Catatan MAS AAS

Pemimpin Yang Kuat

Reporter : -
Pemimpin Yang Kuat
Mas AAS

Pemimpin yang kuat itu setengah dilahirkan dan setengahnya diciptakan kata siapa? Kata para mahasiswa ku.

Kenapa bisa begitu? Hasil menarik sebuah kesimpulan dari jalannya diskusi di dalam kelas kuliah semalam. Di Kampus ITB Yadika Pasuruan.

Baca Juga: Seorang Pemimpin Sejati bukanlah Pencari Konsesus: Ia Pembentuk Konsesus

Artinya kesimpulan di atas tentu tidak final kebenarannya masih relatif. Karena sumber untuk mengatakan yang demikian berangkat dari sebuah presentasi penyaji lalu dikembangkan menjadi diskusi mengangkat fenomena kepempimpinan yang para mahasiswa itu jumpai di kantor atau di pabrik saat mereka pagi hingga sore bekerja. Lalu malamnya kuliah.

Semalam ada dua kelas kepemimpinan yang saya ampu. Pokok bahasan "gaya kepemimpinan" menjadi bahasan dalam pertemuan kelima pada kuliah tersebut!

Karena mahasiswa yang mengikuti mata kuliah sudah paham cara saya mengajar mereka. Sehingga materi presentasi tidak sekadar salin tempel akan definisi dan teori yang banyak bertebaran di internet juga buku semata. Namun bagaimana presentasi mampu untuk bahan menganalisis sebuah kasus keseharian yang dialami di dalam organisasi, baik organisasi formal dan informal. Mereka bekerja di perusahaan itu adalah organisasi, mereka aktif di ormas, juga karang taruna itu juga organisasi. Terus para mahasiswa itu pasti pernah menjumpai praktik kepemimpinan sehari-hari dari para pimpinan mereka, baik di departemen perusahaan, dan juga ketua di organisasi non formal.

Dan semalam berbagai gaya kepemimpinan mulai: Gaya otoriter, demokratis, dan ada juga gaya situasional tak luput dari bahasan.

Seperti biasa permintaan saya kepada para mahasiswa itu. Adalah melengkapi dengan video pada materi presentasi mereka. Sehingga audiens dalam hal ini peserta kuliah yang lain, tidak hanya dijejali oleh teori dan definisi semata. Namun bisa melihat aksi, gerak, dan cara mempraktekkan gaya kepemimpinan itu sehari-hari di dalam sebuah organisasi!

Tibalah kemudian menonton sebuah video: Bagaimana seorang CEO disebuah perusahaan di Amerika membangun komunikasi kepada para anak buahnya saat di dalam perusahaan. Bagaimana si pemimpin itu mempraktekkan cara ia memimpin karyawannya.

"Pak Andi, sepertinya enak ya jadi karyawan saat dipimpin oleh CEO dari luar, seperti contoh pada video presentasi tadi," begitu diskusi dimulai, sudah memunculkan sebuah tanya!

"Enaknya di mana?"

"Sepertinya antara CEO dan anak buah tak ada jarak status, semua nya flat saja, asyik dan kelihatan enak gitu pak Andi," tegas si mahasiswa yang bertanya!

Baca Juga: Masjid yang Viral di Surabaya: Karena Melayani Kebutuhan Seluruh Umat

Dan pertanyaan itu tidak lantas aku jawab. Justeru saya kembali kan kepada penyaji. "Setiap negara, wilayah, dan latar manusia, akan menghadirkan gaya kepemimpinan yang berbeda," ujar si Ardi si penyaji!

Lalu oleh si Ambar, anggota lain dari tim penyaji menambahkan argumennya," Mungkin dalam video yang barusan diputar tadi, adalah sebuah contoh gaya kepemimpinan situasional dalam penyajian presentasi kami. Dan tentu saja situasi dan kehidupan di Amerika akan berbeda dengan kehidupan di sini Indonesia! Ini tentu membuat gaya memimpin seorang CEO sebuah korporasi dan perusahaan juga akan berbeda kalau di sini," tegasnya!

Ditambakan lagi oleh si Aji, anggota kelompok penyaji lainnya," Bisa jadi kalau di perusahaan di sini akan condong menggunakan gaya otoriter, yang kemungkinan bisa berhasil dalam memimpin sebuah perusahaan. Kenapa bisa begitu? Ya sesuai aplikasi dan goalnya mampu dicapai secara efektif pakai gaya itu," penjelasan tambahan si Aji membuat suasana kelas semalam jadi ramai hehehe!

Audiens semalam di kelas, mereka sepakat bahwa pemimpin yang kuat itu akan mampu memimpin dan mengantarkan tujuan organisasi tercapai dengan efektif dan efisien. Mereka dalam hal ini penyaji contohkan gaya kepemimpinan sang supervisor di pabrik di departemen produksi dimana si Aji bekerja di situ!

"Pak Andi, supervisor saya itu orangnya disiplin, dan perintah serta yang ia kerjakan sama! Ia minta anak buahnya disiplin, ia sendiri paling depan contohkan itu," ujar si Aji salah satu anggota penyaji! Sehingga semua anak buahnya seiring seirama berjuang bersama-sama dengan supervisor itu pak, untuk meraih tujuan organisasi! Berbeda dengan Supervisor sebelumnya, antara perintah dan yang ia tunjukkan berbeda. Minta anak buahnya disiplin ia sendiri moloran dan telatan datang ke pabrik!

Supervisor yang sekarang adalah contoh pemimpin yang kuat, sebaliknya, supervisor sebelumnya adalah contoh pemimpin yang lemah! Tegas si Aji.

Baca Juga: Hargai Semua yang Anda Miliki

Meski membahasnya masih dalam satu aspek saja. Yaitu perihal kedisiplinan yang dicontohkan oleh pemimpin. Meski ada syarat lainnya macam berani ambil resiko, mau menemani anak buat, dan banyak hal lainnya, sebagai indikator disebut pemimpin yang kuat. Akan tetapi itu akan saya sampaikan pada tulisan selanjutnya bisa jadi.

Mohon maaf suasana pagi Anda pada hari ini, sudah saya ganggu dengan share tulisan singkat ini! Perihal kisah kelas kuliah saya semalam di kampus ITB Yadika Pasuruan.

Tentu saja Anda juga punya cerita yang berbeda tentunya. Saat menemani anak didik Anda di dalam kelas-kelas kuliah Anda. Tentu saja bila itu didokumentasikan dalam bentuk sebuah pahatan aksara, menjadi legacy menarik, untuk nantinya dilain hari dan waktu, kita semua bisa baca kembali!

Demikian dahulu dan selamat pagi semuanya untuk Anda semuanya.


AAS, 14 Maret 2023
Taman Bungkul Surabaya

Editor : Nasirudin