Soal Penertiban Baliho dan Banner Caleg, Walikota Eri Cahyadi Angkat Suara

Reporter : -
Soal Penertiban Baliho dan Banner Caleg, Walikota Eri Cahyadi Angkat Suara
Baliho bacaleg di Jalan Gembong sebelum ditertibkan

Surabaya,JatimUpdate.id - Pemkot Surabaya baru-baru ini gencar melakukan penertiban baliho dan banner calon legislatif (Caleg) partai politik (Parpol) di sejumlah kawasan.

Penertiban baliho dan banner itu, turut Walikota Surabaya Eri Cahyadi buka suara.

Baca Juga: Lagi Eri Cahyadi Full Senyum, PKS Dukung Sebagai Cawali di Pilkada Serentak 2024

Ia menjelaskan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan seluruh pimpinan parpol di Surabaya, terkait penertiban baliho dan banner itu.

Sebab menurut Eri Cahyadi, pemasangan baliho dan banner bacaleg parpol tersebut banyak dikeluhkan warga.

"Jadi kemarin kita sudah sampaikan kepada seluruh parpol, karena warga Surabaya ini protes semuanya," kata Eri di Jalan Yos Sudarso, Kamis (24/8).

Eri Cahyadi menyebut, protes warga itu lantaran pemasangan baliho dan banner sangat menumpuk, hingga membikin kumuh suatu kawasan. Karena satu titik dijejeri 6 baliho.

"Banyak baliho parpol menyebar di Surabaya, 1 titik bisa 6 baliho." ujar Eri Cahyadi.

Baca Juga: Komisi A Minta Inspektorat Segera Lakukan Pendalaman Temuan Sidak Wali Kota Soal Parkir Liar di KBS

Maka dari itu, Pemkot bakal mendiskusikannya dengan DPRD, agar satu titik tidak dijejeri 6-8 baliho dan banner. Seperti di dekat Transmart.

"Itu lihat ada 8 baliho besar besar, Jadi nutup pendistrian. Akhirnya warga menyampaikan hal seperti itu." jelasnya.

Eri Cahyadi menambahkan, bila baliho dan banner bacaleg tidak diterbitkan, menurutnya bakal menimbulkan polemik. Sehingga Pemkot menyampaikan hal itu ke DPRD Surabaya.

Baca Juga: Caleg Terpilih Demokrat, Wisata Kota Lama Harus Berdampak Kepada UMKM, Tidak Dimonpoli Pemodal Besar

"Nah kita sudah sampaikan karena ini demi kebaikan daripada DPRD. Agar (protes) warga ini bisa dipahami," tuturnya.

Agar imbau Eri Cahyadi, dalam sosialisasi pencalegan ke depan, nantinya 1 titik tidak memasang 6-8 baliho dan banner.

"Nanti dipikir DPRD punya kekuatan, kekuasaan tapi kok membuat seperti yang disampaikan warga," demikian Eri Cahyadi. (roy)

Editor : Ibrahim