Catatan Mas AAS

Ibu Bumi

Reporter : -
Ibu Bumi
Mas AAS

Sadar bahwa asal muasal raga ini dari tanah. Kembali pun pada suatu ketika juga ke sana. Demikian para tetua dahulu mengajarkan, dan para anak-anak duduk dengan di kudang sambil mendengarkan nyanyian syahdu peneman tidur malam!

Lalu rejane jaman. Kehendak murni menggantang asap mencari sisik melik tentang informasi. Rasa cinta lalu bertemu bertumbuh mencintai bumi, mencintai lingkungan, dan hangrungkebi pun muncul dalam benak.

Baca Juga: Pemilu Yang Kondusif Menjadi Modal Penting Bagi Percepatan Pembangunan di Jatim.

Tak ayal oleh alam para anak yang telah bertransformasi menyadari satu hal besar: aku telah diberi banyak selayaknya aku juga harus memberi banyak. Kepada siapa? Kepada Ibu Bumi, tempat nantinya para cerdik cendekia itu akan kembali.

Malam ini sebagai sebuah penutupan hari yang beberapa menit lagi tiba. Karena pukul 12:01 WIB telah akan berganti hari. Namun, tidak sedikit manusia yang telah mangan bangku sekolah hingga level puncak. Jiwanya selalu gelisah, bagaimana ia harus berbakti untuk alamnya, untuk penghuninya.

Baca Juga: Refleksi Hari Kebangkitan Nasional: 20 Mei 2024!

Apakah masih ada? Setidaknya pendidikan tinggi yang pernah dilakukan oleh anak-anak bangsa itu baik di dalam dan di luar negeri. Akhirnya menyadarkan diri mereka juga, masih banyak yang mesti dilakukan, masih banyak yang mesti diberikan!

Demikian, dan sudah saatnya kedua kaki ini segera beringsut melanjutkan perjalanan ke gubug tercinta di rumah Surabaya. Memberi haknya raga sedikit ngelaras beristirahat.

Baca Juga: Pengalaman Mengajar Hari Ini!

Sekian dan selamat malam semuanya.


AAS, 23 April 2024
Otw Pasuruan-Surabaya

Editor : Nasirudin