Peneliti Umea University Swedia Kunjungi PMI Jakarta Utara, Diskusi Tentang Kesiapan Hadapi Heat Stroke Dan Kekeringan
JatimUPdate.id - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Utara menerima kunjungan Associate Professor Veronica Strandh dari Department of Political Science, Umeå University, Swedia, di Markas PMI Jakarta Utara (10/7). Kedatangan akademisi tersebut disambut langsung oleh jajaran pengurus dan relawan PMI Kota Jakarta Utara.
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian penelitian Veronica di Indonesia yang berfokus pada peran Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, manajemen kebencanaan, serta pengembangan kapasitas kerelawanan. Dalam kesempatan ini, Veronica didampingi oleh Herry Firmansyah dari Divisi Pengembangan Sumber Daya (PSD) Markas Pusat PMI dan Ketua Bidang Organisasi dan Relawan PMI Jakarta Utara.
Sekretaris PMI Kota Jakarta Utara, Ramdansyah, menyoroti pentingnya penguatan peran PMI di tengah tantangan bencana yang semakin kompleks, termasuk dampak perubahan iklim dan gelombang panas ekstrem (heatstroke). Hal ini sejalan dengan kebijakan PMI Pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana.
Ramdansyah mengungkapkan kesiapan PMI Pusat menghadapi heatstroke yang menyebabkan 10.000 jiwa meninggal di Eropa sekarang ini. Gelombang panas ekstrem ini harus dibaca bukan sekadar anomali cuaca, melainkan ujian baru bagi kemanusiaan.
Apel siaga untuk menghadapi kondisi ini sudah dilakukan oleh PMI Pusat yang dipimpin oleh Jusuf Kalla. Pada tahap awal sudah dipersiapkan 200 mobil tanki air dan disiapakan dana mencapai 80 milyar untuk hal tersebut.
Gelombang panas ini merupakan silent killer.
Penderitaan lambat, dikarenakan ia tidak meledak sekaligus, tetapi berlangsung bertahap, tersebar, dan sering tidak terlihat oleh publik. Gelombang panas adalah salah satu bentuk paling nyata dari kekerasan lambat, tidak gaduh, tetapi mematikan.
Selama gelombang panas hanya dianggap sebagai persoalan cuaca biasa, padahal ia telah berubah menjadi krisis kemanusiaan yang menuntut perubahan paradigma seluruh organisasi penanggulangan bencana. Perubahan iklim lebih mudah dibayangkan sebagai banjir besar, badai, kebakaran hutan, atau kekeringan panjang.
Kenyataannya tidak demikian. Ia tidak hadir sedramatis bencana yang sering kita lihat di layar kaca televisi, tetapi kita mengakuinya sebagai bencana.
Veronica mengungkapkan kekagumannya terhadap berbagai inovasi dan strategi yang diterapkan PMI Jakarta Utara. Ia menilai pendekatan PMI yang menempatkan pendidikan karakter sosial kemanusiaan secara fundamental sebagai langkah awal sebelum pembekalan teknis merupakan strategi yang unik dan penting.
Peneliti Veronica mengungkapkan bahwa pertemuan dengan PMI Jakarta Utara memberikan inspirasi dan memperkuat pandangan saya mengenai pentingnya investasi dalam kapasitas organisasi dan sumber daya relawan untuk menjalankan mandat kemanusiaan secara berkelanjutan.
Pertemuan ini juga diharapkan membuka peluang kolaborasi lebih lanjut antara Umeå University dan PMI, baik melalui jejaring akademik maupun program kemanusiaan di Swedia.
Sebagai penutup, PMI Jakarta Utara menegaskan komitmennya bahwa relawan bukan sekadar sumber daya pendukung, melainkan kekuatan kemanusiaan yang harus terus dibina untuk menjawab tantangan masa kini dan masa depan. (*)
Editor : Redaksi