Catatan Mas AAS

Memperkuat Selubung Syaraf Myelin Menulis!

Reporter : -
Memperkuat Selubung Syaraf Myelin Menulis!
J.S. Khairen

"The more the skill is exercised, the less aware you are of using it. It begins to feel natural, like you've always had it. Walking and talking are good examples".
(Daniel Coyle)


Semua kisah hebat di dunia ini adalah sama. Polanya sama.

Baca Juga: Manusia Dilahirkan untuk Berkontribusi, Bukan Mengeluh

Tinggal kalau mau hebat, ikuti saja polanya. Juga dalam soal menjadi seorang penulis hebat.

Entah fiksi maupun non fiksi.

Biasa usai berbuka, lalu kegiatan untuk memperkuat MYELIN menulis dimulai. Apa itu? Menulis!

Menyimak pembicaraan seorang yang pernah ikut Prof. Rheinald Kasali. Hampir 3,5 tahun anak muda itu mengikuti kemana saja sang Guru Besar Ilmu Manajemen dari Kampus UI tersebut, bertugas, bepergian!

Nama anak muda itu adalah mas J.S. Khairen. Ia kini juga seorang penulis cerpen, dan novelis beken.

Ceritanya kurang lebih begini: Sudah menjadi hal biasa dan boleh disebut rutin. Hampir tiap Minggu Prof. Rheinald Kasali selalu ada acara ke luar kota dan luar pulau.

Selain mengajar tentu juga menjadi pembicara, di Perguruan Tinggi, atau juga di berbagai perusahaan. Karena ilmu dan kompetensi yang dimiliki oleh beliau.

Nah, pasti mas J.S. Khairen ini selalu menemani. Tidak jarang saat terbang, pasti jadwal pesawat ada delay. Entah satu jam atau satu setengah jam!

Kebiasaan Prof. Rheinald Kasali selalu keluarkan dua kertas dari tasnya, lalu pulpen. Dan mas J.S. Khairen, asyik dengan kegiatan nya sendiri: ngemil, atau makan eskrim mungkin.

Masih menurut cerita nya mas J.S. Khairen. Biasanya tak menunggu waktu satu jam. Tulisan di atas kertas yang dibuat oleh Prof. Rheinald Kasali selesai.

Dan mas Khairen iseng bertanya," Prof. Sudah selesai ya menulisnya?", "Sudah! Dan sudah saya photo, lalu kirim ke Koran Sindo," kata Prof Rheinald Kasali!

"Terbit kapan Prof, tanya mas J.S. Khairen?"

"Besok!"

Lalu di dalam pesawat. Prof. Rheinald Kasali keluarkan kertas lagi, dua lembar juga! Mulailah beliau menulis.

Namun tulisan kali ini akan dikirim ke Koran Kompas, saat nanti turun di bandara yang di tuju. Kurang lebih beliau menulis juga satu jam saja. Dan akan diterbitkan oleh Kompas, besok juga!

Satu jam menulis di ruang tunggu bandara. Dan satu jam berikutnya menulis di dalam pesawat. Menulis di atas kertas, lalu langsung kirim, ke koran bertiras besar, lalu tampil di headline , lalu rekening kemudian sudah ada piti transferan!

Setengah jam saya menyimak suguhan konten tentang rahasia menulis yang diunggah oleh mas Khairen di akun YouTube nya! Sambil ia bercerita cara ia menulis dan berguru kepada siapa saja!

Baca Juga: Ontran-ontran Bak Sinetron FTV: Sebuah Drama yang Terus Berlanjut

Mas J.S. Khairen sudah naik kelas. Tidak lagi ia sebagai pembawa tas dan selalu menemani Prof. Rheinald Kasali, saat bertugas menjadi dosen juga menjadi seorang pembicara papan atas di negeri ini.

Kini sang pembawa tas itupun menjadi pembicara materi tulis menulis yang selalu ditunggu dan dinanti ilmunya oleh para peserta pelatihan yang ingin menjadi penulis seperti kayak mas J.S. Khairen.

Kalau bisa malah kayak gurunya yaitu Prof. Rheinald Kasali!

Sekarang dalam tulisan seterusnya, khusus membahas ilmu yang disampaikan oleh mas J.S. Khairen dalam materi di konten YouTube nya tadi.

Teorinya ada lima saja yang disampaikan oleh mas J.S. Khairen untuk bisa menjadi penulis hebat: pertama, segera ambil kertas, laptop, gawai, dan segera menulis lah. Kedua, jangan berhenti menulis kalau belum habis pikiran yang ada di kepala dikeluarkan semua dan sudah ditulis. Ketiga, tak usah mikirin hasil tulisan, pastilah jelek, biarkan. Keempat, jangan takut dikritik, dibully, share saja tulisan itu. Kelima, edit, lalu dibaca keras tulisan itu, lalu publish!

Dan dari kelima teori itu. Seorang mas J.S. Khairen, memberi pesan kuat-kuat: penting untuk selalu melatih MYELIN otot-otot kepenulisan terbentuk, caranya? Menulis lah setiap hari! Meski hanya satu paragraf.

Kalau membaca teorinya mas J.S. Khairen. Sepertinya sama dengan teori yang dimiliki oleh mas AAS...upps!

Tidak disitu saja. Menurut mas J.S. Khairen. Penting juga seorang yang ingin menjadi penulis. Wajib membaca buku, minimal sebulan sekali sebanyak dua buah buku.

Buku pertama adalah fiksi, untuk vitamin hati. Dan buku non fiksi untuk memberi asupan pikiran akan informasi yang bergizi!

Tanpanya membaca yang rakus maka tulisan seorang penulis itu akan lari ditempat saja.

Baca Juga: Urip Ayem Tentrem: Menikmati Gending Lawas di Emper Omah

Tidak kemana-mana. Dangkal, tak mampu menukik kedalam jiwanya seorang pembaca saat tulisan penulis itu dibaca!

Kesemuanya habit ini penting dimiliki oleh seorang penulis. Apabila ingin memiliki kemampuan membuat tulisan layaknya guru mas J.S. Khairen yaitu Prof. Rheinald Kasali, atau minimal menghasilkan novel atau cerpen seperti yang dibuat oleh mas J.S. Khairen!

Karena sanad nya memang seperti itu.

Mas J.S. Khairen. Belajar menulis dari gurunya yaitu Prof. Rheinald Kasali. Dan Prof. Rheinald Kasali juga belajar dari gurunya juga ilmunya kurang lebih sama ya begitu itu.

Ilmunya sama!

Diawal-awal seorang penulis belajar menulis. Harus mau memperkuat otot-otot kepenulisan nya dengan belajar membuat tulisan dalam waktu yang tidak sebentar.

Bisa bertahun-tahun. Ini yang kadang seseorang tidak kuat melakukannya, ujarnya!

Dan memiliki habit membaca yang di atas rata-rata. Karena belajar pertama menulis yang efektif adalah dengan membaca, tegas mas J.S. Khairen! Itu juga yang disampaikan oleh gurunya yaitu Prof. Rheinald Kasali


AAS, 26 Maret 2023
Warung Kopi Rungkut Surabaya

Editor : Wahyu Lazuardi