Catatan Mas AAS

Selamat Hari IBU

Reporter : -
Selamat Hari IBU
Mas AAS

"Menjadi anakmu adalah gelar paling istimewa yang aku miliki dalam hidup. Terima kasih untuk segala kasih sayang dan pengorbanan mu, ibu."


Aku jadi mengerti. Bahwa hidup tidak datang secara auto ke dunia ini. Bersama sosok ibu lah, aku bisa melihat dunia ini.

Baca Juga: Ontran-ontran Bak Sinetron FTV: Sebuah Drama yang Terus Berlanjut

Ketulusan seorang ibu menjadi kecukupan, aku berani berjalan-jalan di atas bumi ini dengan percaya diri. Berani menatap panorama alam dunia yang indah ini. Dan dari kesetiaan seorang ibu merawat diri ini. Roda kehidupan ini berani aku nahkodai jalankan kereta hidupnya. Satu mimpi dilanjutkan mimpi berikutnya mampu aku tancapkan dalam benak.

Cerita tentang ibu selalu saja mampu melarutkan hari-hariku dengan kumpulan memori soal sejarah hidup yang sudah berlalu. Mungkin juga Anda sebagai pembaca tulisan ini tentu mengalami hal yang serupa, bukan?

Dan saat bangun dari tidur, pada pagi tadi. Aku berjalan ke belakang, aku melihat kalender di ruang tamu, ternyata sekarang tanggal 22 Desember 2022. Banyak anak menjadi manja dan kangen akan belaian dari seorang ibu.
Setiap manusia entah ia pria atau wanita pastilah ingin selalu mengenang sebuah masa, saat dirinya menjadi anak-anak di dalam asuhan sosok seorang ibu di dalam hidupnya.

Bulan Desember kita semua selalu mengenang karakter, sifat, serta perjuangan hebat dari seorang IBU. Ibu selalu menemani kita semua setiap waktu pada saatnya dahulu. Hingga perlahan aku dan diri Anda bisa mengeja huruf-huruf kehidupan dengan jelas. Meski kadang juga gagap!

Kini, ingatan itu bisa jadi hanya terngiang di lintasan pikiran. Karena alam yang bisa jadi sudah berbeda, tapi tak ingin melupakan kasihnya! Ibu, semoga Sang Maha Sayang selalu menyayangimu untuk selama-lamanya, amin!

Baca Juga: Urip Ayem Tentrem: Menikmati Gending Lawas di Emper Omah

Karena sebenarnya hubungan kita tidak akan pernah berjarak. Tidak akan bisa dipisah dalam sekat ruang dan dimensi apapun. Ibu tetaplah ibu bagi anak-anak nya.

Ada banyak pesan. Ada banyak ajaran. Ada banyak petunjuk. Yang mungkin telah kita terima saat dalam asuhan dan pelukan seorang ibu. Dan itu menjadi motivasi autentik setiap dari diri kita, sehingga memiliki tenaga yang tak pernah lelah untuk melanjutkan perjalanan kehidupan ini. Dengan segala onak duri dan ceritanya yang kadang mendayu, bak musik kehidupan dengan cengkok pelog & slendro yang senantiasa mengiringi.

Mewujudkan cita-cita seorang ibu, yang juga sudah menjadi cita-cita seorang anak! Adalah layaknya mencari sebuah kebenaran sebuah teori dan filosofi dalam hidup. Ia tak pernah surut, meski rintangan sedepa ada di depan.

Ibu adalah sebuah lilin menjadi pemandu terang dalam ruang-ruang gelap seorang anak yang tengah berjalan. Di dalam panggung kehidupan.

Baca Juga: Inspirasi dari Kebaikan Kecil

Ibu, aku kangen masakan yang engkau buat. Aku rindu wajah yang tak pernah bersungut. Aku rindu bermain denganmu di halaman rumah. Rumah kampung halaman yang besar, lengkap dengan pohon, mainan, dan binantang-binantang kecil yang ikut bermain bersama dengan aku dan ibu, saat masa kecil itu. Dan, kini saksi bisu itu selalu memanggil-manggil kejadian indah masa silam, saat diri ini mudik ke kampung halaman. Ibu, kini dirimu telah berbahagia di kampung keabadian, bersama dengan Zat yang selalu menyayangi, dan mengasihi mu selalu.

Ibu, dalam keheningan dan rasa rindu yang membuncah. Aku selalu lantunkan doa terindah untukmu. Dari anakmu.
Alfatihah...


AAS, 22 Desember 2022
Rumah Rungkut Surabaya

Editor : Nasirudin