PC Ansor Gresik Bersama Lembaga Falakiyah PCNU Gelar Ngopi Astronomi
Gresik, JatimUPdate.id - Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Gresik dan Lembaga Falakiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LF PCNU) Gresik, memperkenalkan generasi muda khususnya Gen- Z tentang ilmu astronomi.
Mengusung semangat “Ngopi santai, belajar langit, mengenal semesta lebih dekat”, kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB.
Puluhan kaum muda mengikuti rangkaian kegiatan yang memadukan obrolan santai, materi ilmiah, pengenalan peralatan astronomi, hingga praktik rukyatul hilal.
Budaya ngopi sudah lama menjadi bagian dari keseharian anak muda di Kabupaten Gresik. Warung kopi menjadi ruang untuk bertemu, berbincang, hingga bertukar cerita.
Tradisi tersebut dikembangkan menjadi ruang belajar yang memperkenalkan generasi muda pada ilmu astronomi.
Ketua PC GP Ansor Gresik, M. Ludfi Hambali Abdillah, mengatakan potensi anak muda yang gemar berkumpul perlu diarahkan pada aktivitas yang memberikan dampak positif.
Menurutnya, tradisi ngopi yang telah melekat di kalangan anak muda Gresik dapat dikembangkan menjadi ruang untuk menambah wawasan.
“Pengetahuan dan potensi yang ada di sekeliling kita ini harus kita kuatkan bersama. Semangat ngopi ini sudah menjadi tradisi bagi kalangan anak muda di Gresik, ada di mana-mana. Tapi, apakah aktivitas itu memberikan dampak positif? Belum tentu,” ujar sahabat Ludfi, demikian sapaan akrabnya.
Sahabat Ludfi menilai diperlukan terobosan agar aktivitas yang sudah menjadi kebiasaan tersebut memiliki nilai tambah bagi generasi muda.
“Maka, tradisi dan kebiasaan ngopi ini perlu kita buatkan sebuah pola atau gagasan baru agar semakin menambah hal-hal yang positif, memberikan dampak, serta meningkatkan wawasan kita,” sambungnya.
Karenanya, sahabat Ludfi juga mengapresiasi inisiatif PAC GP Ansor Gresik bersama LF PCNU Gresik yang menghadirkan “Ngopi Astronomi Gen Z”. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bertemunya anak muda untuk berdiskusi, bertanya, berbagi pengalaman, sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap ilmu pengetahuan.
Dengan konsep “ngopi, ngobrol, dan mengenal langit”, kegiatan ini menunjukkan bahwa proses belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Secangkir kopi dan obrolan yang menarik juga dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal langit dan semesta secara lebih dekat.
Ia berharap “Ngopi Astronomi” tidak berhenti sebagai kegiatan sekali jalan. Agenda tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi kegiatan berkelanjutan bagi generasi muda Nahdlatul Ulama di Kabupaten Gresik, baik Gerakan Pemuda Ansor, IPNU, maupun IPPNU.
Sementara itu, Ketua LF PCNU Gresik, Ustadz Muchyiddin Hasan, S.Si., bersama timnya menjadi penggerak materi ilmiah dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan LF PCNU Gresik membuat peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai astronomi dan ilmu falak, tetapi juga berkesempatan mengenal langsung peralatan yang digunakan dalam pengamatan benda-benda langit.
“Acara Ngopi Astronomi ini sangat bagus sekali karena targetnya ke Gen Z. Memberikan penjelasan tentang astronomi dengan suasana santai,” ujar Muchyiddin.
Menurutnya, kegiatan kali ini memiliki konsep yang berbeda dibandingkan kegiatan serupa yang pernah digelar beberapa tahun lalu di halaman rumah Gajah Mungkur, Kebungson, Gresik. Kali ini, sasaran kegiatan lebih diarahkan kepada generasi muda NU dengan pendekatan yang lebih dekat dengan keseharian mereka.
“Kali ini melibatkan generasi muda NU (Gen Z), bisa mendapatkan informasi yang sesuai dengan dunia ilmu astronomi atau falak dan praktik langsung dengan peralatannya. Kelanjutannya, ada pertemuan lebih intensif untuk mempelajari lebih spesifik ilmu falak,” jelasnya.
Berdasarkan rangkaian kegiatan, peserta tidak hanya mendapatkan materi pengantar. Mereka diajak mengenal ilmu falak melalui materi “Mengenal Ilmu Falak” yang disampaikan Nailul Alvi Hidayah, S.H., M.H. Setelah itu, peserta mengikuti sesi “Pengenalan Alat Astronomi & Proses Rukyatul Hilal” yang disampaikan Ustadz Muhammad Sofyan Rizki.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta mendapat kesempatan menyampaikan berbagai pertanyaan seputar astronomi, tata surya, ilmu falak, hingga proses pengamatan hilal.
Kegiatan “Ngopi Astronomi Gen Z” di Balai Rukyat NU Condrodipo menjadi contoh bagaimana tradisi sederhana dapat dikembangkan menjadi ruang belajar yang lebih bermakna. Kopi, obrolan, teleskop, dan langit dipertemukan dalam satu kegiatan yang dekat dengan karakter generasi muda. (rilis/za/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat