Catatan MAS AAS

Gengsi Kerja Tak Sesuai Jurusan

Reporter : -
Gengsi Kerja Tak Sesuai Jurusan
gengsi kerja

Ya udah kalau gengsi kerjakan ini itu karena tak sesuai jurusan Anda kuliah. Atau kerana status nilai Anda saat dahulu lulus kuliah!

Ya udah sana daftar diri ikut Pilkades atau Pilkada saja! Mentereng itu. Makan itu status.

Baca Juga: Hasrat Menulis Sesuatu

Apa masih ada di era millenial semua serba teknologi ini. Ada anak lulusan sebuah kampus masih pilah dan pilih. Wujudkan idealis mereka. Untuk dapat pekerjaan.

Kadang sebuah status itu bikin jadi orang takut juga. Karena beban dari status itu sendiri. Status kelulusan hehehe.

Ya sambil menyelam minum air lah. Usaha dan bermimpi kerja diterima di perusahaan bonafide atau jadi ASN boleh-boleh saja.

Kan memang enak. Gaji besar, kerja di gedung megah, lokasi di perkotaan! Tapi berapa jumlah kursi dan posisi yang ditawarkan? Tetaplah masih tidak sepadan. Antara yang butuh dan melamar serta posisi yang ditawarkan.

Belum berhadapan dengan orang dalam, orang samping, dan orang dari temanya orang dalam dan temannya orang samping. Yang inginkan anak, saudara, temannya, kerja di tempat itu!

Jadi adik-adik mahasiswa. Kerja apa saja yang penting halal dapat uang dan cuan. Kan asyik juga bukan? Masak gengsi bisa kalahkan posisi perut yang sudah melilit seharian tadi tidak makan? Gimana?

Bermula dari sini. Pendidikan itu mengajarkan kita jadi manusia yang bisa berpikir, menjadi manusia yang bisa memiliki karakter. Nah, gunakan saja ilmu itu guna maked money. Perihal produk dan jasa apa? Yang bisa di gelar lapak nya. Banyak sekali tentunya.

Soal melamar pekerjaan kesana dan kemari tetaplah dilakukan. Rugi juga kan dapat IPK 4, dan lulus cumlaude saat kuliah S1 kemarin, kalau tidak dijajal jual diri mencari posisi yang diinginkan di perusahaan yang dikehendaki!

Tapi pesan kuatnya. Jangan andalkan itu satu-satunya buat cari uang. Mudah diucap dan ditulis namun sulit dimengerti apalagi dijalani, ups!

Siang ini sedang duduk di pangkalan. Sambil tunggu orderan datang. Eh, bertemu pemuda hebat saat dahulu pernah kuliah di sebuah kampus. Hebat di nilai ijazah yang penuh dengan huruf A. Namun kurang pengalaman hidup di dunia nyata.

Baca Juga: Tinggal Bermanifest Saja

Aku jadi kepikiran untuk menemani anak muda yang hebat ini. Untuk jadi dirinya yang autentik dan mengerti siapa dirinya yang sejati! Agar segera kemudahan hidup itu dengan mudah menghampiri hidupnya.

Tapi, rada susah juga. Jika anak muda ini terlalu membanggakan status dan nilai-nilai di ijazah yang hanya berupa huruf - huruf ABCD itu!

Jadi kalau ada peristiwa begini. Siang ini saya kepikiran? Yang salah dosen nya dalam mengajar di kelas, ataukah kampusnya, atau stakeholder di negara ini ya?

Sehingga membuat anak ini, bahkan bisa jadi anak-anak lainnya di belahan daerah yang lain di negeri ini. Masih terhipnotis dengan simbol bukan segera ACTION melakukan apa saja yang bisa dikerjakan. Asal jadi duit.

Ya, memanglah benar. Duit itu bukan segalanya. Tapi, apa-apa sekarang faktanya butuh duit!

"Yo wis dik, piye nek ngojek ae, kaya saya? Kan punya motor kan?"

Baca Juga: Belajar Manajemen Dari Semut Hitam

"Nggak lah pak," jawabnya!

Ya, mungkin anak muda itu tidak mau. Apa karena gengsi ya? Aku penasaran saja!

Kejadian aneh namun nyata. Ternyata di jaman sekarang penyakit butuh simbol dan pengakuan itu masih ada juga! Menghampiri anak muda tunas pemimpin bangsa di masa depan!

"Ya, udah dahulu ya dik. Saya tak melanjutkan bekerja dahulu ya! Ini kebetulan akun grab ku nyantol dapat orderan bokong, antar penumpang dari Taman Bungkul ke Terminal Bungurasih," kataku ke anak muda itu. Lumayan!

Makan itu status dan gengsi!


AAS, 4 Februari 2023
Taman Bungkul Surabaya

Editor : Redaksi