dengan segala kerendahan hati saya, kita akan masifkan penyebaran buku ini di Kota Surabaya. Dan saya juga meminta menugaskan kepada Sekda dan Kepala Dinas Pendidikan, ada 1 sampai 2 jam mata pelajaran yang wajib dilakukan di setiap sekolah SD dan SMP yang menceritakan tentang buku itu," kata Eri. (Roy/mmt)
Editor : Miftahul Rachman