Kades Sidomukti Tegur Dua Perempuan Yang Meresahkan Warga

Reporter : -
Kades Sidomukti Tegur Dua Perempuan Yang Meresahkan Warga
Kades Sidomukti Sunardi Hadi bersama dua perempuan yang resahkan warga

Jember- JatimUpdate.id - Kades Sidomukti Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, menegur Dua orang perempuan, yang tingkah lakunya telah meresahkan warga. 

Kedua orang perempuan itu, masing masing bernama Siti Maimunah (27) warga Desa Sebanen, Kecamatan Kalisat, Jember dan Misnayatul Hasanah (33) warga Desa Sumber Wringin, Kecamatan Sukowono, Jember. Selasa (30/01/2024)

Menurut informasi yang diterima media ini, dua perempuan itu masuk dari rumah ke rumah, untuk meminta foto dokumen e-KTP warga, serta mengambil foto diri warga memegang e-KTP. 

Alasan keduanya, e-KTP itu untuk didaftarkan ke aplikasi dompet digital.

Modusnya, dua perempuan itu meminta data warga. Alasannya untuk didaftarkan di aplikasi dana (dompet digital). Kalau sukses didaftarkan itu, warga akan diberi minyak goreng ukuran satu liter. Tapi pendaftarannya itu menggunakan kartu perdana baru apakah itu Axis, XL, atau IM3.

Karena aksinya telah membuat warga resah, Kepala Desa Sidomukti Sunardi Hadi, bertindak mengamankan dua perempuan itu.

Sunardi merasa khawatir, dokumen warga yang diminta, bisa saja disalahgunakan. Setidaknya, sudah ada kurang lebih 250 orang yang diambil datanya. 

"Setiap warga yang mau di foto, mendapat minyak goreng dari dua perempuan ini," kata Sunardi. 

Selanjutnya, setelah mendapatkan informasi dari warga, Sunardi segera menelusuri keberadaan dua perempuan itu. Setelah mendapatkan nomer hpnya, Sunardi membuat janji untuk bertemu. 

Kedua perempuan berhasil ditemui Sunardi, untuk kemudian diminta keterangannya. 

Mengutip keterangan dua orang perempuan itu, Sunardi menjelaskan bahwa, kedua pelaku itu mengaku, dari aksinya mengambil dokumen warga, keduanya mendapatkan keuntungan. 

"Per KTP itu mendapat Rp 35 ribu. Jelas hal ini tidak ada izin dari pemerintah desa, kedua masyarakat saya tidak mengetahui (alasan permintaan dokumen itu). Tahunya hanya mendapat bantuan," ujarnya.

Meski sudah membuat resah warga, namun kedua perempuan itu hanya mendapat teguran, agar tidak mengulang kembali perbuatannya. 

Kegiatan mengumpulkan dokumen milik warga, menurut Sunardi, harus menunjukkan pemberitahuan resmi ke pemerintah desa. 

"Tujuannya apa dan kepentingan apa. Karena dokumen e-KTP ini sangat penting, takut disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Sementara ini tindakan saya hanya teguran kepada kedua perempuan ini," pungkasnya. (G1L)

Editor : Miftakul Rahman