Emil Dardak Bicara Amanah hingga Keikhlasan, Sinyal Kuat Jelang Musda Demokrat Jatim

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Emil Elestianto Dardak
Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Emil Elestianto Dardak

Surabaya, JatimUPdate.id – Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan pesan bernuansa moral dan politik saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) VII Demokrat Jatim di Surabaya, Sabtu (29/8/2026).

Di hadapan jajaran pengurus dan kader Demokrat, Emil menekankan bahwa jabatan politik bukan sekadar posisi, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan Tuhan.

Pernyataan tersebut disampaikan Emil di tengah agenda Musda VII yang salah satu fokusnya adalah menentukan arah kepemimpinan Partai Demokrat Jawa Timur ke depan.

Emil mengingatkan seluruh kader agar tidak menjadikan jabatan, baik di legislatif, eksekutif maupun struktur partai, sebagai kendaraan untuk mengejar kepentingan pribadi ataupun kelompok.

Menurutnya, ukuran keberhasilan seorang kader bukan semata-mata posisi politik yang berhasil diraih, melainkan sejauh mana kekuasaan tersebut digunakan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.

"Allah subhanahu wa ta'ala yang nantinya akan menilai apakah amanah yang kami pegang saat menduduki jabatan, baik di legislatif, eksekutif maupun struktur partai, kita gunakan untuk hal yang baik," kata Emil.

Ia menilai keikhlasan menjadi fondasi penting bagi kader dalam menjalankan setiap amanah yang diberikan.

"Keikhlasan ini insyaallah akan mengantarkan kita kepada keberkahan. Inilah yang kita inginkan," ujarnya.

Bukan Sekadar Slogan Nasionalis Religius
Emil kemudian mengaitkan pesan tersebut dengan karakter Partai Demokrat sebagai partai nasionalis religius.

Baginya, identitas religius Demokrat tidak cukup hanya ditampilkan melalui slogan maupun atribut politik. Nilai tersebut harus terlihat dari perilaku kader ketika menjalankan tugas dan berinteraksi dengan masyarakat.

"Demokrat adalah partai nasionalis religius. Partai yang tentunya betul-betul bukan saja mengedepankan religius sebagai slogan, tetapi kita buktikan bahwa keikhlasan kita dalam bersikap di tengah-tengah masyarakat ini adalah sebuah hal yang kita lakukan dengan tulus," tuturnya.

Emil juga mengingatkan kader bahwa setiap kemenangan politik membawa konsekuensi berupa tanggung jawab kepada rakyat.

Karena itu, hasil yang diperoleh melalui proses pemilihan harus diterjemahkan menjadi kerja nyata, bukan sekadar menjadi modal untuk mempertahankan kekuasaan.

"Untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah kita raih dalam pemilihan yang telah berjalan," katanya.

Demokrat Masuk Pemerintahan, Emil Bicara Koordinasi Pusat-Jatim
Dalam kesempatan tersebut, Emil juga menyinggung posisi Partai Demokrat yang kini menjadi bagian dari pemerintahan pusat.

Menurutnya, keberadaan kader Demokrat di jajaran pemerintahan nasional menjadi kekuatan tambahan bagi Jawa Timur, khususnya dalam membangun koordinasi dengan pemerintah pusat.

"Partai Demokrat adalah bagian dari pemerintahan pusat. Kita memiliki menteri dan Pak Wakil Menteri yang tentunya bekerja sekuat tenaga untuk kemaslahatan rakyat Jawa Timur," jelas Emil.

Ia menyebut sejumlah sektor strategis yang membutuhkan koordinasi antara pemerintah pusat dan Jawa Timur. Mulai dari agraria dan tata ruang, ketenagakerjaan, infrastruktur serta pembangunan wilayah hingga transmigrasi dan ekonomi kreatif.

"Insyaallah Bu Gubernur, kalau untuk koordinasi kemajuan Jawa Timur di bidang agraria tata ruang, di bidang ketenagakerjaan, di bidang infrastruktur pembangunan wilayah, di bidang transmigrasi, di bidang ekraf, dan di bidang-bidang lain," ungkapnya.

Emil berharap kekuatan politik Demokrat di pemerintahan pusat dapat memberikan dampak konkret bagi masyarakat Jawa Timur.

Ia ingin sinergi antara pemerintah pusat, Pemprov Jawa Timur dan Partai Demokrat tidak berhenti pada koordinasi politik, tetapi mampu memastikan berbagai program pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat.

"Kita akan memastikan Jawa Timur ikut merasakan keseriusan pemerintahan Bapak Prabowo dan Wapres Gibran untuk memajukan Jawa Timur sebagai provinsi yang menjadi mesin perekonomian di Indonesia," tegasnya.

Di balik pesan soal amanah dan pengabdian, Musda VII Demokrat Jatim juga menjadi panggung penting bagi Emil.

Sebagai petahana, Emil berharap dukungan politik terhadap dirinya kembali mengalir untuk melanjutkan kepemimpinan di DPD Demokrat Jawa Timur.

Emil menyampaikan harapan tersebut secara terbuka di hadapan forum Musda.

"Tentunya apabila berjodoh lagi, Bu, ke depannya kami mohon tetap terdapat dukungan," kata Emil.

Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa Emil masih membuka ruang untuk kembali dipercaya memimpin Demokrat Jatim pada periode berikutnya.

Namun, Emil menegaskan bahwa posisi politik di partai tidak boleh menggeser tanggung jawabnya sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur.

Ia memastikan tugas pemerintahan tetap menjadi prioritas, sementara amanah sebagai kader dan pengurus partai dijalankan dengan prinsip yang sama: mengutamakan kepentingan masyarakat.

"Dengan restu dari Kiai Ketua Umum, Ketua DPP, dan seluruh kepengurusan Partai Demokrat akan senantiasa istiqomah mengutamakan kepentingan rakyat Jawa Timur di atas kepentingan pribadi dan golongan," pungkas Emil. (DPR)