Catatan Mas AAS

Rumah Cinta, Oase Kehidupan Dari Lereng Gunung Merbabu Untuk Sesama

Reporter : -
Rumah Cinta, Oase Kehidupan Dari Lereng Gunung Merbabu Untuk Sesama
rumah cinta

"Tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini, semua adalah dampak dari segala tindakan yang kita lakukan!"

Dan segala tindakan anak manusia seturut dengan makna yang ada di dalam firman: adalah menghendaki bisa berbuat sesuatu berdimensi vertikal serta horisontal. Habluminallah serta habluminanash, amin!

Baca Juga: Momentum Itu Diciptakan

31 tahun tidak bertemu, semenjak lulus dari bangku sekolah SMP. Tepatnya di SMPN I Boyolali.

Anak-anak yang dahulunya: nakal, wajah kumus-kumus, dan perangai di sekolah masih ngasal dan terkesan semau gue ala anak remaja. Semalam bertemu dalam acara reuni terbatas, sekira 17 sahabat lawas bisa kopdar, berjumpa di kopi darat! Conecting DOT terjadi.

Kita bertemu di rumah salah satu alumni, di Rumah Cinta sebuah tempat seorang sahabat di Jalan Merbabu 89, Mbak Ninik namanya.

Rumah Cinta selayaknya sebuah legacy warisan hidup perihal kasih beserta cinta yang hakiki: coba dimaknai dan dijalankan sebagai sebuah lelaku hidup, dengan berbagai banyak kebajikan kepada banyak orang.

Rumah berarsitektur Jawa dengan sentuhan modern, menjadi saksi bisu tempat kita saling bertemu dan membuat gagasan besar bagaimana kerja-kerja yang disemangati akan rasa cinta serta kasih akan dieksekusi. Dan akan kita persembahkan bagi almamater tercinta serta seluruh stakeholder lainnya.

Dalam bentuk kongkrit: terbentuklah sebuah kepanitiaan abadi kalaulah bisa disebut demikian. Untuk mengelola mimpi kita bersama semalam mewujud nyata. Dan harapan nya akan semakin banyak yang tersenyum akan kiprah dari komunitas yang terbentuk.

Di pandegani oleh Mas Odi di posisi Ketua, mbak Ninik di posisi Sekretaris dan Mbak Esti di posisi bendahara. Karena ketiganya at least yang berdomisili di Boyolali. Posisi penulis cukup menjadi tim hore serta memastikan tanggung jawab itu mau kita ambil dan tentunya ada PIC nya, penanggungjawab nya!

Bismillah. Kerja-kerja besar segera dimulai dengan kerja-kerja nyata yang segera dilakukan: ada circle pertemuan yang lebih besar lagi daripada acara semalam, plus kita koneksi kan dengan almamater tercinta.

Karena kawan-kawan semalam sadar: hanya karena kasih serta cinta yang diberikan oleh bapak dan ibu guru saat dahulu sekolah di SMP Negeri 1 Boyolali, kami sekarang telah menjadi manusia yang berada di posisi sekarang. Dan luar biasa nya pula kita semalam semacam bersepakat untuk menggelorakan kerja-kerja riil dalam nafas penuh cinta yang akan kita semaikan di semesta. Sebuah manifestasi yang perlu diberi apresiasi tinggi!

Tak ada gusar, risau, dan merasa berat saat melakukan kebajikan dengan menggunakan spirit terbesar di semesta ini yaitu cinta. Cinta yang kita lempar ke semesta, cinta pula yang akan kita panen dari semesta. Begitu sebuah keyakinan yang ditopang oleh banyak evidence bukti riil dalam lakon hidup sehari-hari yang dialami para kawan-kawan semalam.

Baca Juga: Seorang Pemimpin Sejati bukanlah Pencari Konsesus: Ia Pembentuk Konsesus

Dan kita tidak akan serakah untuk mengangkangi keberlimpahan yang sempat Tuhan hadirkan dalam kehidupan kita masing-masing. Sesudah itu kita ingin juga membagikan, mengajak kepada orang lain utamanya para alumni dari almamater tercinta khususnya angkatan 92 dan umumnya angkatan lainnya merasakan serta meyakini akan spirit adiluhung yang sama!

Orang-orang terpilih yang mengemban amanah luhur semalam. Meski tidak digaji, mereka begitu antusias untuk memimpin teman-temannya berjalan bersama dalam aras yang selaras serta seturut perintahNya. So sweet euiii.

Sepertinya kegiatan semalam mampu memantik penduduk langit setidaknya mau melirik di Jalan Merbabu no 89 tempat acara kumpul-kumpul bolo lawas SMP berlangsung.

Tinggal menunggu sing ngecet lombok akan tersenyum seiring kerja-kerja nyata dalam segala aspek yang bisa dilakukan mewujud nyata.

Maturnuwun Gusti. Pulang ke kampung halaman demi niatan untuk berbakti kepada orang tua serta leluhur. Bebarengan dengan hal itu, mampu merasakan energi berbakti radius dan atmosfir diperluas dengan melihat hasrat yang membuncah pada diri teman-teman alumni SMP semalam utamanya di angkatan 92. Benar-benar hidup ini tidak ada yang kebetulan.

Silaturahmi yang diadakan secara mendadak, mampu memberikan insight diri yang sedemikian besar dan berharganya. Hati serta jiwa kami menjadi terbuka, dan sadar harus melakukan apa saat sudah diberikan kesempatan hidup di dunia ini oleh-Nya.

Baca Juga: Masjid yang Viral di Surabaya: Karena Melayani Kebutuhan Seluruh Umat

Penulis melihat semua orang berlomba-lomba ingin berbuat kebajikan bukan ingin berkompetisi untuk menambah aksesoris kemegahan diri semata: entah gelar, rumah megah, dan kendaraan mewah yang bertambah. Namun para sahabat semalam ingin membumikan kasih serta cinta buat dibumikan dalam tindakan nyata teruntuk Alumni beserta almamater tercinta!

Dampak dari itu semua: setiap yang hadir semalam, memiliki semangat hidup berlebih untuk menjadi versi terbaik dari dirinya masing-masing. Dan mampu memberikan buah karyanya untuk almamater.

Cinta sejati adalah meneduhkan dikala gelisah, dekat dikala susah, mengobati dikala sakit, dan mesra dikala bahagia. Dan semuanya itu identik dengan sebuah tindakan tidak sekadar berbicara saja.

Dan bolo lawas semalam sadar akan hal yang demikian. Semoga Allah SWT selalu meridhoi langkah beserta cita-cita angkatan 92 para alumni SMPN I Boyolali. Untuk bergandengan tangan melakukan kebajikan secara bersama-sama, aamiin yra/

 

AAS, 27 Agustus 2023
Emper Rumah Desa di Kampung Halaman Klaten

Editor : Yuris P Hidayat