Ruwat Desa di Lakarsantri, Ferlix Prasetya: Anak Muda Harus Menjunjung Tinggi Adat

Reporter : -
Ruwat Desa di Lakarsantri, Ferlix Prasetya: Anak Muda Harus Menjunjung Tinggi Adat
Ruwat Desa Lakarsantri, Minggu (17/9/2023).

Surabaya, Jatimupdate.id, - Warga di Lakarsantri mengadakan kegiatan Ruwat Desa. Sebuah acara selamatan yang bertujuan agar warga di sana bisa terhindar dari malapetaka atau bencana, Minggu (17/9/2023).

Kegiatan Ruwat Desa ini diisi berbagai macam kegiatan. Seperti doa bersama, tumpengan dan juga kegiatan karawitan budaya. Setelahnya diakhiri bersama dengan ziarah ke makam Mbok Denok.

Baca Juga: Minister Counsellor Thailand Ajak Kadin Surabaya Perkuat Kerjasama Sektor Ekonomi

Di tengah modernnya perumahan Citraland ternyata ada sebuah punden yang dikeramatkan oleh warga sekitar. Dalam punden tersebut terdapat sebuah makam dari Dewi Larasati atau biasa disapa Mbah Denok.

Lokasi tepatnya berada di area RW 04, Kelurahan Lakarsantri, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya. Untuk menuju ke sana bisa dengan cara bertanya kepada satpam setempat.

Mbah Denok ini disebut adalah sosok yang babat alas di kampung Lakarsantri. Dahulunya kampung Lakarsantri ini lebih dikenal dengan sebutan Kalisantri sebelum kemudian secara resmi diganti namanya oleh Pemkot Surabaya.

Ketua RW 04, Kelurahan Lakarsantri, Kecamatan Lakarsantri Eri Sutikno mengatakan jika kegiatan Ruwat Desa atau sedekah bumi merupakan tradisi yang terus dilakukan pihaknya.

"Tujuan kami juga ini merupakan rasa syukur warga atas nikmat yang dilimpahkan Gusti Allah agar menerima dan menyisihkan dari sebagian rezeki yang diberikan itu dari bumi yang berpijak. Ini wujud syukur," ujarnya.

Soal tradisi mendatangi punden Mbok Denok, Eri menjelaskan jika warga memang biasa ke sana jika ada hajatan. Sosok Mbok Denok adalah sesepuh cikal bakal berdirinya kampung Lakarsantri.

"Dan ini langka. Perlu kita tingkatkan buat cagar budaya dan kita renovasi, tempat (punden) kita di tengah lapangan golf Citraland. Se Jatim hanya ada di kita punden atau petilasan di tengah lapangan golf," tegasnya.

Baca Juga: Mulur Mungret!

Sementara itu tokoh muda setempat, Ferlix Prasetya menambahkan sudah seharusnya sebagai anak muda menjunjung adat istiadat.

"Karena ruwat desa ini meruwat tempat yang ada di desa kita. Punden yang mendirikan pertama tempat kita, jadi kita harus sowan dan menghormati semua agar yang tinggal di sini tak ada halangan atau rintangan," ujarnya.

Agar tidak salah penafsiran buat apa punden tersebut. Felix mengungkapkan, punden adalah pendiri pertama kali yang meninggalkan tempat kita. Ia menjelaskan, renovasi Punden Mbah Denok diambilkan swadaya warga, maka kita sedikit banyak membantu keinginan warga mewujudkan pembangunan pendopo tersebut.

"Beharap warga Lakarsantri harus sowan, menghormati dan menghargai supaya tempat yang kita tinggal tidak ada halangan dan rintangan apapun," ungkap dia.

Baca Juga: Tolak RUU Penyiaran, Jurnalis dan Mahasiswa Surabaya Demonstrasi di Depan Gedung DPRD 

Lanjutnya, yang menjadi motifasi Felix Prasetya begitu peduli dengan warga Lakarsantri yakni kita sebagai manusia biasa salama dikasih rejeki Allah SWT kalau bisa saling tolong menolong.

"Jadi kekayaan adalah titipan, siapapun kapan dipanggil sama yang maha kuasa dan kalau ingin selamat selama hidup harus memberikan yang terbaik," pungkasnya.(Hil)



Editor : Yuris P Hidayat