Diduga akibat kegagalan target pembangunan jargas kota

Alokasi Subsidi LPG Melonjak, KPPU Dorong Pengembangan Jaringan Gas Kota

Reporter : -
Alokasi Subsidi LPG Melonjak, KPPU Dorong Pengembangan Jaringan Gas Kota
Keterangan Foto: LPG 3 Kg

Jakarta, JatimUPdate.id,- Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terpilih M. Fanshurullah Asa menyoroti kebijakan sektor energi minyak dan gas yang memicu melonjaknya subsidi pemerintah.

M. Fanshurullah Asa dalam keterangan siaran pers, Selasa (6/2/2024), KPPU melakukan pengawasan pengelolaan jaringan gas kota dan penyediaan liquefied petroleum gas (LPG), khususnya kemasan 3 kilogram (3 kg).

Baca Juga: Jelang Ramadan, KPPU Sidak Harga Bahan Pokok di Surabaya

"Ini menjadi fokus, karena inisiatif ini merupakan kebijakan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor terhadap jenis bahan bakar tertentu, yakni minyak tanah. Namun berdasarkan data resmi, target pembangunan jaringan gas (jargas) kota yang ditetapkan pemerintah melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019-2024 sebesar 4 juta sambungan rumah tangga (SR), baru sekitar 800.000 atau 20% yang tercapai," urainya.

Saat ini, kata Fanshurullah, dari target pembangunan sebanyak 633.930 SR jargas di tahun 2024, baru sekitar 300.000 SR yang terbangun. Itu pun hanya untuk pelanggan rumah tangga-2 (RT-2) dan pelanggan kecil-2 (PK-2)," ungkapnya.

Baca Juga: KPPU: Pasar Penyediaan BBM Penerbangan Indonesia Memiliki Struktur monopoli

KPPU akan fokus pada identifikasi hambatan usaha di lapangan yang mengakibatkan terhambatnya pembangunan dan pengembangan jargas kota. Hambatan tersebut diduga berdampak langsung pada meningkatnya konsumsi LPG, khususnya LPG 3 kg.

"Fakta ini didukung data Kementrian ESDM yang menunjukkan pertumbuhan konsumsi LPG 3 kg sebesar 4,5% pada periode 2019-2023, berbanding terbalik dengan konsumsi kemasan 5 kg dan 12 kg yang turun hampir 10% pada periode yang sama. Ini juga tercermin pada melonjaknya alokasi subsidi LPG dalam APBN 2023 yang mencapai Rp117 trilliun," tuturnya menjelaskan.

Baca Juga: Fokus Tiga Faktor Utama Dalam Program 100 Hari Kerja, Ini Penjelasan Ketua KPPU Terpilih

Ia menambahkan, apabila jargas kota bisa berkembang secara layak, konsumsi masyarakat akan beralih dari LPG ke jargas kota, sehingga dapat menghemat anggaran subsidi LPG yang signifikan setiap tahunnya. (NT/Dji).

Editor : Nasirudin