Catatan Mas AAS

Jalmo Limpat Seprapat Tamat!

Reporter : -
Jalmo Limpat Seprapat Tamat!
Mas AAS

Kalah maju lagi, kalah maju lagi, kalah maju lagi. Jatuh bangkit kembali.

Berbicara perihal mental. Tidak didapatkan dari pembelajaran dan latihan hidup dalam satu malam.

Baca Juga: Momentum Itu Diciptakan

Ia semacam sebuah kesadaran. Hasil merenung akan peristiwa kehidupan.

Senyampang kesempatan itu ada: manusia akan berani berbicara kepada diri sendiri. Lalu menarik simpulan dengan jelas dan tegas: Coba lagi. Berdiri lagi. Bangkit lagi!

Kejadian dan peristiwa hidup: membuat manusia akan bertransformasi! Di kemudian hari.

Menjadi versi dirinya yang autentik. Ia telah mampu beyond terhadap kekurangan, dan kelemahan dirinya sendiri.

Lalu semesta dengan caranya. Selalu berada di belakang orang dan manusia yang demikian. Mestakung terjadi!

Ia tidak menyalahkan keadaan. Ia tidak akan menggeser kelemahan pada orang lain, pihak lain. Manusia semacam itu akan masuk ke dalam dirinya: bercengkerama dengan rileks ke dalam dirinya sendiri. Karena hanya dirinya yang bisa menjadi peneman sejati di dalam hidupnya.

Baca Juga: Gandeng Kejaksaan, BPJS Kesehatan Bakal Periksa 100 Badan Usaha Yang Menunggak Iuran JKN

Dunia dengan segala isinya: ia gulung, ia lipat dalam jangkauan pikiran dan visi hidupnya. Ia laksana jalmo limpat seprapat tamat. Memiliki kemampuan dengan seribu cara untuk menyelesaikan berbagai masalah meski kewenangannya terbatas!

Cara pandang yang benar kepada dirinya sendiri. Wajib dimiliki oleh setiap generasi di negeri ini. Pendidikan hanya sebagai salah satu tools untuk mengantarkan manusia memiliki cara pikir dan sudut pandang hidup yang demikian. Sekolah di kehidupan nyata, selanjutnya menjadi semacam penyempurna mata kuliah yang tidak dapat di bangku sekolah formal. Sehingga ia layak menyandang gelar sarjana, magister, doktor, yang sujana: yaitu sarjana yang baik hati, budiman, dan selalu ingin berkorban untuk kebaikan bangsa dan negaranya!

Harus semakin banyak anak negeri memiliki api di dalam jiwanya. Agar memiliki cara pandang yang benar kepada dirinya sendiri. Dan juga kepada negerinya sendiri.

Maka dari itu, tugas besar selalu menanti para pendidik di negeri ini: anak-anak itu perlu ditemani, didorong, dan sedikit diberi petunjuk bagaimana ia meraih semuanya itu.

Baca Juga: Seorang Pemimpin Sejati bukanlah Pencari Konsesus: Ia Pembentuk Konsesus

Lalu biarkan dirinya sendiri yang akan menyelesaikan seluruh aral dan rintangan hidupnya. Karena menu ujian hidup dengan segala materinya. Akan mengantar kan generasi itu menjadi manusia yang kuat, bukan sebaliknya, manusia cengeng: menyerah dengan keadaan hidup yang dialaminya!

Selamat pagi...

 

AAS, 29 Januari 2024
Emper Rumah Rungkut Surabaya

Editor : Nasirudin