Catatan Mas AAS

Harapan seorang Mahasiswa Kepada Dosennya

oleh : -
Harapan seorang Mahasiswa Kepada Dosennya
Harapan seorang Mahasiswa Kepada Dosennya

Tetap bercanda dan membuat mahasiswa seperti teman sendiri. Itu yang diinginkan mahasiswa kepada dosen nya di era millenial sekarang.

Itu kata mahasiswa yang sedang kuliah di salah satu PTN di Surabaya, saat tadi siang pas bertemu diriku di warkop yang sama. Kita berdua berbincang banyak hal seputar dunia kampus dan perkuliahan.

Harapan mereka kepada dosen yang mengajarnya di kampus ternyata banyak juga, kaget juga diriku! Mereka berharap si dosen bisa memberi materi sambil berbagi pengalaman, agar materi nyantol di ingatan kepala.
Dan mampu memberi motivasi serta inspirasi. "Tahu sendiri kan pak Andi, mahasiswa sekarang banyak banget tugas kuliah yang ia terima dari si dosen. Jadi selain harus rutin ke kampus buat mengikuti banyak mata kuliah saban harinya, mahasiswa sekarang harus pintar memanage waktu kerjakan tugas-tugas kuliahnya," kata si mahasiswa itu kepadaku.

Dan spontan lalu aku iseng bertanya juga kepada si mahasiswa itu," Hai mas, Anda kira-kira tahu dan paham tidak, apa yang diharapkan oleh si dosen kepada si mahasiswanya di era yang sama, yaitu era millenial sekarang?"

"Tidak tahu pak Andi!"

"Coba sesekali Anda tanya sama dosen Anda mas. Biar tahu apa yang diinginkannya terhadap para mahasiswanya!" Jangan-jangan si dosen itu juga punya beban dan kepenatan yang hampir sama dengan Anda, saat menjalankan tugas serta kewajibannya yang segunung sebagai seorang dosen!" Sehingga si dosen itu punya banyak tuntutan juga apa-apa yang seharusnya dilakukan para anak didiknya, hehehe.

"Oh, begitu, ya pak Andi?"

"Yup, besok kalau Anda ke kampus, Anda tanya ya, dosen Anda itu?"

Meski saja si mahasiswa itu tidak tahu profesiku yang sebenarnya. Setidaknya aku pada saat berbincang dengan mahasiswa tersebut. Jadi tahu apa yang diharapkan mahasiswa di era sekarang ini kepada para dosen-dosennya. Jadi harus belajar lagi nih!

Mana bisa mengajar dan bisa membuat mahasiswa nya senang juga bahagia jika si dosen nya tidak merasakan bahagia terlebih dahulu saat masuk di dalam kelas buat mengajar.

Mana bisa memberi contoh terbaru akan sebuah fenomena kekinian, yang selaras dengan isi mata kuliah yang disampaikan apabila si dosen tidak mau membaca lalu mempraktikkan terlebih dahulu isi ilmu yang dipelajarinya.

Mana bisa memotivasi mahasiswa nya bila kegiatan mengajar dan belajar telah menjadi sebuah beban bagi si dosen bukan sebuah pekerjaan yang dilakukan karena sebuah rasa cinta dan gejolak passion di dalam dirinya yang begitu kuat buat ikut berkontribusi mencerdaskan setiap anak bangsa. Sekali lagi kesadaran seperti ini sangatlah penting dimiliki oleh seorang dosen, itu sih sedikit pemahaman yang aku miliki.

Dari obrolan siang tadi, setidaknya jadi bahan buat membaca, merenung, lalu menulis, bagi diriku di sore ini. Dan aku jadi dapat bahan buat menulis saja.

Kadang, ruang-ruang sadar tentang pemahaman terhadap sesuatu malahan didapat secara tidak sengaja seringnya, saat hati kita peka, panca indera kita hidup, menangkap setiap pesan yang disampaikan oleh semesta.

Dan ajaibnya pesan dan cerita itu malahan disampaikan oleh orang lain yang tidak kita duga dan kenal sebelumnya. Dan itu aku alami pas bertemu mahasiswa cerdas itu di markas besar ku di Taman Bungkul Surabaya.

Faktanya memang tugas seorang dosen, apabila mau menjalani secara serius banyak sekali. Ada tuntutan yang besar yang mesti dikuasai dilakukan seorang dosen.

Menjadi dosen diakui memiliki status sosial yang tinggi. Namun, pekerjaan seorang dosen menuntut kegiatan: membaca, merenung, lalu menulis secara terus menerus dilakukan baik secara terpaksa ataupun secara sukarela.

Karena profesinya menuntut yang demikian! Luarannya diharapkan dari ketiga kegiatan itu bisa menjadi sebuah: artikel, buku, dlsb.

Belajar, lalu mengajar, lalu belajar, lalu belajar lagi. Dan itu seyogyanya terus dilakukan hingga akhir hayat.

Pekerjaan seorang dosen tidak bisa lepas dari ketiga konsep di atas. Dan itu bukan tugas yang ringan, tentu dan apabila sekali lagi ingin menjadi dosen beneran. Kata seorang dosen senior di UB kepadaku pada suatu ketika.

"Berat juga tugas dan pekerjaan menjadi dosen itu ya Prof," tanyaku spontan, kepada sang senior!

Dan senior itu dengan senyum nya yang begitu meneduhkan berkata balik," Ya tidak mas Agus, karena mengerjakannya dilandasi oleh cinta.

Pekerjaan menjadi seorang dosen. Bukan sebuah profesi pelarian harapannya. Karena tidak mendapat pekerjaan, atau malahan bosan di tempatnya bekerja lalu menjajal peruntungan dirinya daftar jadi dosen! Ironis juga kalau generasi muda di negeri ini di didik oleh dosen semacam itu.

Sang senior yang sudah menyandang Guru Besar itu, meyakinkanku kembali! Demikian.

Mahasiswa itu jadi mengingatkan diriku dengan sosok senior yang aku kagumi sore ini. Semoga saja sang senior itu juga membaca tulisanku ini. Sehat selalu senior...


AAS, 02 Januari 2023
Taman Bungkul Surabaya