Mengangkat Potensi Pertanian Trawas, MOSAI Wujudkan Gagasan Lewat Sebuah Video
Trawas, JatimUPdate.id - Kabupaten Mojokerto dipilih sebagai lokasi shooting video PKM-VGK MOSAI bukan tanpa alasan. Lokasi ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan potensi pertanian yang kuat serta termasuk dalam wilayah Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), sehingga memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan produksi pangan.
Hamparan sawah yang luas, aktivitas petani yang berlangsung setiap harinya, serta pemandangan gunung yang menjadi ciri khas Trawas memberikan gambaran nyata mengenai kehidupan pertanian.
Kondisi tersebut dinilai selaras dengan pesan yang ingin disampaikan MOSAI. Selain mendukung visual video agar lebih menarik, suasana pertanian di Trawas juga membantu tim menunjukkan bagaimana MOSAI diterapkan pada kondisi lahan yang sesungguhnya. Smart Tower, Autonomous Rover, dan Monitoring Website System yang dirancang dalam gagasan MOSAI divisualisasikan berada di tengah pertanian, sehingga penonton dapat lebih mudah membayangkan implementasinya.
Pemilihan wilayah Trawas juga didukung oleh keterlibatan petani setempat yang bersedia menjadi aktor serta narasumber selama proses produksi. Melalui wawancara dan diskusi, tim memperoleh gambaran permasalahan yang masih sering dihadapi petani, khususnya serangan hama tikus yang menyebabkan penurunan hasil panen. Masukan tersebut menjadi salah satu landasan dalam memperkuat gagasan MOSAI sebagai inovasi yang berangkat dari kondisi nyata di lapangan.
Dengan demikian, Trawas, Kabupaten Mojokerto tidak hanya dipilih karena memiliki pemandangan yang indah, namun karena mampu memvisualisasikan kawasan pertanian yang aktif, memiliki nilai strategis sebagai wilayah LP2B, serta mampu menyampaikan pesan dalam video MOSAI.
Harapannya, melalui visual MOSAI yang dekat dengan kehidupan petani, masyarakat dapat melihat bahwa pemanfaatan MOSAI dalam pertanian tidak hanya sekadar konsep, namun dapat menjadi solusi yang mendukung ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan di Indonesia. (*)
Editor : Redaksi