Harga Elpiji Turun 9.000

avatar jatimupdate.id
  • URL berhasil dicopy
Sejak 26 Juni 2023 harga elpiji nonsubsidi turun
Sejak 26 Juni 2023 harga elpiji nonsubsidi turun

Jakarta,JatimUPdate-PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga elpiji nonsubsidi tabung 5,5 kilogram (kg) dan 12 kg sejak 26 Juni lalu. Pada produk Bright Gas 5,5 kg, harga isi ulang mengalami penurunan sebesar Rp 4.000/tabung. Sedangkan untuk isi ulang produk Bright Gas 12 kg turun sebesar Rp 9.000/tabung menjadi Rp 204.000 per tabung dari sebelumnya Rp 213.000.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengatakan, penentuan harga elpiji nonsubsidi menjadi kewenangan badan usaha dengan mengacu tren dan mekanisme harga Contract Price Aramco (CP Aramco).
"Dalam kurun waktu terakhir, tren harga CP Aramco mengalami penurunan, sehingga Pertamina turut melakukan penyesuaian berupa penurunan harga untuk elpiji nonsubsidi 5,5 kg dan 12 kg. Untuk produk nonsubsidi prinsipnya menyesuaikan harga pasar,” ungkap Fadjar dalam siaran pers, Rabu (8/7/2023).

Sementara itu, untuk harga elpiji bersubsidi atau elpiji tabung 3 kg, tidak mengalami perubahan. Penetapan harga patokan elpiji bersubsidi menjadi kewenangan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Penetapan harga elpiji bersubsidi tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 253.K/12/MEM/2020 tentang Harga Patokan Liquefied Petroleum Gas Tabung 3 Kilogram. "Sehingga, sebagai badan usaha yang ditunjuk mendistribusikan elpiji subsidi 3 kg, Pertamina siap menjalankan arahan dan kebijakan pemerintah," kata Fadjar.

Adapun untuk mengatur Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji 3 kg, pemerintah daerah (pemda) dalam hal ini memiliki kewenangan di setiap provinsi, kabupaten maupun kota. Hal tersebut juga diatur oleh Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2009, tentang Penyediaan dan Pendistribusian LPG. Menurut pasal 24 ayat (4) beleid itu, disebutkan bahwa HET menyesuaikan kondisi daerah, daya beli masyarakat, dan margin yang wajar.
Pertamina terus menyosialisasikan imbauan penggunaan subsidi tepat sasaran khususnya dalam hal ini elpiji 3 kg yang ditujukan untuk masyarakat yang berhak. "Pertamina juga melakukan uji coba penyaluran elpiji 3 kg dengan menggunakan KTP agar lebih tepat sasaran," ungkap Fadjar. (Dan)