IGTKI Grujugan Libatkan 570 Anak dari 16 TK dalam Gebyar Mewarnai, Perkuat Kedekatan dengan Orang Tua

avatar M Aris Effendi
  • URL berhasil dicopy
Ratusan anak bersama orang tua mengikuti Gebyar Mewarnai Gipsum yang digelar IGTKI Kecamatan Grujugan di kompleks Al-Ishlah, Bondowoso, Kamis (13/8/2026)
Ratusan anak bersama orang tua mengikuti Gebyar Mewarnai Gipsum yang digelar IGTKI Kecamatan Grujugan di kompleks Al-Ishlah, Bondowoso, Kamis (13/8/2026)

Bondowoso, JatimUPdate.id, - Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso, menggelar Gebyar Mewarnai Gipsum yang melibatkan sekitar 570 anak dari 16 TK, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan di kompleks Ponpes Al-Ishlah tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Uniknya, kegiatan tidak hanya melibatkan peserta didik, tetapi juga mengajak orang tua, khususnya ibu, untuk mendampingi anak secara langsung.

Sejak kegiatan dimulai, suasana tampak meriah. Anak-anak terlihat antusias mewarnai media gipsum dengan beragam warna, sementara para ibu mendampingi dan ikut berinteraksi bersama putra-putrinya.

Ketua IGTKI Kecamatan Grujugan, Mukhlas, mengatakan konsep kegiatan sengaja dibuat dengan melibatkan orang tua untuk membangun kedekatan sekaligus kerja sama antara anak dan orang tua.

“Tujuannya melatih anak untuk bekerja sama agar tidak ada kesenjangan antara orang tua dan anak. Melalui kegiatan mewarnai ini, anak dan ibu bisa bersama-sama sehingga hubungan mereka semakin dekat,” ujar Mukhlas.

Menurutnya, sekitar 570 peserta dari 16 TK mengikuti kegiatan tersebut. Pendampingan orang tua menjadi bagian penting dalam pelaksanaan.

Apabila wali murid berhalangan hadir, pihak sekolah tetap memastikan anak mendapatkan pendampingan dari guru.

“Kami memang mewajibkan wali murid untuk mendampingi. Kalau wali murid tidak bisa hadir, salah satu guru harus mendampingi,” jelasnya.

Bukan Sekadar Perlombaan

Ketua IGTKI Kabupaten Bondowoso, Purmono, memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang digelar IGTKI Kecamatan Grujugan tersebut.

Menurutnya, kegiatan yang mempertemukan anak dan orang tua memiliki nilai positif bagi perkembangan anak usia dini, terutama dalam membangun fondasi sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.

“Ini luar biasa karena bisa melibatkan anak didiknya, terutama dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI,” kata Purmono.

Ia menilai aktivitas mewarnai bersama ibu bukan sekadar tentang hasil karya atau siapa yang menjadi pemenang. Lebih dari itu, terdapat proses interaksi yang dapat memperkuat hubungan emosional antara anak dan orang tua.

“Mewarnai ini bukan sekadar mewarnai, tetapi juga bentuk interaksi bagi anak. Sekaligus melatih ibu agar lebih sabar dalam mendampingi anak,” ujarnya.

Menurut Purnomo, melalui kegiatan tersebut orang tua juga dapat melihat secara langsung bagaimana anak menuangkan imajinasi dan menyelesaikan sebuah karya sesuai dengan kemampuannya.

Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada momentum HUT Kemerdekaan saja, tetapi dapat dilaksanakan secara rutin ketika terdapat kesempatan.

“Harapan kami, ini tidak sekali ini saja diadakan. Mungkin bisa rutin ketika ada kesempatan,” harapnya.

Anak Belajar Kreatif dan Percaya Diri

Antusiasme kegiatan juga dirasakan guru TK yang mengikuti kegiatan tersebut. Salah satunya Rumyati, perwakilan guru TK Wonosari.

Ia menyebut kegiatan berlangsung seru dan penuh keceriaan. Menurutnya, anak-anak mendapatkan pengalaman positif melalui aktivitas kreatif yang dilakukan bersama orang tua.

“Alhamdulillah, kegiatan lomba melukis gipsum anak-anak TK di Al-Ishlah berlangsung seru dan penuh keceriaan,” ujar Rumyati.

Ia menilai kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada anak untuk menyalurkan kreativitas, belajar percaya diri, beraktivitas bersama bundanya, serta berani menuangkan imajinasi dalam sebuah karya.

Menurutnya, hal terpenting dari kegiatan tersebut bukan hanya hasil perlombaan, melainkan pengalaman, keberanian dan kebahagiaan anak selama mengikuti kegiatan.

Al-Ishlah Jadi Tuan Rumah

Sementara itu, guru TK Al-Ishlah, Sunarti, mengatakan pelaksanaan kegiatan di lingkungan Ponpes Al-Ishlah berjalan dengan lancar.

Ia berharap kegiatan yang diselenggarakan IGTKI Kecamatan Grujugan ke depan dapat dipersiapkan semakin matang serta didukung kekompakan seluruh pengurus dan anggota.

“Alhamdulillah, acara berjalan dengan lancar. Semoga ke depan setiap pelaksanaan kegiatan yang diselenggarakan IGTKI Kecamatan Grujugan bisa lebih matang dan semakin kompak, baik dari pengurus maupun seluruh anggota,” ujar Sunarti.

Menurutnya, kebersamaan dan kekompakan menjadi salah satu kunci keberhasilan sebuah kegiatan.

“Kebersamaan dan kekompakan dalam sebuah acara menunjukkan suksesnya acara tersebut,” imbuhnya.

Al-Ishlah dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena memiliki area yang lebih luas, nyaman, dan teduh sehingga dinilai mampu menampung peserta dalam jumlah besar. Lokasi tersebut juga telah beberapa kali digunakan untuk kegiatan IGTKI sebelumnya.

Gebyar Mewarnai Gipsum tersebut akhirnya tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas sekaligus membangun interaksi positif bersama orang tua.

Melalui kegiatan tersebut, IGTKI Kecamatan Grujugan turut menghadirkan peringatan kemerdekaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga memberikan pengalaman positif bagi anak-anak sejak usia dini. (ries/yh)