KAUJE Fest 2026
Pulang ke Tegalboto: Saat 7.000 Alumni Menemukan Kembali Rumah Bernama Universitas Jember
Tegalboto, Jember, JatimUPdate.id,– Pagi itu, Sabtu, (4/07/2026), Kampus Tegalboto seolah berhenti menjadi sekadar tempat belajar. Gerbang utama hingga kawasan double way Universitas Jember (Unej) berubah menjadi ruang temu lintas generasi.
Ribuan orang berjalan berdampingan, saling menyapa dengan nama-nama lama yang mungkin telah puluhan tahun tak lagi terdengar. Tawa, pelukan, dan jabat tangan menjadi pemandangan yang nyaris tak putus di sepanjang jalan kampus.
Sekitar 7.000 alumni dari berbagai penjuru Indonesia kembali menapakkan kaki di almamater mereka untuk mengikuti Jalan Gembira Nasional (JGN) III, rangkaian puncak KAUJE Fest 2026 yang diselenggarakan Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE).
Bagi sebagian orang, perjalanan menuju Jember mungkin memakan waktu berjam-jam, bahkan berhari-hari.
Namun, semua lelah seakan terbayar ketika kembali melihat kampus yang pernah menjadi saksi lahirnya mimpi, persahabatan, dan perjalanan hidup mereka.
Di tengah keramaian, banyak alumni datang tidak sendirian. Mereka menggandeng pasangan, mengajak anak-anak, bahkan membawa cucu untuk mengenalkan tempat yang pernah menjadi bagian penting dalam hidup mereka.
Sambil berjalan santai, mereka menunjuk gedung-gedung yang dulu menjadi ruang kuliah, berbagi cerita tentang dosen, organisasi kemahasiswaan, hingga kenangan yang masih tersimpan rapi meski waktu telah berlalu.
Pagi itu, Kampus Tegalboto bukan hanya dipenuhi langkah kaki, tetapi juga dipenuhi cerita yang kembali menemukan ruangnya.
Ketua Panitia KAUJE Fest 2026 Abdul Kholik mengatakan, Jalan Gembira Nasional merupakan agenda dua tahunan yang selalu dinantikan para alumni.
Setelah sukses digelar di Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 2022 dan berlanjut di Malang, tahun ini kegiatan tersebut akhirnya kembali ke tempat asalnya, Kampus Tegalboto.
"Antusiasmenya sangat luar biasa. Pada pelaksanaan JGN III ini, rekor peserta terbanyak didominasi angkatan 1985, disusul angkatan 1992 dan 1984," ujarnya.
Besarnya partisipasi itu menunjukkan bahwa hubungan antara alumni dan almamater tidak pernah benar-benar selesai ketika seseorang diwisuda.
Ada ikatan yang terus hidup, dipelihara oleh kenangan, pengalaman, dan rasa memiliki terhadap kampus yang pernah membentuk perjalanan mereka.
Nuansa nostalgia juga dirasakan Ketua KAUJE, M. Sarmuji. Sekretaris Jenderal Partai Golkar itu mengingat kembali hari-hari pertamanya sebagai mahasiswa baru pada 1992. Saat itu, wajah Kampus Tegalboto jauh berbeda dengan sekarang.
"Dulu Kampus Tegalboto belum sehijau saat ini. Maka tak heran, saat menjadi mahasiswa, saya bersama kawan-kawan diminta melakukan penghijauan," kenangnya.
Kini, pepohonan yang dahulu ditanam telah tumbuh rindang. Kampus Tegalboto menjelma menjadi ruang hijau yang bukan hanya nyaman bagi sivitas akademika, tetapi juga menjadi salah satu lokasi favorit masyarakat Jember untuk berolahraga dan menikmati akhir pekan.
Perubahan itu, bagi Sarmuji, menjadi bukti bahwa investasi kecil yang dilakukan hari ini dapat menghadirkan manfaat besar di masa depan.
Karena itu, ia mengajak seluruh alumni untuk terus berkontribusi bagi almamater, sesuai dengan kemampuan dan bidang masing-masing.
"Pelajaran yang bisa diambil dari hal ini, mari kita sebagai alumni terus berinvestasi di Unej melalui beragam cara. Bisa dengan kerja sama, bersinergi, hingga meningkatkan kontribusi kepada almamater sesuai kapasitas masing-masing," katanya.
Senada dengan itu, Rektor Unej Iwan Taruna menegaskan bahwa reputasi sebuah perguruan tinggi tidak hanya dibangun melalui prestasi akademik, tetapi juga melalui kiprah para alumninya di tengah masyarakat.
"Semakin baik dan berdampak positif kiprah alumninya, semakin baik pula citra perguruan tinggi tersebut di mata masyarakat. Terima kasih kepada semua alumni. Unej bisa terus eksis dan berkembang juga karena Anda semua," ujarnya.
Suasana semakin semarak ketika iring-iringan peserta disambut penampilan Reog dari Unit Kegiatan Mahasiswa Unej.
Di sejumlah titik, fakultas-fakultas menyambut para alumninya dengan penuh antusias sebelum mereka kembali berkumpul dalam reuni masing-masing.
Wajah-wajah yang dulu akrab di ruang kuliah kembali duduk dalam lingkaran yang sama, melanjutkan percakapan yang sempat terhenti oleh waktu.
Di antara ribuan peserta, tampak hadir sejumlah tokoh nasional dan daerah, seperti Pakar Politik BRIN Siti Zuhro, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, Penjabat Sekretaris Daerah Jember Achmad Imam Fauzi, hingga Anggota DPR RI Charles Meikyansah.
Kehadiran mereka menjadi potret bahwa lulusan Universitas Jember telah mengambil peran di berbagai bidang, dari dunia akademik hingga pemerintahan.
Jalan Gembira Nasional III akhirnya membuktikan bahwa reuni bukan sekadar pertemuan untuk mengenang masa lalu. Ia menjadi ruang untuk merawat silaturahmi, memperkuat jejaring antargenerasi, sekaligus menegaskan bahwa sebuah kampus tidak hanya dibangun oleh gedung dan ruang kuliahnya, melainkan juga oleh orang-orang yang pernah belajar, tumbuh, lalu kembali dengan membawa cerita, pengalaman, dan pengabdian.
Sebab bagi ribuan alumni yang memadati Kampus Tegalboto pagi itu, Universitas Jember bukan hanya tempat menimba ilmu. Ia adalah rumah yang mungkin pernah ditinggalkan, tetapi tak pernah benar-benar ditinggalkan di dalam hati. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat