4 di Jatim, 1 di Aceh

Pemerintah Lockdown ternak di 5 Kabupaten

oleh : -
Pemerintah Lockdown ternak di 5 Kabupaten
Gubernur Khofifah Tekankan Strategi Tutup Sementara Pasar Hewan Daerah Terdampak Dan Karantina Berbasis Kandang Tangani Wabah PMK Sapi

Jakarta ( jatimupdate.id)-Kementerian Pertanian (Kementan) menutup arus keluar masuk ternak atau menerapkan mekanisme lockdown. Menyusul munculnya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Lockdown diberlakukan di 5 kabupaten.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah menginstruksikan Menteri Pertanian (Mentan) melakukan penguncian wilayah untuk lalu lintas ternak. Untuk mencegah penyebaran PMK.

"Saya minta Menteri Pertanian, segera dilakukan lockdown zonasi, lockdown di wilayah, sehingga mutasi ternak dari satu tempat ke tempat yang lain atau pergerakan ternak dari kabupaten ke kabupaten, apalagi provinsi ke provinsi betul-betul bisa dicegah," kata Jokowi seperti ditayangkan akun Youtube Sekretariat Presiden, Senin (9/5/2022).

Kelima kabupaten itu adalah Aceh Tamiang di Aceh, berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian No 404/KPTS/PK.300/M/O5/2022 tentang Penetapan Daerah Wabah Penyakit Mulut dan Kuku di Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh, tertanggal 9 Mei 2022.

Lalu, Mojokerto, Gresik, Sidoarjo, dan Lamongan di Jawa Timur, berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian No 403/KPTS/PK.300/M/O5/2022 tentang Penetapan Daerah Wabah Penyakit Mulut dan Kuku Pada Beberapa Kabupaten di Provinsi Jawa Timur, tertanggal 9 Mei 2022.

Senin (11/5) virus ini juga mulai menyerang kabupaten Lumajang dan probolinggo, sementara di Jawa tengah, Penyakit mulut dan kaki (PMK) mulai menjangkiti hewan ternak di Boyolali. Ada 10 sapi di Desa Singosari, Kecamatan Mojosongo terkonfirmasi PMK. Untuk mencegah wabah meluas, Dinas Peternakan (Disnakan) Boyolali membatasi lalu lintas sapi dari Jawa Timur, yang lebih dulu mewabah.

Kepala Disnakan Boyolali Lusia Dyah Suciati mengatakan, 10 sapi yang terkonfirmasi PMK diduga terpapar dari ternak asal Wonogiri. Ditambah lagi ada empat pasar hewan di Kota Susu yang membuat lali lintas hewan cukup padat.

”Dari 15 ekor sapi yang di kandang, hanya 10 ekor yang diambil sampelnya. Hasilnya 10 sapi terkonfirmasi terpapar PMK. Lima lainnya menunjukan gejala serupa. Laporan ini masuk Sabtu (7/5), lalu kami periksa dan vaksin pada Minggu (8/5). Hasilnya memang terkonfirmasi positif semua, karena gejalanya sama semua,” jelasnya di sela pengecekan di Singosari, Mojosongo, Selasa (10/5).

Puluhan ekor sapi di Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) diduga terkena virus. Sapi-sapi tersebut mengalami gejala yang hampir sama dengan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sedang merebak di Jawa Timur.

"Dari laporan masyarakat ditemukan 63 ekor sapi yang tiba-tiba sakit atau diduga terkena wabah penyakit. Namun, tidak ada yang mati," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Tengah Lalu Taufikurahman di Praya, Selasa (10/5/2022).

"Tim sudah turun mengambil sampel. Hasilnya akan keluar pada pekan ini. Nanti kita akan sampaikan, ketika hasil lab dari Denpasar Bali telah keluar," kata Taufikurahman.

Dari hasil pemeriksaan di lapangan, gejala penyakit yang dialami ternak itu seperti adanya lelehan lendir dari mulut, hidung, luka di hidung, air liur berlebihan dan panas badan terlalu tinggi mencapai 37 derajat Celsius, demam, serta di antara kuku kaki ada luka. Selain itu, sapi milik warga itu tidak ada nafsu makan yang mengakibatkan lemas atau tidak seperti biasanya.

"Gejalanya hampir sama, tapi belum bisa kita pastikan. Peluang sembuh itu lebih besar sehingga kita melakukan upaya pengobatan," jelasnya.