Catatan Mas AAS

Bekerja Adalah Wisata Terindah

Reporter : -
Bekerja Adalah Wisata Terindah
Mas AAS

Pagi hadir kembali. Kota pahlawan sudah diguyur hujan. Benar-benar hawane wong sugih iki.

Serangkaian jadwal aktivitas, meski tidak terbiasa ditulis, sudah menghadang di depan!

Baca Juga: Jalmo Limpat Seprapat Tamat!

Kunjungan ke Perusahaan di Pier Pasuruan. Siang nanti dieksekusi. Sebagai tugas meng-create kerjasama antar lembaga dalam program "Merdeka Belajar Kampus Merdeka" biasa dikenal dengan istilah MBKM sebagai bentuk tanggung jawab profesi di kampus.

Semua dalam spirit menyediakan inkubasi bagi mahasiswa, untuk berproses menjadi versi diri terbaiknya dapat diwujudkan.

Karena fungsi pendidik ke depannya juga diharapkan bertransformasi menjadi seorang: inspirator, motivator, bahkan juga mentor. Demikian yang yang disampaikan Prof. Arif Satria Rektor IPB, dalam sebuah kajian diskusi yang penulis ikuti beberapa malam yang lalu, di Surabaya.

Apa artinya? Setidaknya tugas seorang pendidik menjadi semakin banyak juga strategis. Ia menjadi partner abadi bagi anak didiknya, agar si mahasiswa memiliki peluang yang sama meraih masa depan yang gemilang di dalam hidupnya. Setidaknya menjadi lebih baik dari mentor nya, itu harapannya.

Baca Juga: Sekarang Atau Tidak Sama Sekali!

Teringat akan idiom Jawa "Cokro Manggilingan" pada pagi ini. Siklus hidup manusia untuk meraih kualitas hidup yang tentram, baik lahir juga batinnya, harus ditempuh salah satunya dengan makaryo. Bukankah wisata terindah di dalam hidup ini juga didapat dengan bekerja, demikian yang biasa di sampaikan oleh para bijaksana.

Dan semakin terkonfirmasi. Bahwa banyak manusia pada hari ini tepatnya pada pagi ini. Sudah meramaikan semesta dengan sekumpulan aktivitasnya di grup WhatsApp yang penulis hadir dan menjadi member di grup tersebut. Ada yang menulis suatu topik lalu di share di grup, ada juga yang upload sebuah atau beberapa link portal media perihal informasi terkini: berita seputar capres dan Paslon yang menjadi jagoannya.

Karena diam nir aksi, kadang bisa menjadi toksik bagi kehidupan seseorang. Sehingga pada level yang standar, penulis tetap mendukung, adanya diskusi dan sharing informasi serta pengetahuan dalam sebuah grup WhatsApp adalah sesuatu yang penting. Setidaknya membuat pikiran ini tidak mandeg! Setidaknya berpikir apa ini maksudnya bila menemukan meme ataukah informasi yang kurang atau belum dipahami artinya.

Baca Juga: Tidak Semua Baut Akan Cocok Dengan Mur!

Kalau pun toh ada cross atau beda ide, juga beda pendapat. Tidak soal. Karena sebuah obyek yang sudah ada referensi yang robust pun, tetap akan berbeda diartikan dimaknai dalam otak dan persepsi seseorang. "Apa mau disangkal?"

Ide menarik pada pagi ini, untuk sekadar mendokumentasikan kegiatan yang akan dilakukan lewat sebuah pahatan huruf. Penulis maknai juga dalam rangka bekerja menikmati karunia dan berkat hidup dariNya. Lalu kemudian di share di komunitas dunia maya. Karena setiap tulisan pasti ada jodohnya. Spirit itulah yang setidaknya menjadi Bensin Pertamax penulis untuk mengisi dan berkontribusi sesuatu kepada Semesta agar tetap semarak tidak hitam dan putih saja warnanya.


AAS, 17 Januari 2024
Emper Rumah Rungkut Surabaya

Editor : Yuris P Hidayat