Suasana jumpa pers secara daring

Surabaya - Pelaku pembunuhan terhadap Ika Puspita Sari (36) di Apartemen Puncak Permai Tower A, Surabaya ditangkap. Polrestabes Surabaya menggelar jumpa pers siang ini secara daring, Kamis (23/4/2020).

Pelaku ditangkap Tim Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya. Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho membeberkan barang bukti yang telah disita dari tangan pelaku.

"Ini jaket yang dipakai pelaku," kata Sandi.

Selain jaket, polisi juga menyita tas dan sandal serta dompet. Diduga pelaku menghabisi korban karena tersinggung. Korban disebut pelaku tidak memenuhi janjinya.

Pelaku merasa tersinggung apa yang telah disampaikan korban tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

Pelaku bernama Ahmad Junaidi Abdillah warga asal Sampang, Madura yang indekos di kawasan Sawahan, Surabaya.

Abdillah diciduk saat sedang bekerja di sebuah pabrik keripik usus. Kepada wartawan, pelaku mengaku saat itu emosi karena diejek 'tidak mampu membayar'.

Pelaku juga mengaku telah membayar sejumlah uang pada korban sesuai angka yang disepakati bersama. Namun saat di lokasi, korban hanya mau 'melayani' pelaku sekali.

"Yang ditarifkan Rp 800 ribu (untuk melayani) dua kali dan Rp 500 ribu untuk satu kali (melayani)," katanya.

Saat pelaku menanyakan kepada korban yang baru dikenal melalui media sosial (medsos) aplikasi MiChat itu bahwa tarif apakah bisa ditawar. Korban menjanjikan bisa jika pelaku sudah datang ke apartemen.

"Bisa ditawar lagi. Pertama dia mau Rp 500 ribu dua kali, deal. Tapi setelah satu kali, dia tidak mau 'main' lagi," ujarnya. Itulah yang membuat pelaku naik pitam yang kemudian nekat menghabisi korban dengan sebilah pisau dapur yang diambilnya tak jauh dari posisinya.

"Saya emosi saat itu. Lihat ke kanan melihat ada pisau dapur, lalu saya gunakan. Sudah panas dan emosi," tandasnya.

Korban ditemukan tewas bersimbah darah dalam kondisi hanya mengenakan baju atasan dan celana dalam di depan lift lobby service Lantai 8 Apartemen Puncak Permai Tower A, Surabaya pada Rabu (22/4/2020) pagi.

Selain darah di tubuhnya, juga banyak jejak darah yang berceceran dekat lift tempat korban ditemukan. Dari hasil olah TKP dan identifikasi, ditemukan tiga luka sayat di bagian leher korban yang diduga dari senjata tajam (sajam).

Setelah melakukan sederet penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi serta mengamankan alat bukti petunjuk, polisi menyebut jika wanita asal Genuk, Semarang, Jawa Tengah itu adalah korban pembunuhan. Terduga pelaku bahkan sudah teridentifikasi.

 

Berita Terkait