Sekda Lilik Bantah Surabaya Tak Mandiri Fiskal, Enggak Ada Masalah!

avatar Ibrahim
  • URL berhasil dicopy
Sekda kota Lilik Arijanto, dok Jatimupdate.id
Sekda kota Lilik Arijanto, dok Jatimupdate.id

Surabaya,JatimUPdate.id -Sekda Kota Surabaya, Lilik Arijanto, membantah jika Surabaya tidak mandi secara fiskal. 

"Kita justru mandiri secara fiskal," klaim Lilik saat dikonfirmasi Jatimupdate.id, Senin (31/8).

Lilik menegaskan kemandirian secara fiskal kota Pahlawan sejuah ini tidak mengalami masalah. 

Bahkan tambah Lilik anggaran atau pembiayaan daerah telah diperuntukkan kepentingan pembangunan.

"Enggak ada masalah, justru pembiayaan bisa kita gunakan karena kita mandiri," tukas Lilik.

Sayangnya, Lilik mengaku tidak mengetahui data yang disebutkan Ketua PWI Jawa Timur Lutfi Hakim.

"Enggak ngerti aku datanya," sergah dia.

Kendati begitu, Lilik tetap bersikukuh Surabaya mandiri secara fiskal.

"Mandiri secara fiskal," tegasnya.

Sebelumnya Lutfil Hakim mengatakan rasio PAD Surabaya terhadap total pendapatan daerah berkisar 62-64 persen. 

Menurut dia, angka itu tidak sebanding dengan Kabupaten Badung, Bali, yang mencapai 92 persen.

Dari sudut pandangnya, perbandingan tersebut menandakan adanya celah bagi Surabaya memperkuat kemandirian fiskalnya. 

Sebab kata Lutfil Surabaya saat ini sednah. menghadapi penurunan TKD.

“Kita boleh bangga bahwa PAD Surabaya ini tinggi. Tetapi rasio PAD terhadap total pendapatan masih sekitar 62 sampai 64 persen. Kabupaten Badung di Bali mencapai sekitar 92 persen,” kata Lutfil.

Merespons kritik tersebut, pimpinan DPRD Surabaya Arif Fathoni mengaku akan berkoordinasi dengan Pemkot untuk membahas kemandirian fiskal Kota Pahlawan.

Fathoni mengatakan kritik tersebut menjadi masukan bagi DPRD dan Pemkot untuk memperbaiki kinerja.

Pun menjadi pemicu mencari langkah konkret memperkuat kemandirian fiskal.

"Kritikan Pak Lutfil Hakim ini menjadi trigger sekaligus stimulus agar DPRD dan Pemkot memperbaiki kinerjanya," tegas Fathoni. (Roy/Yh)