Melahirkan Dalang Penerus Ki Manteb Sudharsono dari Malang

oleh : -
Melahirkan Dalang Penerus Ki Manteb Sudharsono dari Malang

jatimupdate.id, Malang - Seperti diketahui, pada bulan juli 2021 dunia pewayangan Indonesia kehilangan sosok dalang legendaris Ki Manteb Sudharsono. Pecinta wayang Indonesia tidak perlu kuatir akan kehilangan pertunjukan wayang berkualitas. Karena di Kota malang berdiri sekolah dalang cilik.

Bertempat di Sanggar Seni Gumelaring Sasangka Aji yang beralamat di jalan Hamid Rusdi 1 no 46 A kota Malang terdapat 9 anak dan 15 remaja yang belajar mendalang setiap rabu sore sampai malam.

"Saat ini di Malang, sulit mencari sekolah pedalangan dan karawitan, khususnya pedalangan,” jelas Rachmad Kuncoro selaku mentor sekolah dalang. Minat mempelajari seni wayang masih ada generasi muda Malang.

"Kami targetkan dalam satu tahun mereka sudah bisa pentas,” jelasnya penuh semangat. “Minimal adegan-adegan tertentu syukur-syukur bisa satu lakon singkat."

"Untuk menjaga dan melestarikan warisan luhur nenek moyang kita" Ujar Rachmad kuncoro. Sekolah dalang cilik di bimbing langsung Bapak Sugianto (dalang senior malang), kegiatan pembelajaran wayang tersebut tidak memungut biaya.Selain belajar wayang, disanggar Seni Gumelaring Sasangka Aji juga diajarkan karawitan.

"Saat ini sanggar kami fokus melakukan pembinaan latihan pedalangan dan karawitan untuk anak-anak dan remaja di Malang Raya khususnya kota Malang, belajar pedalangan atau karawitan tidak akan ada selesainya.

Sekolah dalang di sanggar Seni Gumelaring Sasangka Aji menggunakan kurikulum 4 bulanan. Dalam rentang waktu tersebut pengajar dapat mengevaluasi para siswa dengan melakukan semacam praktek ujian apa saja yang telah mereka pelajari selama rentang periode tersebut.

Selama PPKM sekolah dalang di selenggarakan secara online. Sebelum dan setelah PPKM, kelas offline seperti biasa dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Sanggar terbuka untuk siswa dari mana saja, Kami sedang mencoba membuat kelas online pedalangan tanpa tatap muka sama sekali, saat ini masih kami pikirkan format pembelajarannya,” Jelas Rachmad Kuncoro. (*)