LBP : Polemik Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional Akan Diperhatikan Dan Diperbaiki Dengan Penggunaan Teknologi AI

avatar Shofa
  • URL berhasil dicopy
Luhut Binsar Panjaitan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN). (Foto Indonesia News)
Luhut Binsar Panjaitan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN). (Foto Indonesia News)

Jakarta, JatimUPdate.id - Polemik mengenai data desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) mendapat perhatian pemerintah.

Sejumlah masyarakat sebelumnya mengeluhkan hasil pengelompokan desil yang dinilai tidak menggambarkan kondisi ekonomi mereka.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah akan terus melakukan perbaikan terhadap data tersebut dengan memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

“Kita akan terus perbaiki nanti dengan AI ini. Karena pertukaran data antar-kementerian dan lembaga itu jalan, mestinya nanti akan diperbaiki,” kata Luhut saat menghadiri Jakarta Investment Festival 2026 di Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026).

Menurut Luhut, pemanfaatan teknologi digital dan AI memungkinkan data dari berbagai kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah saling terhubung. Integrasi tersebut diharapkan membuat proses pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan menjadi lebih akurat.

“Untuk pertama kali semua data-data kementerian lembaga itu sudah berbicara satu sama lain melalui digital dan disupport oleh AI,” ujarnya.

Luhut menjelaskan sistem tersebut nantinya juga dapat digunakan untuk menentukan kelayakan masyarakat dalam memperoleh bantuan sosial. Data yang terintegrasi akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan apakah seseorang memenuhi kriteria penerima bantuan.

Menurutnya, penggunaan AI juga diharapkan membuat penyaluran bansos lebih tepat dan adil karena kondisi ekonomi masyarakat dapat dilihat dari berbagai sumber data.

“Sekarang lagi dikerjakan, lagi kita lihat, lagi-lagi dengan AI ini saya kira akan lebih banyak keadilan. Karena orang tidak bisa sembunyi data lagi,” kata Luhut.

Pemerintah kini masih mengembangkan dan menguji sistem tersebut agar pemutakhiran serta pengelompokan data sosial-ekonomi dapat semakin sesuai dengan kondisi masyarakat. (sof/yh)