Beniyanto Tamoreka Dukung Bahlil Bangun Ekosistem Bioetanol Nasional Berbasis Kemitraan Petani

avatar Shofa
  • URL berhasil dicopy
Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Partai Golkar, Beniyanto Tamoreka,
Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Partai Golkar, Beniyanto Tamoreka,

Jakarta, JatimUPdate.id - Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Partai Golkar, Beniyanto Tamoreka, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam membangun ekosistem bioetanol nasional melalui pengembangan Program E20. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat merupakan fondasi penting untuk mempercepat terwujudnya kemandirian energi nasional.

Beniyanto menilai, konsep pengembangan bioetanol yang disiapkan pemerintah tidak hanya memperkuat sektor energi, tetapi juga membuka peluang besar bagi sektor pertanian melalui pola kemitraan yang melibatkan petani sebagai bagian utama dalam rantai pasok bahan baku.

"Kami mendukung penuh langkah Menteri ESDM dalam mempersiapkan Program E20. Kebijakan ini bukan hanya tentang penyediaan energi yang lebih bersih, tetapi juga merupakan strategi memperkuat ketahanan energi nasional, mengurangi impor bensin, serta mendorong tumbuhnya industri bioetanol berbasis potensi sumber daya dalam negeri," ujar Beniyanto, melalui keterangan tertulis yang diterima Jatim Update pada Selasa (30/6/2026).

Legislator asal Sulawesi Tengah itu menilai pola kemitraan inti-plasma yang disiapkan pemerintah akan memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus memperkuat industri pengolahan di berbagai daerah.

Menurutnya, meningkatnya kebutuhan bioetanol akan mendorong permintaan terhadap berbagai komoditas pertanian seperti singkong, tebu, jagung, dan sorgum sehingga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.

"Kami melihat program ini akan memberikan multiplier effect yang sangat besar. Permintaan terhadap singkong, tebu, jagung, sorgum, dan komoditas lainnya tentu akan meningkat. Apalagi pemerintah mendorong pengembangannya melalui pola kemitraan inti-plasma. Model seperti ini akan memberikan kepastian pasar bagi petani, memperkuat industri pengolahan di daerah, sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi yang lebih besar," jelasnya.

Beniyanto juga mengapresiasi komitmen pemerintah yang akan bertindak sebagai off-taker atau penjamin pasar bagi produksi bioetanol nasional. Menurutnya, kepastian pasar merupakan faktor penting untuk menarik investasi sekaligus memberikan keyakinan kepada petani dan pelaku usaha agar terlibat dalam pengembangan industri bioenergi nasional.

Sebagai mitra kerja Kementerian ESDM, Beniyanto memastikan Komisi XII DPR RI akan terus mendukung berbagai kebijakan yang memperkuat ketahanan energi sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat. Ia berharap Program E20 dapat dipersiapkan secara matang sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani, menciptakan lapangan kerja baru, serta mempercepat terbentuknya ekosistem bioetanol nasional yang berkelanjutan (*)