Catatan MAS AAS

Sami'na Wa Atho'na, Kepada Yang Dapat SK!

oleh : -
Sami'na Wa Atho'na, Kepada Yang Dapat SK!
SK Langit

"Guyon maton parikeno ing wayah esuk. Jalmo limpat seprapat tamat!"


Pergulatan dan perjuangan setiap manusia bertebaran silih berganti. Dalam meraih cerita sukses di dalam hidupnya.

Sosok itu hadir di sekitar kita dan bisa dijumpai secara langsung atau dengan membaca kisahnya secara online! Belajar serta mendengar bagaimana caranya menjalani kurikulum dan silabus hidupnya patut disimak.

Dan cerita hidupnya jadi inspirasi. Membuat kokoh bagi jiwa-jiwa yang melihat, mendengar, kisah suksesnya untuk dicontoh.

Dan manusia-manusia yang sudah mendapat SK dari langit. Sering aku menyebutnya demikian, bagi tiap-tiap insan yang mampu mencapai kisah suksesnya.

Entah menjadi apapun. Menjadi Profesor, menjadi Dekan, Rektor, Pengusaha, Bupati, Gubernur, Presiden, bahkan menjadi pak Modin sekalipun yang bertugas sebagai juru doa bagi orang yang meninggal dunia di sebuah dusun. Soal lanyah atau tidak dalam bacaan doanya tidak masalah. Ia yang dapat SK nya, titik!

Penduduk langit telah merestuinya. Begitu yang dikatakan oleh Gusdur suatu ketika. Saat pamannya yang meninggal dibacakan oleh Modin yang kurang cakap dalam membaca doa. Sang anak pun protes," Kenapa tidak Abah saja yang mendoakan!"
Dan sang Guru Bangsa itu menjawab dengan santainya," Modin itu yang dapat SK buat membacakan doa."

Tidak jarang kita menghardik sebuah realitas. Kenapa yang jadi dia, bukan ia saja, atau malahan bukan diri kita. Dengan percaya dirinya kita mengadili sebuah fakta kasunyatan bahwa ada yang telah dipilih dan terpilih dalam sebuah pemilihan.

Artinya tidak mengurangi penilaian, berarti yang terpilih adalah yang terbaik. Dari yang ada, bukankah demikian. Tapi yang namanya hati ini untuk belajar menerima kenyataan demikian beratnya.

Memang menerima kasunyatan hidup adalah puncak ilmu dari perjalanan kesadaran seorang pejalan di bumi nan fana ini. Saat tenaga, pikiran, jiwa, bahkan materi, sudah diupayakan sedemikian rupa untuk meraih sesuatu! Dan realita tidak selaras dengan rasa pada akhirnya.

Begitu ngendikanipun kaum bijaksana dan para pinisepuh!

Kalaulah di fase sekarang. Mungkin saja diri kita belum dapat SK dari langit. Boleh jadi ada SK yang akan lebih baik telah disiapkan oleh penduduk langit kepada diri kita. Dan mari kita jemput bersama-sama momen indah itu. Dengan memantaskan diri terhadap sesuatu yang sepantas-pantasnya!

Dan bagi manusia yang sudah dipercaya dan mendapatkan SK dari langit.

Buktikan kerja-kerja nyata di dalam organisasi, di dalam wilayah, bahkan di dalam sebuah negara sesegera mungkin. Agar peradaban di dunia ini semakin indah saja. Demikian harapan umat kepada Anda!

Suara anggota organisasi, suara anggota institusi, di lorong-lorong sepi tak bertuan. Sejatinya suara-suara langit kepada yang terpilih yaitu Anda. Segera lupakan tepuk tangan yang meriah itu, dan segeralah berpindah dari karpet merah itu untuk berjalan di dunia yang nyata!

Demikian...


AAS, 06 Januari 2023
Warkop Tapak Siring Surabaya