UPN Veteran Jatim Berangkatkan Ribuan Mahasiswa KKN 2026, Sasaran Program Pengabdian Domestik Hingga Mancanegara.

avatar Ibrahim
  • URL berhasil dicopy
Suasana pemberangkatan Mahasiswa KKN UPN Veteran Jatim 2026.
Suasana pemberangkatan Mahasiswa KKN UPN Veteran Jatim 2026.

 

 

Surabaya, JatimUPdate.id – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPN Veteran Jawa Timur) secara resmi melepas gelombang pengabdian masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun Akademik 2026.

Sebanyak 4.459 mahasiswa bersama 60 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) diterjunkan langsung untuk menyukseskan program hilirisasi ilmu pengetahuan tersebut.

Prosesi pelepasan seremonial ini dipusatkan di area Halaman Menara Wimaya UPN Veteran Jawa Timur sebagai perwujudan konkret dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Agenda KKN tahun ini didesain secara adaptif melalui tujuh skema pengabdian strategis. Ketujuh pilar tersebut meliputi KKN Tematik Inovasi Pesantren, KKN Tematik Bela Negara SDGs, KKN Kolaboratif, KKN Berdampak Nusantara, KKN 3T (Daerah Terdepan, Tertinggal, dan Terluar), KKN Internasional, serta KKN Proyek Kemanusiaan Internasional.

Seluruh skema ini diarahkan para untuk mentransfer inovasi akademik menjadi solusi riil bagi masyarakat di skala lokal, nasional, hingga lintas negara.

Pada sektor KKN Tematik Inovasi Pesantren, universitas menjalin kemitraan taktis bersama Majelis Al-Muwasholah Jawa Timur.

Sebanyak 150 mahasiswa dengan pendampingan 15 DPL disebar ke 15 institusi pondok pesantren regional yang berada di Kabupaten Jember, Tuban, Lumajang, dan Tulungagung.

Agenda kerja pada skema ini bersifat fleksibel dengan mengikuti regulasi harian masing-masing pesantren guna mendorong kemandirian dan inovasi umat.

Sementara itu, skema KKN Tematik Bela Negara SDGs menjadi klaster dengan partisipasi kuantitas terbesar. Mengusung tema besar “Pemuda-Pemudi Pelopor Desa dan Desa Bebas Sampah”, program ini berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Surabaya serta Pemerintah Kabupaten Jombang, Bojonegoro, dan Lamongan.

Para peserta diwajibkan mendorong akselerasi ekonomi kreatif serta tata kelola limbah persampahan siber yang berkesesuaian dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) poin 1 dan 8, sekaligus menyokong Asta Cita poin 3 dan 6.

Adapun distribusi sebaran luasan peserta mencakup 1.556 mahasiswa di Bojonegoro, 1.225 mahasiswa di Jombang, 805 mahasiswa di Surabaya, dan 450 mahasiswa di Lamongan di bawah arahan bimbingan 34 DPL.

Ekspansi kemitraan eksternal juga diperkuat lewat skema KKN Kolaboratif yang kini resmi memasuki tahun kelima pelaksanaan. Bekerja sama dengan 18 perguruan tinggi negeri dan swasta se-Jawa Timur, program yang menempatkan Universitas Islam Jember sebagai koordinator pelaksana ini melibatkan 180 mahasiswa dan 4 DPL utusan UPN Veteran Jawa Timur.

Selanjutnya, pada skema KKN Berdampak Nusantara, universitas mengutus 30 mahasiswa dan 3 DPL para untuk memetakan potensi sosiologis di Pulau Bawean serta Provinsi Bali.

Jangkauan kontribusi akademis kampus bahkan menembus batas wilayah terluar dan terdepan. Melalui KKN 3T, sebanyak 4 mahasiswa dan 1 DPL dikirim ke Kabupaten Lombok lewat jalinan kerja sama dengan Universitas Al Azhar Mataram.

Sedangkan pada level global, UPN Veteran Jawa Timur mendelegasikan 2 mahasiswa dan 1 DPL para untuk menjalankan KKN Proyek Kemanusiaan Internasional di Distrik Baucau, Timor Leste, bermitra dengan Universidade Dili.

Program perluasan wawasan internasional ini juga diperkuat lewat pengiriman 3 mahasiswa ke Brunei Darussalam serta 3 mahasiswa ke Thailand, yang masing-masing didampingi oleh 1 DPL.

Hadir memberikan arahan langsung dalam upacara pelepasan tersebut, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, Ahmad Riza Patria.

Dalam pidatonya, ia menegaskan marwah krusial wilayah pedesaan sebagai fondasi utama penopang pembangunan nasional.

Menurutnya, desa bukan sekadar ruang pemukiman, melainkan episentrum kebudayaan, ekonomi lokal, dan pertumbuhan nilai gotong royong masyarakat.

Ahmad Riza Patria juga memberikan apresiasi tinggi terhadap orientasi KKN UPN Veteran Jawa Timur 2026 yang dinilai sangat sinkron dengan garis kebijakan tata kelola persampahan dan pemberdayaan SDM lokal.

Kehadiran mahasiswa KKN diharapkan mampu menjadi jembatan pengetahuan dan inovasi kreatif tanpa mendegradasi peran rill masyarakat, melainkan berjalan beriringan demi melahirkan kemandirian desa yang berkelanjutan.

Pewarta : Septivan Wismo Pratama/Mahasiswa Prodi Linguistik Indonesia, Fakultas Ilmu Sosial, Budaya, dan Politik UPN Veteran Jatim. (rilis/roy/yh)