Catatan Mas AAS

Dewan Rakyat Bersidang di Warkop Cak Man Rungkut Surabaya: Membuat Maklumat untuk Negeri!

Reporter : -
Dewan Rakyat Bersidang di Warkop Cak Man Rungkut Surabaya: Membuat Maklumat untuk Negeri!
Mas AAS

Warung Kopi Cak Man berubah menjadi ruang sidang Dewan Rakyat! Para bergowo peserta sidang lancar mengurai persoalan dan harapan rakyat.

"Bagaimana tidak lancar, mereka adalah rakyat asli bukan partikelir. Pasti sangat jelas membahas urusannya sendiri!"

Baca Juga: Seorang Pemimpin Sejati bukanlah Pencari Konsesus: Ia Pembentuk Konsesus

Mereka berbicara lantang bahas urusan para pejabat, mulai: Presiden, Gubernur, Bupati, Camat, bahkan Lurah! Mereka bukan para Korea mereka para kaum akar rumput penduduk asli Nusantara! Tidak ada Ketua Partai di sini, yang ada hati nurani, suara mereka yang paling suci!

Mereka bertutur dengan lancarnya. Tentang sebuah landscape sejarah sebuah peradaban negeri dan kronologis sebuah generasi dengan kalimat pembuka awal: "Mbiyen iku ngene...!" Para perantau gaek dari berbagai wilayah di Jawa Timur yang tengah merantau di Bumi Pahlawan Surabaya, mereka berasal dari: Bangkalan, Kediri, Malang, Gresik, Lamongan.

Rapat Dewan Rakyat ini dilakukan secara rutin barjangka waktu harian hampir tiap pagi di Warkop Cak Man.

Untuk menyoal urusan negara, guaya bener. Sembari nyawang kelangenan nya: manuk murai yang nangkring di atas pohon, peliharaan para Bergowo ini di samping warkop nya Cak Man!

Mbah Jalal dari Malang, kang Edi dari Lamongan, sang maestro sidang Mbah Carik bertopi hitam dan berkacamata hitam dari Bangkalan, ia pembeda suasana rapat: "Gak pernah diam barang sedetikpun, ngomong terus dalam rapat rakyat pagi sekarang." Lalu di interupsi Mbah Demang soko Kediri: "Sik meneng o, aku tak gantian ngomong," ujar Mbah Demang yang berambut putih asli Kediri.

Rapat dewan rakyat pagi ini di warkop nya Cak Man. Suasana dan dinamisnya rapat. Mampu kalahkan aksi dan kalahkan aura yang berlangsung di dewan rakyat beneran yang terjadi di negeri ini yang tengah bersidang di Gedung DPR Senayan, saat bahas urusan rakyat.

Topik bahasan rapat, tetap tema Pilpres dan Capres dalam acara rapat di Dewan Rakyat pagi ini. Karena topik ini masih mengandung novelty tertinggi dari obrolan lainnya yang tengah berlangsung di seluruh kawasan dan wilayah di negeri tercinta Indonesia!

Baca Juga: Masjid yang Viral di Surabaya: Karena Melayani Kebutuhan Seluruh Umat

"Apik paslon siji", "Ora, apik yo Prabowo", "Jare sopo sing menang pilpres iku Ganjar Pranowo!" Saling bantah, saling adu, serta saling unjuk data dalam diksi "Jaman mbiyen Iku ngene...!" Alibi layaknya semacam argumen penguat dari para Bergowo yang sudah tidak muda lagi itu, saat berbicara di momen rapat dewan rakyat mendukung calon presiden idolanya. Dan ditemani dengan suasana tertawa, canda ria, di warung kopi Cak Man, sayang ketawanya tidak bisa melengking lagi suaranya, karena wis tuwek! Hanya bikin kemekelen saja saat melihat para Bergowo gaek bersidang!

Cak Man menjadi BOHIR yang piawai memanfaatkan momen di sidang acara rapat dewan rakyat pada pagi ini. Ia bermain dua, tiga, bahkan hingga empat kaki. Sebentar lagi tidak pakai lama, ruang penyimpanan uang di warung kopinya akan penuh rupiah. Harapan terbesarnya kepada para Bergowo yang tengah melakukan rapat adalah: "Sing penting para peserta sidang bayar kopi karo rokok, plus gorengan tahu lan tempe ne. Ojo bon lho ya, glodhak! Ngakak semua para peserta sidang, layaknya menjadi tersangka, termasuk penulisnya juga!"

Lalu apa hasil dari Sidang Dewan Rakyat pada pagi ini. Sepertinya tidak ada hanya sekadar ujaran berupa maklumat saja. Karena para Bergowo. Tetap kekeuh kepada CAPRES yang sudah didukungnya masing-masing.

Sepertinya semakin menguatkan sebuah hipotesis yang tengah viral terjadi di negeri ini. "Bahwa manusia yang paling susah dinasehati di dunia ini ada dua: Pertama para pendukung Capres. Kedua orang yang tengah dimabuk asmara." Asem tenan, benar semua kedua hipotesis tersebut! Bukti empiriknya di persidangan dewan rakyat di warkopnya Cak Man pada pagi ini!

Ya sudah kalau begitu. "Mari kita selesaikan di TPS (Tempat Pemungutan Suara) saja, siapa yang bakalan menang di Pilpres kali ini," tegas Mbah Demang, dengan gayanya yang ngeslow bak Empu Walmiki, penulis Serat Ramayana, upps!

Baca Juga: Hargai Semua yang Anda Miliki

Rapat dewan rakyat selesai. Setelah maklumat ditandatangani bersama oleh para peserta sidang, isi maklumatnya: "Agar pelaksanaan PEMILU RI satu pekan mendatang aman."


Demikian, alhamdulilah 

 

AAS, 8 Februari 2024
Warkop Cak Man Rungkut Surabaya

Editor : Redaksi