Catatan Mas AAS

Namanya Mangku Purnomo

oleh : -
Namanya Mangku Purnomo

Tegas akan diri sendiri, buang pikiran negatif, dan lakukan yang terbaik.  Kegelisahan hanya milik mereka yang putus asa

 

Demikianlah kehidupan manusia. Apabila pengetahuannya bertambah maka instrumen kognitif di dalam dirinya juga ikut bertambah: ketelitian, kecermatan, dan kemampuannya untuk menampung informasi juga meningkat. Hal itu bisa terjadi bisa jadi karena aktifitas membaca, membaca ayat kauniyah, yaitu buku yang tersurat dan juga kauliyah, yaitu alam raya ini!

Di atas semuanya itu, manusia yang mau membaca mencari informasi dan ingin berkontribusi _urun rembug_ memberi solusi konkret semampunya. Atas persoalan dan fenomena yang terjadi di lingkungan terdekatnya, syukur bisa meluas ke lingkungan yang lebih besar! Dirinya selalu *gelisah* di dalam hidupnya. Kegelisahan itu menuntun si manusia itu untuk berbuat sesuatu! Dan itulah seorang intelektual organik, jare kang Antonio Gramsci, pak lik ku soko Italia, ing jaman semono!

Di iringi mentari yang telah bersinar terang dari sisi bumi bagian timur. Aku pagi ini tadi, usai berolahraga pagi, _mlaku dlamak_ tanpa alas kaki keliling rumah. Tibalah di rumah sekira puku 7 pagi. Lalu melakukan ritual manusia modern di era smartphone sekarang. Apa itu? Mengulik atmosfir obrolan dan membaca informasi yang terjadi di WAG yang aku miliki!

Dari puluhan, hingga ratusan obrolan yang sedang terjadi di banyak grup WhatsApp, yang aku lihat juga baca. Aku tertarik sama share akun Youtube yang dimiliki oleh Kandidat Profesor Mangku Purnomo dan ia share di grup WA yang aku ada di dalam grup itu. Kalau salah menulisnya tolong dimaafkan ya, please. Karena setahuku anak muda satu ini sedang memproses jabatan akademik untuk level profesornya. Di mana blio hari ini berposisi sebagai Wadek 2 FP UB! Untuk selanjutnya saya lebih enak memanggilnya mas MP saja!

Terus apa menariknya? Begini, ada dua faktor kenapa itu menarik bagi saya sendiri. Pertama, habit saya di dalam menulis harus ada sebab dahulu, tanpa itu saya tak bisa merangkai kata dan kalimat dengan cepat juga mengalir, baik kejadian yang saya lihat, dengar, kemudian juga yang saya rasakan. Apabila obyek itu ada, nulis karo merem juga jadi! Kedua, obyek nya ya share link Youtube miliknya mas MP ini, yang dilakukannya sendiri saat share di WAG!

Seorang *DOSEN* tentu tugas utamanya sudah jelas yaitu melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi: mengajar, menulis meneliti, dan mengabdi ke masyarakat. Di dalam kelas ia harus mengajar, membuka *mindset* mahasiswa nya untuk berpikir bebas dan merdeka melalui beragam mata kuliah yang diajarnya! Mengajak si mahasiswa untuk terbangun dengan optimal aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik nya adalah wajib. Makanya dosen dituntut melek huruf dan melek informasi juga literasi yang banyak, dan juga kreatif. Tanpa itu, ditinggal si mahasiswanya, kalaulah mahasiswa mau mendengarkan palingan _ngantuk_ tidak ada antusias dan terbentuk _engagement_ kan ironi! Dan saya kira mas MP ini juga pastilah mengajar dan membimbing juga para mahasiswa nya, baik di level S1 hingga S3.

Nah, ini menariknya. Di sela kesibukannya yang segunung. Sebagai pemilik jabatan fungsional sebagai wakil dekan. Dan sedang mengurus jabatan akademiknya untuk meraih karir dosen tertinggi sebagai seorang guru besar atau profesor. Hari-harinya tak pernah jemu dan lupa untuk _ngopeni ibu bumi_ memakmurkan bumi dengan membantu sebisanya dengan caranya memakmurkan kehidupan para petani di daerah Wajak, Malang Selatan. Ada banyak konsep juga pola yang ia ujicoba agar bumi utamanya tanah gersang juga tandus, tidak digarap, bekas tambang, ia suburkan kembali agar bisa diolah lagi. Mas MP tentu menggarap ini dengan serius, dan ia kabarkan spirit itu ke banyak orang dengan memanfaatkan teknologi, ia buat akun Youtube, lewat aplikasi ini ia kabarkan ke orang banyak di negeri ini, tentang apa yang ia kerjakan! Menarik? Of course!

Anak muda lulusan Doktor dengan katagori cumlaude dari Jerman ini. Tahu benar, bagaimana berterima kasih kepada Ibu Bumi dan Bopo Angkoso. Yang telah mengantarkan dan merestui proses perjalanan hidupnya sehingga menjadi manusia seperti yang sekarang ini. Kenapa mas AAS, tahu, dan sepertinya tiap jengkal perjalanan hidup mas MP masuk dalam radar infomasi yang diketahui. Ya, saya tahunya juga dari teman saya. Nah, teman saya itu, juga tahunya dari temannya lagi, upps, hehehe!

Tentu tidak terlalu penting kenapa saya sepertinya tahu banyak soal mas MP. Tapi yang sungguh jauh lebih penting dari itu, mas MP ini sedang mengajari kita semua: bahwa hakekat hidup itu esensinya bergerak terus. Berhenti, yang berarti habis wassalam! Karya kita diakui atau malah dicaci, jangan sedih atau gusar. Penduduk langit akan mencatat secara presisi tanpa salah atau lupa sedikitpun.

Jadi, hari ini, Anda mau bergerak ke mana dan berbuat apa? Masak nongkrong ngopi terus ning Warkop, seperti saya. Setidaknya setelah ngopi, cepetan akun grab dinyalakan dan up orderan kalau dapat jangan dicancel, itu kalau Anda sebagai *ojol* ojek online ya. Nah, kalau Anda sebagai dosen ya contoh itu mas MP. Meski saya sebagai ojek online, jangan salah saya pun juga dikit-dikit mencontohnya. Siapa tahu di kelak kemudian hari bisa ketularan menjadi Profesor, seperti mas Mangku Purnomo. Dan dipanggil Prof. AAS, jadi profesor beneran, cie cie cie. Sepertinya kayak tidak mungkin, tapi saya amin kan yang panjang saja, semoga ada malaikat yang lewat di depan warkop, tempat aku ngopi sekarang.