Owner Arisan Jember Dilaporkan ke Polisi

oleh : -
Owner Arisan Jember Dilaporkan ke Polisi
Owner Arisan Online dan Investasi Bodong di Jember dilaporkan ke Polres Jember

Jember - Jatimupdate.id - Dinilai tak punya niat baik kembalikan uang nasabah hingga mencacpai Rp 4 Milyar,  Setelah sebelumnya sempat digeruduk di rumahnya, owner arisan online dan investasi bodong yang dinilai merugikan anggotanya, Khostiatul Maghdiroh (29), warga Jalan Ikan Paus IV, Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates, Jember, ahirnya dilaporkan ke Polres Jember. Rabu (26/10/2022) sore.

Vivi sapaan akrab owner arisan online itu, dilaporkan secara bertahap oleh para anggota arisan yang merasa telah dirugikannya. Seperti dituturkan Sinta Furi Ardani saat dikonfirmasi di ruang SPKT Mapolres Jember, 

“Saat ini yang melaporkan teman kami mbak Rere (Reni Wijayanti) karena nilai kerugiannya setelah ditotal kurang lebih Rp 425 juta an. Untuk para korban yang lain akan bertahap, karena selain korban banyak. Nilai kerugian mencapai milyaran. Kurang lebih hitungan kasar sementara Rp 4 miliar,” kata Sinta.

Sinta menjelaskan, rekannya Reni Wijayanti mengalami kerugian finansial hingga mencapai Rp425 juta lebih.

“Uang itu disetorkan kepada Vivi, untuk investaai dengan dijanjikan keuntungan antara 15-20 persen. Investasi dimulai awal Maret 2022, rekan saya mentransfer uangnya secara berkala ke rekening yang diberikan Vivi,” jelasnya.

“Awalnya profit rutin diberikan namun sejak September sampai sekarang sudah tidak pernah dibayarkan lagi sehingga kami merasa tertipu," sambungnya.

Sinta yang mengaku sebagai korban, juga akan membuat laporan ke polisi. Namun dirinya masih menghitung jumlah kerugian dari investaai yang diikuti.

“Saya juga korban, tapi masih menghitung nilai kerugian. Secara bertahap nantinya para korban yang lain juga akan membuat laporan ke polisi,” ujarnya.

Terpisah, Kuasa Hukum Korban Alananto, mengatakan adanya tindakan lapor polisi dilakukan, setelah upaya mendatangi rumah owner investasi bodong dan arisan online, tidak membuahkan hasil.

"Dari beberapa kali mediasi yang kita lakukan tidak membuahkan hasil, pelapor meminta agar uang yang diivestasikan dapat dikembalikan tapi tidak ada itikad baik dari terlapor sehingga kami tempuh upaya hukum," tegasnya.

Pihaknya berharap, lanjut Alananto, Polres Jember dapat segera mengusut kasus dugaan penipuan dan pengelapan dengan modus investasi bodong itu.

“Selain meresahkan masyarakat, total kerugian yang ditanggung para korban anggota investasi berkedok Koperasi Fiktif itu sangat besar hingga mencapai milyaran rupiah,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, sebuah rumah di Jalan Ikan Paus IV, Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates, Jember digeruduk sejumlah perempuan muda dan ibu-ibu.

Mereka meminta pengembalian uang yang diinvestasikan pada Khostiatul Maghdiroh (29), sang owner arisan. Para korban mengaku rugi hingga Rp 4 miliar. (MR/Fit)