Bukan Hanya Tembok Ambruk, Pohon Sengon Belakang SDN Jember Lor 5 Tumbang dan Rusak Perpustakaan

oleh : -
Bukan Hanya Tembok Ambruk, Pohon Sengon Belakang SDN Jember Lor 5 Tumbang dan Rusak Perpustakaan
Sejumlah batang pohon sengon di belakang sekolah SDN Jember Lor 5 Kecamatan Patrang, Jember tumbang dan menimpa atap bangunan ruang perpustakaan sekolah

Jember (JatimUpdate.id) -Musibah tembok dua ruang kelas di SDN Jember Lor 5 Kecamatan Patrang, Jember ambrol akibat baniir genangan, Minggu sore (9/10/2022) kemarin.

Akibat musibah tersebut, dua ruang kelas 3 dan 4 di sekolah tersebut tidak bisa digunakan. Untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) pihak sekolah mempertimbangkan untuk melakukan penggabungan kelas.

Kata Kepala SDN Jember Lor 5 Sri Sumaryani, untuk ruang kelas Kelas 3B dijadikan satu dengan 3A. Kemudian kelas 4A dengan 4B.

“Tapi untuk kelas 4 yang dijadikan satu, kami rencana akan memindahnya di ruang Lab. Ini masih kami siapkan,” kata perempuan yang juga akrab dipanggil Bu Anik ini saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Senin (10/9/2022).

Terkait proses pembersihan kelas akibat dampak dari tembok ambrol. Katanya, saat ini masih dilakukan pembersihan.

“Karena kaca ruangan kelas hancur, kusen bangunan lepas, juga banyak lumpur yang masuk ke kelas,” ucapnya.

Namun demikian, kata Bu Anik, selain tembok bangunan dua ruangan kelas ambrol. Akibat hujan deras dan angin kencang yang terjadi pada Minggu sore (9/10/2022) kemarin.

Juga menyebabkan sejumlah batang pohon sengon di belakang sekolah tumbang dan menimpa atap bangunan ruang perpustakaan sekolah yang posisi berada di belakangan komplek sekolah.

“Selain lokasi tembok yang ambrol ini, pada bagian belakang sekolah juga ada perpustakaan yang atapnya juga tertimpa batang pohon sengon. Sekarang masih diperbaiki dan dibersihkan,” ujarnya.

“Kita juga bilang ke pemilik sengon, karena batangnya besar-besar. Jadi untuk banyak tanaman sengon sekitar sekolah kita minta pada pemilik untuk memotong,” sambungnya.

Terkait permintaan agar batang pohin sengon dapat segera ditebang, katanya, pihaknya khawatir. Karena di lokasi kebun pohon sengon, juga dekat dengan sejumlah bangunan sekolah.

“Karena dengan cuaca belakangan ini, kita khawatir juga berdampak pada lingkungan sekolah. Karena bisa menimpa ruang guru ataupun ruang komputer milik sekolah,” ungkapnya.

“Apalagi sebentar lagi ada ANBK (Asessment Nasional Berbasis Komputer), jadi kita melakukan langkah antisipasi,” imbuhnya.

Terpisah, Plt. Kepala Dispendik Jember Hadi Mulyono saat dikonfirmasi mengaku masih melakukan rapat di Pendapa Wahyawibawagraha Jember.

Namun demikian, secara singkat dirinya mengatakan sudah menerima laporan terkait adanya sejumlah sekolah yang terdampak bencana di Jember.

Diantaranya di SDN Mojomulyo 02 Puger, yang halaman sekolah tergerus air sehingga mengalami erosi dan tanah longsor.

Kedua, di gedung SDN Badean 01 Bangsalsari, mengalami eternit jatuh. Ketiga, yakni rusaknya empat bangunan lokal gedung SDN Gelang 07 Sumberbaru.

Keempat di SDN Jember Lor 5 Kecamatan Patrang, yang temboknya ambrol akibat banjir genangan.

“Saya masih rapat di Pendapa, ini mau dimulai. Namun atas arahan dari Bupati Jember, untuk cek lokasi dan mencari solusi yang cepat,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Jember ini saat dihubungi lewat ponselnya. (MR)