Lapangan pekerjaan Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan menyerap tenaga kerja paling banyak di Jatim

oleh : -
Lapangan pekerjaan Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan menyerap tenaga kerja paling banyak di Jatim
Petani tambak di Gresik menimbang bandeng

SURABAYA (Jatimupdate.id) – Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2022, tiga lapangan pekerjaan di Jatim yang menyerap tenaga kerja paling banyak adalah Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yaitu sebesar 34,38 persen, Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 18,46 persen dan Industri Pengolahan sebesar 14,36 persen.

 

"Dominasi tiga sektor ini masih menunjukkan pola yang sama dengan kondisi Februari 2021," tandas Sunaryo. Di sisi lain, penduduk usia kerja di Jawa Timur pada Februari 2022 sebesar 32,45 juta orang, mengalami kenaikan 659.330 orang dibandingkan Februari 2021. Jumlah penduduk yang masuk dalam kategori angkatan kerja cenderung meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk di Jatim. Penduduk usia kerja merupakan semua orang yang berumur 15 tahun ke atas.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur (Jatim) mencatat, pada Februari 2022, penduduk bekerja di Jatim masih didominasi oleh penduduk yang berpendidikan SD ke bawah yaitu sebanyak 43,50 persen. Sementara yang berpendidikan tinggi seperti Diploma dan Universitas sebesar 2,37 juta orang atau 10,80 persen.

 

Distribusi penduduk bekerja menurut pendidikan masih menunjukkan pola yang sama baik pada Februari 2021 maupun Februari 2022. Dibandingkan dengan Februari 2021, persentase tenaga kerja dengan pendidikan SD ke bawah, Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Universitas mengalami peningkatan.

 

"Sebaliknya, tenaga kerja dengan ijazah Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Diploma mengalami penurunan," kata Koordinator Fungsi Statistik Sosial BPS Jatim, Sunaryo dalam rilisnya, Rabu (11/5/2022).

Data BPS Jatim juga mencatat, penduduk Jatim yang bekerja di kegiatan informal sebanyak 13,72 juta orang atau 62,54 persen. Sedangkan yang bekerja di kegiatan formal sebanyak 8,22 juta orang atau 37,46 persen. Penduduk bekerja di kegiatan formal pada Februari 2022 naik sebesar 0,46 persen poin jika dibandingkan Februari 2021. "Penduduk bekerja dan berstatus buruh atau karyawan mencapai 33,94 persen atau sepertiga dari total penduduk bekerjanya," imbuh Sunaryo.