Catatan Mas AAS

Tak Berbaju

Reporter : -
Tak Berbaju
Tak Berbaju

Hari perlahan berjalan menuju malam. Bilangan jam lagi tiba, maka malam pun berganti hari.

Cepat sekali.

Baca Juga: Ontran-ontran Bak Sinetron FTV: Sebuah Drama yang Terus Berlanjut

Di latar rumah tampak gelap, sinar rembulan sepi menyinari bumi. Entah apa karena baru datang rinai tumpah ke bumi!

Sang jiwa itu kemudian sesuai tabiatnya. Ia tak pernah memandang warna, latar, dan bahkan wajah. Ia hanya tunduk dalam rasanya untuk menemui kekasihnya. Pada malam yang mulai larut sekarang.

Semua tampak sama, indah, karena semua tak berbaju. Menjadi riuh manakala semua manusia itu rebutan baju, apalagi baju sutera.

Namun, sejak awalnya pula. Batin itu selalu penuh riak justru saat sepi begini.

Kadang pada situasi sebaliknya. Akan diam tenang menghanyutkan. Bisa jadi suara langit juga demikian!

Bukankah yang di sini merupakan percikan yang di sana!

Entah kenapa yang di bumi, sudah berbaju bersih, baik, dan rapi. Malahan jengah dengan bajunya sendiri!

Dan ia tak berhasrat untuk menggunakan baju lagi sepertinya. Itu saja!

Kadang pakai baju, saat lain tidak mengenakan baju. Karena mungkin ongkep bisa saja itu terjadi!

Baca Juga: Urip Ayem Tentrem: Menikmati Gending Lawas di Emper Omah

Dan lahir pun tampak indah juga mewah. Bila menggunakan baju nan lengkap.

Dan bukan kesalahan pula. Baju yang terpakai itu tidak mampu membuat raga itu tampak smart juga perlente.

Sehingga lepaskan dahulu itu bajunya sebentar, biar kecerdasan di pikiran itu berfungsi semestinya!

Agar tidak banyak terdakwa di dalam kehidupan yang sejenak ini!

Karena baju itu selalu mengajak manusia untuk mengenakan seragam yang sama, mungkin saja begitu polanya!

Baca Juga: Inspirasi dari Kebaikan Kecil

Kurang atau tidak menerima baju lainnya.

Kenapa bisa begitu?

Entahlah!

Bisa jadi karena manusia itu terlalu lama di dalam ruang akademik, dan terlalu sebentar di dalam ruang hidup dan kehidupan yang peristiwa dan kejadiannya tidak akan pernah sama! Yang dijumpainya.


AAS, 9 April 2023
Emper Rumah Surabaya

Editor : Wahyu Lazuardi