Catatan Mas AAS

Belajar Bertanya Membuat Kita Berfikir Dan Menemukan Solusi

Reporter : -
Belajar Bertanya Membuat Kita Berfikir Dan Menemukan Solusi
Mas AAS

Aneh saja kenapa di setiap kelas saat kita sekolah atau malah kuliah dahulu: sangat jarang terdengar pertanyaan dari ruang kelas juga juga ruang kuliah yang diajukan siswa juga mahasiswa kepada guru juga dosennya.

Apakah mereka sudah paham, akan materi yang disampaikan, enggak juga. Mencoba memanggil memori kembali atas pengalaman yang dialami sendiri oleh penulis saat pernah sekolah dan kuliah.

Baca Juga: Pengalaman Mengajar Hari Ini!

Sejak sekolah dasar, bahkan hingga ke level puncak kuliah doktoral. Sangat jarang kalaulah boleh mengatakan ada pertanyaan muncul dari dalam kelas.

Ya hanya satu dua orang saja, itu saja perlu dimotivasi oleh guru juga dosennya untuk bertanya, tak jarang malah dipaksa harus bertanya, ironis.

Pengalaman aneh namun nyata.

Namun saya yakin, para pembaca yang budiman juga akan menjumpai fenomena tersebut, dalam pengalaman saat menjalani sekolah maupun kuliahnya bukan? Sangat sepi ruang dan kesempatan bertanya itu diambil oleh yang berkepentingan bertanya dalam hal ini siswa juga mahasiswa.

"Orang berhenti bertanya ketika beranggapan bahwa mengajukan pertanyaan menunjukkan kebodohan atau mengajukan pertanyaan menunjukkan ia tidak tahu apa-apa!"

Fenomena itu barangkali telah menjadi sebuah fakta yang menghinggapi ruang dalam benak kita masing-masing.

Membicarakan kreativitas merupakan perihal yang selalu menyenangkan. Dan ada satu hal yang ingin kita ketahui tentang manusia-manusia. Dan mengamati serta mempelajari manusia adalah sebuah materi yang menyenangkan penulis.

Kenapa mereka para inovator dan penemu, berhasil dalam bidang yang mereka geluti, sementara kebanyakan orang lain tidak seperti mereka?

Baca Juga: Anda Hanya Kalah Ketika Anda Menyerah!

"Tidak ada formula ajaib," kata Warren Berger dalam bukunya, A More Beautiful Question. "Tidak ada penjelasan tunggal tentang keberhasilan mereka. Namun, saya mencatat satu kesamaan di antara orang-orang brilian itu, mereka biasanya luar biasa bagus dalam merumuskan pertanyaan."

Salah seorang ilmuwan genius dunia yaitu Albert Einstein, yang juga sangat gemar bertanya, mengatakan bahwa hal terpenting dalam hidup adalah jangan pernah berhenti bertanya. Ia mengatakan itu karena mengajukan pertanyaan mengisyaratkan bahwa kita masih mempertahankan rasa ingin tahu kita. Dan keingintahuan mendorong orang mengajukan pertanyaan dan berpikir. Kenapa seperti ini, kenapa situasi saya begini, kenapa saya bisa menjadi lebih baik dari sekarang, dan sebagainya. Dalam pandangan Einstein keingintahuan adalah sesuatu yang suci!

Mungkin saja kita harus mempertahankan rasa curiosity yang kita alami saat pernah menjadi anak kecil dahulu. Puluhan bahkan ratusan pertanyaan kita ajukan kepada ibu juga bapak di manapun saja. Namun entah mengapa seiring umur bertambah dan sekolah semakin tinggi perilaku yang bagus itu hilang dari dalam perangai keseharian kita?

Dan kini kita mengalami sebuah kegagapan sedemikian rupa, saat muncul satu pertanyaan saja, misalkan, "Kenapa si dia muncul di dalam hidupku yang sekarang sudah tidak muda lagi? Glodak." Dan seharusnya kan mudah saja menjawabnya, namun faktanya susah untuk menjawabnya, karena habit bertanya yang membuat serta merangsang kita untuk berpikir serta menghasilkan sebuah solusi, tak pernah kita lakukan kembali!

Di level para pebisnis dan inovator dunia. Kita akan menemukan para penanya-penanya besar yang pernah ada, hingga menghasilkan sebuah perusahaan yang mempunyai impak bagi orang banyak. Di antaranya adalah: Steve Jobs dengan perusahaan Apple nya, Jeff Bezos dengan buku online Amazon, serta Bill Gates dengan Microsoft nya.

Baca Juga: Menjadi Eksis itu Hukumnya Wajib bagi Anak Republik Ini!

Rasa ingin tahu membuat kita selalu bertanya dan pertanyaan mendorong kita untuk berpikir. Rasa ingin tahu pula membuat kehidupan ini lebih menarik untuk dijalani, membuat hidup menjadi lebih indah, karena selalu ada sesuatu di luar apa-apa yang sudah kita ketahui!

Dan itu yang akan menjamin kita terus berpikir mendayagunakan akal kita, kita terus mencari tahu.

Sebagai penutup tulisan, pertanyaan apa yang Anda ajukan pada pagi hari ini yang merangsang untuk berpikir dan menemukan solusinya, untuk membuat hidup Anda semakin indah? Masak pagi, siang, sore, dan malam melakukan hal-hal yang rutin itu-itu saja.
Tak sempat ajukan minimal satu pertanyaan besar dalam hidup Anda yang sebentar ini.

Gak bahaya ta!!!


AAS, 31 Agustus 2023
Kota pahlawan Surabaya

Editor : Yuris P Hidayat