Catatan Mas AAS

Membuat Buku Ajar Adalah Mimpiku Selanjutnya!

Reporter : -
Membuat Buku Ajar Adalah Mimpiku Selanjutnya!
Mas AAS

Tangi esuk. Langsung tandang gawe ning omah mburi: ngasahi, umbah-umbah lan bacut memeni ning samping omah, bar iku masak, jangan kluweh!

Karena Istri sedang tidak enak badannya. Tugasnya sekarang gantian aku kerjakan! Begitu kawan. "Piye awakmu dadi suami lan dadi wong Lanang, opo yo esoh umbah-umbah, asah-asah, lan masak? Nek ora esoh, kebacut, opo maneh ndadak alasan iku tugase bojo, istri!"

Baca Juga: Seorang Pemimpin Sejati bukanlah Pencari Konsesus: Ia Pembentuk Konsesus

Lalu setelah semua urusan domestik kelar. Lalu bebersih diri. Kini, aku langsung ambil kuda terbang di garasi, dan bawa si Mio J ke pangkalan buat bekerja, menjemput: intan, emas, dan berlian di jalan-jalan utama dan perkampungan di kota Pahlawan Surabaya. Kerja jadi ojek online dahulu.

Duduk di warung langganan di Taman Bungkul, pesan kopi, lalu menikmati suasana dan mensyukuri alam raya pada pagi ini!

Dan melakukan habit lawas dahulu sebelum mlayu antar penumpang, yaitu menulis menuangkan gagasan juga ide.

Melakukan olahraga jari-jemari mengetik di atas gawai.

Gagasan dan ide tentang apa mas AAS? Membuat buku ajar!

Lanjut ya ceritanya. Begini, peristiwa semalam dan seharian kemarin masih membekas di ingatan saya. Membuat video testimoni bagaimana cita-cita masa lalu ingin membuat buku ajar semalam, begitu jadi handicap saya.

Tapi karena hasrat yang begitu besar. Tuhan ternyata punya caranya yang ajaib. Untuk menolong saya menghilangkan mental blok yang saya alami saat ingin membuat buku ajar tersebut!

Justeru hampir 4-5 tahun lebih saya belajar menulis bebas dengan gaya free writing. Topik dan tema tulisan adalah sebuah kejadian dan peristiwa keseharian.

Sehingga dalam data di folder di dalam laptop saya. Kurang lebih dari pertama saya belajar menulis hingga hari ini sudah ada ribuan judul artikel tulisan. Sebagian kecil dikumpulkan menjadi tulisan yang akhirnya menjadi sebuah buku saya perdana. Berjudul Urip Iku Urup.

Karena setiap hari pasti ada tulisan yang saya buat. Hingga hari ini, yaitu tulisan ini.

Semalam sebagian jiwa saya mengingatkan ulang,"Andi kapan kamu akan buat buku ajar buat mahasiswa mu?"

Ada yang aneh, biasnya aku abaikan pertanyaan dari batinku itu. Namun semalam spontan seluruh jiwa dan tubuhku menjawab dengan lugas, "Aku mampu dan akan membuat buku ajar itu secepatnya, setelah kelar sekolahku S3, project buat buku ajar itu aku mulai," jawab diriku yang lain dengan yakinnya!

Dan bentuk keseriusan ku tersebut. Aku buatlah video, sebagai deklarasi kepada semesta. Dan berharap besar seluruh penghuni alam raya bekerjasama membantu ku mewujudkan cita-cita itu, amin!

Dan semalam aku pelajari ulang materi workshop tentang buku ajar yang dahulu di sampaikan oleh coach bapak Amirullah dari P2B-PT (Persatuan Penulis Buku Perguruan Tidak Tinggi). Dimana saya juga menjadi anggota organisasi tersebut, dan tergabung di dalam grup WAG nya.

Baca Juga: Masjid yang Viral di Surabaya: Karena Melayani Kebutuhan Seluruh Umat

Tidak berhenti di situ saja. Saya juga melakukan blogwalking di rumah maya para master yang memiliki jam terbang dalam membuat melahirkan buku ajar. Selain portal, website, saya juga menonton keterangan dari para YouTubers yang konsen menggunggah konten materi buku ajar.

Dan semua informasi itu sangat membantuku, tentang apa itu buku ajar, dan bagaimana cara membuatnya dan kemampuan menulis seperti apa yang hendaknya dikuasai oleh penulis buku ajar.

Menulis dengan gaya sendiri sangat dituntut saat membuat buku ajar. Jangan sekadar salin tempel informasi dari penulis lainnya saja. Dan sepertinya aku sudah memiliki gaya kepenulisan sendiri. Rada nakal, genit, dan masuk akal tentunya.

Selain itu pemilihan diksi. Penulis buku ajar benar-benar memperhatikan siapa yang akan membaca buku ajar itu: mahasiswa S1, S2, atau S3. Semua audiens sangat mempengaruhi bagaimana pilihan diksi harus disesuaikan.

Aku mengajar mahasiswa S1, tentu menjadi sedikit lebih mudah daripada membuat buku ajar untuk mahasiswa S2 apalagi S3.

Selain itu melakukan pengemasan ulang dari informasi yang didapat dari penulis lain, melalui metode Horward dalam menulis buku ajarnya.

Sumber informasi bisa diperoleh dari: buku referensi, hasil penelitian, seminar, lalu dikemas dibahasakan oleh bahasanya versi penulis buku ajar sendiri.

Dari pengetahuan mendasar soal bagaimana buku ajar itu kudu dibuat. Pengalaman memungut dan menghidupkan huruf-huruf selama ini. Saya kira menjadi pengalaman yang bakalan membantu ku untuk membuat buku ajar nantinya. Semoga dan amin.

Baca Juga: Hargai Semua yang Anda Miliki

Sepertinya membahas buku ajar, dan bagaimana buku ajar itu dibuat. Telah menjadi mimpi berikutnya yang harus dan wajib aku wujudkan.

Dan sejak semalam. Aku begitu gandrung sekali membaca informasi seputar buku ajar di rumah maya Penerbit Deepublis. Di rumah maya ini, aku bertamu semalaman dan hampir aku incip semua menu suguhan berupa tulisan perihal buku ajar dan tetek bengek nya. Yang ditulis oleh para penulis tetap dari penerbit tersebut.

Aku semalam tidur begitu telat. Baru dinihari aku merebahkan raga di pembaringan untuk memberi haknya tubuh istirahat. Dan sejak bangun tidur tadi pagi, pikiran tentang membuat buku ajar itu begitu membuat hidupku di pagi ini jadi bersemangat. Sampai tulisan ini perlu aku buat! Hidup ku ke depan jadi punya tujuan jelas. Lulus S3 dan segera buat buku ajar!

Setidaknya tulisan ini menjadi alarm buat pengingat. Bahwa buku ajar perdana dari Mister AAS harus terwujud.

Saya kira tulisan ini sudah cukup panjang. Dan waktunya saya harus bekerja.

Demikian dan terima kasih.

Tarik Mangggggg.


AAS, 19 Maret 2023
Taman Bungkul Surabaya

Editor : Nasirudin