SD Plus Al Ishlah Bondowoso Gelar Pawai Budaya, Siswa Tampilkan Pakaian Adat hingga Generasi Emas

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Pawai Budaya SD Plus Al Ishlah Bondowoso diikuti ratusan siswa dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Selasa (18/8/2026).
Pawai Budaya SD Plus Al Ishlah Bondowoso diikuti ratusan siswa dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Selasa (18/8/2026).

Bondowoso, JatimUPdate.id, – SD Plus Al Ishlah Bondowoso menggelar pawai budaya dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Selasa (18/8/2026). Sebanyak 220 siswa kelas 1 hingga kelas 6 tampil dengan beragam pakaian dan atribut sesuai tema yang telah ditentukan masing-masing jenjang.

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari kemeriahan peringatan kemerdekaan. Pawai budaya juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengenal keberagaman budaya, menumbuhkan semangat kebangsaan, sekaligus mengembangkan kreativitas melalui pengalaman yang dekat dengan dunia mereka.

Siswa kelas 1 dan 2 mengangkat tema Pakaian Adat Nusantara. Mereka tampil mengenakan beragam busana tradisional yang menggambarkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia.

Sementara siswa kelas 3 dan 4 membawa tema Semangat Pejuang Kemerdekaan. Pakaian dan atribut bernuansa perjuangan digunakan untuk menggambarkan semangat para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Berbeda dengan dua jenjang sebelumnya, siswa kelas 5 mengusung tema Generasi Islami, sedangkan siswa kelas 6 tampil dengan tema Generasi Emas. Masing-masing tema dikemas melalui kreativitas siswa bersama wali kelas.

Perbedaan tema tersebut membuat setiap barisan memiliki karakter dan daya tarik tersendiri. Meski tampil dengan konsep berbeda, seluruh siswa mengikuti pawai dalam satu rangkaian kegiatan dengan penuh antusias.

Kepala SD Plus Al Ishlah Bondowoso, Afifah Zakiyah Darojah, mengatakan pawai budaya menjadi salah satu cara sekolah memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam memaknai peringatan kemerdekaan.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada kemeriahan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan karakter.

“Kami ingin anak-anak mendapatkan pengalaman langsung. Mereka belajar tentang keberagaman, kebersamaan, disiplin, dan bagaimana mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang positif,” ujar Afifah.

Ia menjelaskan, keterlibatan siswa sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan memberikan kesempatan kepada mereka untuk belajar bekerja sama, mengikuti aturan, serta berani tampil di hadapan orang lain.

Afifah juga mengapresiasi keterlibatan guru, wali kelas, dan wali murid dalam mempersiapkan berbagai kebutuhan siswa, termasuk kostum dan atribut yang digunakan saat pawai.

“Yang penting bagi kami bukan hanya bagaimana pawai ini terlihat, tetapi pengalaman yang diperoleh anak-anak. Mudah-mudahan mereka bisa menikmati kegiatan sekaligus mengambil nilai yang baik dari peringatan kemerdekaan ini,” katanya.

Ketua Panitia Pawai Budaya SD Plus Al Ishlah, Aris Effendi, mengatakan konsep kegiatan dibuat agar seluruh siswa dapat berpartisipasi tanpa memberikan beban berlebihan kepada orang tua.

Setiap kelas diberi ruang untuk mengembangkan kreativitas sesuai tema yang telah ditentukan. Persiapan kostum dan atribut dilakukan siswa bersama orang tua di rumah sebelum mengikuti pawai.

“Kami ingin semua anak bisa ikut dan merasa menjadi bagian dari peringatan kemerdekaan. Karena itu, konsepnya dibuat sederhana, tetapi setiap kelas tetap memiliki karakter dan kreativitas masing-masing,” kata Aris.

Menurutnya, antusiasme siswa menjadi salah satu alasan kegiatan tersebut selalu dinantikan. Keterlibatan orang tua dalam mempersiapkan kostum dan atribut juga turut menambah semarak pawai.

“Anak-anak sangat antusias mengikuti pawai ini. Kegiatan seperti ini menjadi salah satu yang selalu mereka nantikan setiap tahun,” ujarnya.

Selama pelaksanaan pawai, kegiatan mendapat pengawalan dari jajaran Polsek Grujugan dan Babinsa Dadapan. Pengamanan dilakukan untuk membantu menjaga ketertiban serta keselamatan siswa dan peserta lain di sepanjang jalur pawai.

Bagi SD Plus Al Ishlah Bondowoso, pawai budaya menjadi salah satu cara mengajak siswa mengisi kemerdekaan melalui kegiatan yang edukatif, kreatif, dan menyenangkan.

Di balik pakaian adat, atribut perjuangan, serta tema Generasi Islami dan Generasi Emas, para siswa diajak mengenal keberagaman, membangun kebersamaan, berani berkarya, dan memahami bahwa kemerdekaan juga dapat diisi melalui hal-hal positif yang mereka lakukan sejak dini. (ries/yh)