BPJS Bermasalah Tak Harus Bikin Repot: Ada VIOLA, KKN Kolaboratif Desa Sumberkejayan Bantu Warga dari Balai Desa

avatar Yuris. T. Hidayat
  • URL berhasil dicopy

Jember, JatimUPdate.id — Bagaimana jika warga desa ingin mengurus administrasi BPJS Kesehatan, tetapi terkendala jarak, waktu, atau bingung dengan prosedur yang harus dilakukan? Kehadiran layanan VIOLA (Virtual Office Layanan Peserta) menjadi salah satu solusi yang dihadirkan BPJS Kesehatan Kabupaten Jember melalui kolaborasi bersama mahasiswa KKN Kolaboratif #5 Desa Sumberkejayan.

Sebanyak 20 warga Desa Sumberkejayan mengikuti pelayanan administrasi melalui loket virtual VIOLA yang berlangsung di Balai Desa Sumberkejayan. Dalam pelaksanaannya, warga dapat terhubung secara langsung dengan petugas BPJS Kesehatan Kabupaten Jember melalui Zoom, sementara mahasiswa KKN Kolaboratif turut mendampingi warga selama proses pelayanan berlangsung.

Layanan Administrasi BPJS dari Balai Desa

Melalui VIOLA, warga mendapatkan akses terhadap berbagai layanan administrasi kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tanpa harus datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan.

Beberapa layanan yang dapat diakses warga meliputi:

- Pendaftaran peserta baru (PBPU/Mandiri), bagi masyarakat yang ingin mendaftarkan diri sebagai peserta JKN. Secara umum, warga perlu menyiapkan NIK/KTP dan KK, serta rekening bank tertentu untuk kebutuhan autodebit.
- Penambahan anggota keluarga, yang dapat dilakukan dengan membawa identitas anggota keluarga seperti NIK/KTP atau Kartu Identitas Anak, KK terbaru, serta dokumen kelahiran.
- Pengecekan dan pengaktifan kembali kepesertaan, untuk mengetahui status kepesertaan atau membantu proses pengaktifan kembali sesuai dengan kondisi peserta.
- Perubahan identitas dan data, seperti nama, NIK, tanggal lahir, alamat, maupun nomor telepon. Warga perlu menyiapkan dokumen identitas dan data pendukung yang diperlukan.
- Perubahan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), bagi peserta yang ingin menyesuaikan fasilitas kesehatan tingkat pertamanya dengan membawa identitas dan dokumen pendukung apabila diperlukan.
- Perubahan kelas rawat, khususnya bagi peserta yang ingin melakukan penyesuaian kelas kepesertaan dengan melengkapi identitas serta persyaratan pendukung.
- Pelaporan peserta meninggal dunia, dengan membawa identitas peserta serta akta atau surat keterangan kematian.
- Pindah segmen kepesertaan, misalnya dari peserta PBI atau PPU nonaktif menjadi peserta mandiri/PBPU, dengan menyiapkan identitas, KK, serta rekening bank sesuai ketentuan.

Kartu BPJS Hilang, Warga Tetap Bisa Mengakses Layanan

Salah satu warga Desa Sumberkejayan, Abdul Rahman, mengaku terbantu dengan adanya pelayanan VIOLA. Ia sebelumnya mengalami kendala karena kartu BPJS Kesehatan miliknya hilang, sementara dirinya tetap ingin memastikan pembayaran kepesertaan dapat dilakukan.

“Dengan adanya layanan VIOLA ini saya merasa terbantu. Kartu BPJS saya hilang, jadi sebelumnya bingung bagaimana untuk melakukan pembayaran. Setelah dibantu, tagihan tetap bisa dibayar dan aksesnya juga bisa dilakukan secara digital melalui Mobile JKN,” ujar Abdul Rahman.

Menurutnya, pendampingan secara langsung membuat proses yang sebelumnya dianggap membingungkan menjadi lebih mudah dipahami, terutama bagi warga yang belum terbiasa mengakses layanan BPJS Kesehatan secara digital.

Tak Lagi Bingung Saat Ingin Menambah Kepesertaan

Hal serupa dirasakan warga lainnya, Zulfah, yang memanfaatkan layanan VIOLA untuk menambah kepesertaan BPJS Kesehatan.

“Layanan VIOLA ini sangat membantu untuk menambahkan kepesertaan BPJS. Jadi kalau sebelumnya bingung karena tidak punya BPJS, sekarang bisa langsung dibantu. Prosesnya juga mudah dan simpel,” katanya.

Kehadiran layanan virtual tersebut membuat warga tidak hanya memperoleh penyelesaian atas kendala administrasi, tetapi juga mendapatkan penjelasan secara langsung mengenai prosedur kepesertaan dan pemanfaatan layanan digital BPJS Kesehatan.

Mahasiswa KKN Jadi Penghubung Warga dan BPJS

Dalam pelaksanaan kegiatan, mahasiswa KKN Kolaboratif berperan dalam memastikan proses pelayanan berjalan lancar. Nurmalita Herdiana, mahasiswi UPN “Veteran” Jawa Timur, bertugas sebagai moderator yang membantu menjembatani komunikasi antara warga dengan petugas BPJS Kesehatan Kabupaten Jember.

Nurmalita membantu menjelaskan kendala yang disampaikan warga kepada petugas BPJS sehingga setiap permasalahan dapat diarahkan dan ditangani sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta.

Sementara itu, Eka Emilia Salsabila, mahasiswi Universitas Jember, bertindak sebagai koordinator pelaksanaan layanan VIOLA. Kegiatan tersebut juga didukung sejumlah mahasiswa KKN Kolaboratif Desa Sumberkejayan, yakni Rhana Jatu Maulana, Dieo Oktavian Armano, Kelvin Kristian, dan Faishol Reza Affandi, yang turut berpartisipasi dalam mendampingi dan membantu warga selama pelayanan berlangsung.

Kolaborasi antara BPJS Kesehatan Kabupaten Jember dan mahasiswa KKN Kolaboratif ini menjadi bentuk upaya mendekatkan akses pelayanan administrasi kesehatan kepada masyarakat desa.

Akses Digital yang Lebih Dekat dengan Warga

Pelaksanaan VIOLA di Desa Sumberkejayan menunjukkan bahwa pelayanan administrasi tidak selalu harus dilakukan dengan mendatangi kantor secara langsung. Dengan memanfaatkan layanan virtual dan dukungan teknologi, warga dapat memperoleh informasi serta menyelesaikan berbagai kebutuhan administrasi kepesertaan dari lingkungan desa.

Bagi warga, keberadaan layanan ini menjadi kemudahan tersendiri, terutama bagi mereka yang masih mengalami kendala dalam mengakses BPJS Kesehatan maupun menggunakan aplikasi Mobile JKN.

Melalui pendampingan mahasiswa KKN Kolaboratif dan layanan virtual dari BPJS Kesehatan Kabupaten Jember, warga Desa Sumberkejayan tidak hanya mendapatkan bantuan untuk menyelesaikan kendala administrasi, tetapi juga menjadi lebih memahami bahwa berbagai layanan BPJS Kesehatan kini dapat diakses secara digital dengan proses yang lebih mudah dan praktis.