Catatan MAS AAS

Spirit Lirik Lagu Aguna Temani Giatku Pagi ini

Reporter : -
Spirit Lirik Lagu Aguna Temani Giatku Pagi ini
Mas AAS

Berkegiatan pagi. Di dalam kampus UB. Tepatnya di Pascasarjana Fakultas Ekonomi.

Duduk sebentar di loby. Kumpul sama teman seperjuangan. Buat berburu ilmu tuntaskan misi.

Baca Juga: Pengalaman Mengajar Hari Ini!

Sejenak ngerumpi. Aku lanjutkan melangkah!

Ajak kedua kaki melangkah. Masuk ke gedung tinggi. Naik lift.

Di dalam lift sudah banyak mahasiswa yang bernasib sama denganku. Cari dosen. Entah dosen pembimbing, tim promotor maupun penguji.

Keluar dari lift, tiba di lantai 5, tinggi sekali. Anak desa kadang takut ketinggian. Di Selasar lantai 5 sudah berjejer para mahasiswa duduk antri di depan sebuah ruang. Aku pun juga.

Duduk antri, sepi, dan semua membayang akan harapannya masing-masing tak terkecuali aku. Segera revisi di setujui masuk tahap selanjutnya.

Doanya begitu!

Namun dinikmati saja prosesnya. Lalu di kedua telinga. Terpasang headphone kudengar sebuah lagu berjudul Aguna. Dari grup Soegi Bornean namanya.

Di awalnya, kedua telingaku terasa samar juga asing. Namun semakin ke sini, semakin didengar dan dihayati lagunya. Ini lirik lagu kok indah sekali, pikirku. Membuatku semakin jatuh hati sama Bahasa Indonesia saja. Jadi ingat sama si penyanyi Tulus juga kemudian!

Mari kita Lanjutkan sejenak membacanya.

Baca Juga: Anda Hanya Kalah Ketika Anda Menyerah!

Lagu berjudul: Aguna.

Setiap liriknya mengandung Tresna membuat ku jatuh cinta. Dibarengi nada sama videoklip nya bak sebuah mantra berwujud asih.

Digenapi sampai akhir mendengar lagunya. Sempurna sebuah kasih di lempar ke semesta. Tanpa sakwa sangka apapun. Entah agamanya apa, entah kaya atau miskin, entah berpendidikan atau orang kebanyakan.

Lagu Aguna mengiringi sifat fitri manusia menemukan wadahnya. Dipraktikkan, dijalankan penuh antusias tanpa surut sedikit pun.

Dan tak berasa lama, aku sudah duduk di sini, ku ulang kembali lagu itu, dan aku lihat tontonan dalam videoklip yang mampu buatku kembali ke masa-masa itu. Masa kecil: main jilungan, gobak sodor, betengan dan lain sebagainya!

Itu di jaman lalu. Di jaman kini, game mobile legend nirsosial. Membuat anak jadi soliter saja!

Baca Juga: Menjadi Eksis itu Hukumnya Wajib bagi Anak Republik Ini!

Meski sekarang sedang mengurus urusan orang dewasa. Kerjakan dan revisi laporan disertasi. Sepertinya lirik dan nada dari Soegi Bernean. Membuat diriku ingin kembali jadi anak kecil lagi.

Tak mau jadi anak yang lekas dewasa.

Tak pusing konsultasi. Tak bosan bimbingan, dan tak hirau harus sekolah lagi. Pagi, siang, sore, malam, bermain-main melulu! Isinya senang-senang.

Itulah ceritaku pagi ini. Menghidupkan asa pada kehidupan hari ini. Alhamdulilah.


AAS, 24 Februari 2023
Gedung Pascasarjana FE UB Malang

Editor : Redaksi