PSPK Universitas Brawijaya Kaji Kapasitas Dan Manajemen Gudang Garam Rakyat Di Pasuruan

oleh : -
PSPK Universitas Brawijaya Kaji Kapasitas Dan Manajemen Gudang Garam Rakyat Di Pasuruan
FGD dengan Petambak Garam dan Dinas Terkait

Pasuruan- JatimUPdate.id Tim Dosen dan Peneliti yang tergabung pada Pusat Studi Pesisir dan Kelautan- Universitas Brawijaya (PSPK-UB) terus berinovasi untuk mengembangan kawasan garam rakyat. Pada tahun 2022 melalui Hibah Pusat Studi Universitas Brawijaya dengan di ketuai oleh Dr Guntur melakukan penelitian kajian kapasitas dan manajemen pergudangan garam di kabupaten pasuruan. 

Data penelitian yang dilakukan pada bulan agustus 2022 menunjukkan bahwa Kabupaten Pasuruan merupakan salah satu Kabupaten yang menjadi kawasan produksi garam nasional.  Kontribusi pasuruan dalam produksi garam rakyat jatim 17.418 ton pada tahun 2021, urutan kedua produksi garam di jawa Timur setelah tuban diluar madura.

Permasalahan terkait komoditas garam selama beberapa tahun terakhir, terdapat tiga permasalahan utama dalam industri garam Indonesia yang belum terselesaikan hingga saat ini, yaitu (1) Permasalahan produksi dan (2) Permasalahan distribusi dan kepastian harga, dan (3) Kapasitas dan manajemen pergudangan. Komoditas garam yang cenderung bersifat musiman menjadikan komoditas ini sangat rentan pada tekanan harga pada waktu masa panen. Harga cenderung akan menurun drastis ketika masa panen, namun tidak akan membaik ketika tidak musim garam. Selain itu, beberapa faktor lain seperti; sifat produksi garam yang padat karya, skala produksi yang bervariasi, keterbatasan modal, dan lemahnya struktur kepemilikan lahan menjadikan produksi garam nasional berfluktuasi dan tidak menentu.

Dr Guntur menerangkan bahwa tidak tersedianya gudang penyimpanan garam di tingkat petambak garam yang memadai mendorong petambak garam secepatnya menjual garam hasil panen tanpa mempertimbangkan kondisi harga garam yang berlaku. "Apalagi dengan kenaikan harga garam saat ini, garam menjadi produk yang diperebutkan oleh pembeli" Ungkapnya. "Padahal dengan kondisi gudang garam di tingkat petambak garam yang tidak memadai menyebabkan penurunan kualitas garam jika disimpan sampai melewati musim penghujan,  Kondisi gudang  penyimpan  garam  umumnya  masih  berupa  gubug-gubug  dalam kondisi  reyot,  genting  dan  dinding  bambunya  dalam  kondisi  rusak.  Pada kondisi penghujan sulit dilakukan penyimpanan karena  bocor.  Kondisi ini merupakan salah satu alasan petambak garam cepat menjual garam hasil panen tanpa memperhatikan perkembangan harga yang ekonomis." jelasnya

Kondisi Gudang garam di tingkat Petambak rakyat di kabupaten pasuruan belum memenuhi standar gudang garam sesuai SNI pergudangan. 

Lebih lanjut, Guntur sebagai ketua tim peneliti, menegaskan bahwa perlu untuk melakukan kajian terkait dengan analisis kapasitas, kualitas, dan manajemen gudang komoditas garam di Kabupaten Pasuruan.  Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Pusat Studi Pesisir dan Kelautan Universitas Brawijaya terkait pengembangan industri pergaraman Nasional. (Yah)

Kondisi Gudang garam di Kab. PasuruanKondisi Gudang garam di Kab. Pasuruan