Emil Dardak Mulai Diproyeksikan Jadi Gubernur Jatim? Sinyal Khofifah dan Jawaban Diplomatisnya

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Emil Elestianto Dardak
Emil Elestianto Dardak

Surabaya, JatimUPdate.id – Peta politik Jawa Timur mulai menghangat. Nama Emil Elestianto Dardak kembali berada di tengah radar politik setelah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur periode 2026–2031 dalam Musyawarah Daerah (Musda) VII Partai Demokrat Jatim di Surabaya, Sabtu (29/8/2026).

Yang menarik, posisi baru Emil sebagai nakhoda Demokrat Jatim beriringan dengan sinyal politik dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang sebelumnya mendoakan dan menyebut Emil sebagai sosok yang berpotensi memimpin Jawa Timur ke depan.

Usai Musda, Emil pun ditanya mengenai dorongan tersebut. Alih-alih menepis, Emil memilih memberikan jawaban diplomatis.

"Saya, Bu Khofifah dan saya, kami adalah satu tim," kata Emil.

Emil menegaskan dirinya untuk saat ini ingin tetap fokus menjalankan tugas sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur. Ia menyebut masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama Khofifah dan jajaran Pemprov Jatim.

"Tentu ingin saya fokus menjadi wakil gubernur yang produktif," ujarnya.

Namun, Emil tak menutup pintu terhadap doa dan dukungan politik yang datang kepadanya. Ia bahkan menyebut harapan Khofifah sebagai sebuah anugerah yang menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik.

"Doa-doa baik dari Ibu Gubernur itu adalah sebuah anugerah yang luar biasa. Bagi saya, itu menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik lagi," katanya.

Terpilihnya Emil secara aklamasi sebagai Ketua DPD Demokrat Jatim membuat posisi politiknya semakin strategis.

Dengan masa jabatan 2026–2031, Emil akan menjadi salah satu figur penting dalam menentukan arah mesin politik Demokrat di Jawa Timur. Apalagi, ia langsung memasang target besar untuk Pemilu mendatang.

Emil menargetkan setiap penjuru Jawa Timur memiliki keterwakilan Partai Demokrat di DPR RI.

"Kita tentu menargetkan setiap penjuru Jawa Timur bisa diwakili oleh Partai Demokrat di Senayan," tegasnya.

Target tersebut menunjukkan Demokrat Jatim tidak hanya ingin melakukan konsolidasi internal, tetapi juga mempersiapkan mesin politik untuk menghadapi kontestasi elektoral berikutnya.

Di tengah konfigurasi itu, posisi Emil menjadi menarik. Ia bukan hanya pejabat publik yang saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur Jatim, tetapi juga akan memimpin salah satu partai politik besar di Jawa Timur selama lima tahun ke depan.

Meski sinyal politik mulai bermunculan, Emil tampaknya belum ingin membuka kartu terlalu jauh.

Ia justru membawa pembicaraan kembali kepada persoalan pemerintahan, salah satunya pembenahan bantuan sosial.

Menurut Emil, jangan sampai persoalan pemutakhiran data berdasarkan desil membuat masyarakat yang seharusnya menerima bantuan justru kehilangan haknya.

"Jangan sampai ada penerima bansos, penerima KIP, penerima bantuan iuran BPJS yang karena urusan desil-desil ini kemudian tidak tertangani," katanya.

Bagi Emil, pekerjaan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai Wakil Gubernur Jatim saat ini.

"Masyarakat Jawa Timur hari ini ingin melihat wakil gubernur Jawa Timur ini bekerja dengan baik," tegasnya. (DPR)