Pimpinan DPRD Surabaya Ajak Waspadai Komprador Politik

Reporter : -
Pimpinan DPRD Surabaya Ajak Waspadai Komprador Politik
AH Thony dokumen JatimUpdate.id

Surabaya,JatimUPdate.id - Pimpinan DPRD Surabaya AH Thony mengajak semua pihak utamanya peserta Pemilu 2024 waspada terhadap ulah komprador politik.

Sebab beber Legislator Partai Gerindra ini, komprador politik menjanjikan bisa memindahkan suara satu caleg ke caleg lain. Bahkan dari suara partai masuk ke caleg yang memesan perolehan suara.

Baca Juga: DPRD Surabaya Bukber Bersama Yatim Piatu 

"Ulah komprador perlu kita waspadai, mereka menjanjikan  bisa memindahkan suara dari satu caleg ke caleg lain, dari suara partai masuk ke caleg yang memesan." kata Thony di ruang kerjanya, Rabu (21/2).

Selain itu sebut Thony, komprador politik juga menjanjikan bisa mengambil suara lintas partai, padahal hal ini tidak mungkin dan tidak patut dilakukan.

Thony memaparkan, korban komprador politik merupakan caleg yang memiliki ambisi menduduki kursi empuk legislatif.

Sehingga urai Thony para caleg itu gampang ditipu, diiming-imingi dengan cara instan.

Baca Juga: Underpass Joyoboyo, Agoeng Prasodjo: Urgensi atau Kepentingan?

"Ini kan satu hal yang tidak mungkin, kalau toh itu dilakukan sangat tidak patut ya, kemudian korbannya adalah para caleg yang memiliki ambisi untuk jadi, karena keinginan yang begitu kuat mereka gampang ditipu, mereka gampang diberikan iming-iming baik dengan cara-cara instan, dengan cara-cara yang sebetulnya tidak patut dilakukan," ungkap Thony.

Thony menjelaskan, bila caleg mempercayai tipu muslihat komprador politik, dari sudut pandangnya logika mereka sudah terjebak dalam proses yang keliru dan mentalitasnya perlu dipertanyakan.

Maka dari itu, dia berharap Pemilu 2024 menjadi pintu pertama menciptakan sistem pemerintahan yang bersih,  berwibawa serta berintegritas

Baca Juga: Imam NasDem: Reklame yang Masih Bandel Digegaji, Potongan Besinya Dilelang

Pun menjadi filter menghasilkan elit politik yang kredibel juga berintegritas.

"Kalau kemudian mereka dari prosesnya saja sudah melakukan dengan cara yang salah maka seperti hipotesis yang selama ini berkembang, Mereka pun ketika jadi tidak melakukan kegiatannya dengan baik," demikian AH Thony.

Editor : Ibrahim