Pembahasan APBD Surabaya 2024 Tuntas 10 November 2023

Reporter : -
Pembahasan APBD Surabaya 2024 Tuntas 10 November 2023
Penyerahan nota keuangan oleh Wali kota Surabaya Eri Cahyadi kepada pimpinan DPRD Surabaya

SURABAYA,JatimUpdate.id - DPRD dan Pemkot Surabaya mulai membahas  Rancangan Angaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) tahun 2024.

Pembahasan ditandai dengan penyerahan nota keuangan oleh Wali kota Surabaya Eri Cahyadi kepada pimpinan DPRD Surabaya, dalam rapat paripurna, pada Selasa (17/10).

Baca Juga: KPK Sebut Surabaya Tertinggi Pengaduan Masyarakat, Imam NasDem: Ironis Bila Terkait Kinerja Pemkot

Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono mengatakan, pembahasan RAPD  dilakukan pada tiap komisi untuk dituntaskan sebelum 10 November 2023.

Kemudian akan disahkan pada 10 November 2023. "Kita akan memakai kostum pejuang, sebagaimana tradisi untuk mengkhidmati Hari Pahlawan," kata Adi saat dihubungi Rabu (18/10).

Adi menjelaskan, penetapan APBD yang dilakukan pada 10 November 2023, supaya ada jeda waktu untuk menata alokasi anggaran. Sekaligus dia memastikan pos-pos alokasi belanja APBD 2024 tidak mengalami perubahan.

Baca Juga: Launching Wisata Kota Lama Suarabaya, Masyarakat Ditinggal atau Diberdayakan? 

Misalnya anggaran pendidikan sebesar 21 persen dan anggaran kesehatan sebesar 21 persen.

"Nilai APBD tahun 2024 direncanakan Rp 10,8 milyar. Sesuai KUA PPAS (Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara) yang sudah disepakati bersama," jelasnya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menambahkan, selain anggaran pendidilan dan kesehatan, APBD tahun 2024 juga menganggarkan untuk penanggulangan kemiskinan, pencegahan kematian ibu dan anak, ditambah Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Baca Juga: Soal Koperasi Pasar Bulak Banteng, Indah: Ada Titik Terang Pengelolaan Lebih Baik 

Eri Cahyadi berharap APBD tahun 2024 bermanfaat bagi warga Surabaya.

"Anggarannya sekitar Rp 3 triliun untuk pengentasan kemiskinan. Berdasarkan data BPS, angka kemiskinan kita yang awalnya 5,7 persen sekarang 4,3 persen," demikian Eri Cahyadi. (roy)

Editor : Ibrahim