Inovasi SAMKOPI UMKM Untuk Permudah Akses Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor di Jawa Timur

oleh : -
Inovasi SAMKOPI UMKM Untuk Permudah Akses Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor di Jawa Timur
Gubernur Khofifah hadiri tasyakuran HUT Bapenda Jatim ke-60 tahun di Kantor Bapenda Jatim, Jl. Manyar Kertoarjo No. 1, Surabaya, Senin (3/10).

Surabaya (JatimUpdate.id) -Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan inovasi yang digagas oleh Badan Pendapatan (Bapenda) Jawa Timur untuk mempermudah akses pembayaran pajak kendaraan bagi masyarakat yaitu SAMSAT Koperasi (SAMKOPI) UMKM. Sekaligus juga meluncurkan kerjasama pembayaran pajak secara digital melalui aplikasi Shopee.

Peluncuran SAMKOPI UMKM ini ditandai dengan penekanan tablet oleh Gubernur Khofifah didampingi langsung diantaranya oleh Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono, Wadirlantas Polda Jatim, Ka. Jasa Raharja Jatim, Perwakilan Bank Jatim, Plt. Kepala BAPENDA Jatim, dan Kadis Kop dan UMKM Jatim di Kantor Bapenda Jatim, Jl. Manyar Kertoarjo No. 1, Surabaya, Senin (3/10).

SAMKOPI UMKM sendiri, merupakan layanan pembayaran PKB, SWDKLLJ dan pengesahan STNK Tahunan berbasis bigital bekerjasama dengan Koperasi UMKM se Jatim. Layanan ini bertujuan untuk mengembangkan usaha UMKM serta memberikan kemudahan pelayanan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

Atas peluncuran itu, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa inovasi tersebut menjadi layanan yang melahirkan win-win profit antara koperasi, UMKM, masyarakat dan pemerintah khususnya instansi Bapenda sendiri. Sebab, layanan ini akan memberikan kemudahan akses pembayaran bagi masyarakat dan perluasan jenis usaha.

“Samsat Koperasi UMKM sifatnya winwin profit, karena memudahkan masyarakat dan mempercepat akses pembayaran. Dan koperasi bisa meluaskan jenis usaha jasanya lalu UMKM juga bisa mendapatkan akses, incomenya bertambah. Pada saat yang sama Bapenda juga meluaskan layanan,” jelasnya.

Menurut Khofifah, inovasi SAMKOPI UMKM juga mendukung layanan One Pesantren One Product (OPOP) yang juga memiliki layanan Samsat. “Sebetulnya samsat berbasis pesantren (Samsat OPOP) ini sudah banyak. Saya rasa SAMKOPI UMKM ini bagian dari perluasannya,” ujarnya.

Khofifah menambahkan, inovasi tersebut mendukung prediksi Jack Ma yang mengungkapkan di tahun 2030 diprediksi 99 persen UMKM di dunia akan berjalan secara online. Dimana 85 persennya melalui e-commerce, serta 80 persen ekonomi dunia akan ditopang oleh UMKM. Di Jatim, lanjutnya, UMKM sudah berkontribusi sebesar 57,81 persen pada Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB).

“Penguatan dari berbagai sektor memang sudah harus saling berseiring. Guna memberikan ruang tumbuh kembang produktif bagi koperasi dan UMKM dimanapun,” tukasnya.

Untuk itu, lanjut Khofifah, ketika Koperasi dan UMKM telah masuk pada ekosistem digital, maka kini transaksi sudah tiada batasan (borderless). Masing-masing daerah bisa melakukan transaksi dari mana saja sehingga bisa saling menguatkan.

“Pada momen seperti ini, inovasi-inovasi harus dibuat agar bisa membangun sinergitas lebih kuat, koneksitas lebih luas harus dilakukan bersama-sama," tandasnya.

"Masing-masing lini melakukan penguatan pada sektor digital ekosistem. Intinya sinergitas antar elemen strategis harus nyekrup. Supaya sinergitas dan signifikansi bisa berjalan dengan maksimal,” sambung Khofifah.

Pada rangkaian acara tersebut, Gubernur Khofifah juga menyerahkan secara simbolis tanda dimulainya layanan SAMKOPI UMKM kepada perwakilan koperasi UMKM di Jatim. Diantaranya, yaitu Koperasi Konsumen Ponpes Hidayatullah As Sakinah, Koperasi karyawan Sampoerna, dan KUB Rosan Kencana.

Lebih lanjut dijelaskan Khofifah, sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo yang menyampaikan bahwa semua pihak punya tugas menjawab berbagai ancaman krisis. Utamanya untuk mewujudkan terjadinya pengendalian inflasi dan meningkatkan daya beli masyarakat.

“Saya yakin format di tiap daerah tentu tidak sama. Tapi semua berikhtiar untuk bisa mengendalikan inflasi dan meningkatkan daya beli masyarakat. Mudah-mudahan kita terus beriringan untuk mewujudkan Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat,” urai gubernur perempuan di Jatim ini.

Pada forum strategis yang bersamaan dengan tasyakuran HUT Bapenda Jatim ke-60 tahun, Gubernur Khofifah menyampaikan rasa syukur bahwa di usianya yang ke-60, kontribusi Bapenda sangat luar biasa. Di tengah syukuran tersebut Gubernur Khofifah mengajak audience untuk ikhlas memanjatkan doa bagi para korban insiden Stadion Kanjuruhan beberapa hari lalu.

“Untuk saudara-saudara kita yang menjadi korban insiden stadion kanjuruhan, baik yang meninggal maupun luka-luka. Saya mohon keikhlasan dan ketulusan untuk mengirimkan Al-Fatihah. Yang meninggal dunia, mudah-mudahan diterima di sisi Allah SWT dan diampuni seluruh khilafnya,” ungkapnya. 

“Untuk 32 orang yang sedang dirawat dengan status luka berat, kita hadiahi dengan Al-Fatihah juga. Mudah-mudahan mereka diberi percepatan kesembuhan dan segera bisa kembali seperti semula,” tambahnya mendoakan. (yah)