Petani menjerit, Harga pupuk naik, imbas perang antara rusia dan Ukraina

oleh : -
Petani menjerit, Harga pupuk naik, imbas perang antara rusia dan Ukraina
wakil ketua Kadin Jatim, Edi Purwanto dalam acara Inagro Talk, Jum’at (20/5) di Aula Lantai 3 Graha KADIN Jatim, Jl. Bukit Darmo Raya 1, Graha Famili Surabaya.

SURABAYA ( Jatimupdate.id ) -Petani menjerit, harga pupuk naik, Imbas perang antara Rusia dengan Ukraina, berbuah sanksi dari negara barat untuk negara beruang merah. Kondisi tersebut berimbas pada naiknya sejumlah harga komoditas yang merangkak naik tidak karuan, seperti pupuk.

Rusia selama ini menjadi salah satu pengekspor utama kalium, amonia, urea, dan nutrisi tanah lainnya yang menjadi bahan dasar membuat pupuk.  Hal tersebut yang kemudian mendongkrak harga pupuk menjadi lebih mahal.

Bahan baku pupuk, yakni kalium klorida (KCL) dari Rusia atau belarusia, demikian di sampaikan wakil ketua Kadin Jatim, Edi Purwanto dalam acara Inagro Talk, Jum’at (20/5) di Aula Lantai 3 Graha KADIN Jatim, Jl. Bukit Darmo Raya 1, Graha Famili Surabaya.

Sementara itu, Vice President Komunikasi Korporat Petrokimia Gresik Awang Djohan Bachtiar mengakui bahan baku yang dibeli dari Rusia atau Belarusia yakni KCl, namun pihaknya tidak ketergantungan atau membeli dari salah satu sumber saja, masih ada Kanada dan Yordania.

Awang mengakui dari beberapa negara pengimpor KCl ke Petrokimia Gresik, Kanada memiliki porsi lebih besar daripada Rusia, Belarusia atau Yordania.

Sementara itu, sesuai rencana tahun 2022 sejumlah bahan baku yang harus diimpor Petrokimia Gresik masing-masing rock phosphate, belerang, KCl dan AlOH3. Sedangkan negara sumber impor untuk bahan baku tersebut masing-masing dari Mesir, Jordania, Maroko, UAE, Qatar, Kuwait, Arab Saudi, Kanada, Jordania, Belarusia, Rusia, Laos serta Turki.

Sumber : ANTARA