Restribusi Naik, Pedagang TOW Menjerit

Reporter : -
Restribusi Naik, Pedagang TOW Menjerit
Agoeng Prasodjo

Jatimupdate.id - Paguyuban Pedagang Terminal Tambak Oso Wilangun (TOW) mengeluhkan sepinya dagangan mereka sejak 2013 lalu. Hal ini diungkapkan saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi C DPRD Kota Surabaya.

Ketua Paguyuban Pedagang Terminal TOW Mulyono mengatakan, hingga saat ini sebanyak 256 bus antar kota provinsi (AKAP) dan antar kota dalam provinsi (AKDP) yang masuk ke Terminal TOW, telah dialihkan ke Terminal Purabaya.

Baca Juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus

“Yang masuk ke terminal (TOW) itu hanya busnya saja, Kosong, penumpangnya diturunkan di luar terminal." kata dia.

Sehingga, tambah Mulyono menyebabkan omset pedagang sepi. Tidak hanya itu, pihaknya juga mengeluhkan kenaikan retribusi hingga 100% dan denda 20% dari retribusi

"Sebelumnya, Rp 90.000, sejak 2020 naik Rp 180.000. Kan gak masuk akal, sehingga menyimpan kekhawatiran sekitar 40 pedagang Terminal TOW." tegasnya.

Baca Juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi

Perihal itu, Sekretaris Komisi C DPRD Surabaya Agoeng Prasodjo mengatakan, hulu permasalahan ada di Perusahaan Organda (PO). Maka legislator F-Golkar ini berharap persoalan ini bisa segera diselesaikan.

"Dalam hearing lanjutan, kami akan memanggil Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur (Jatim) selaku pembuat kebijakan." ungkap Agung.

Ia menekankan Dishub Jatim harus lebih tegas menindak PO yang semena-mena, dan tidak segan mencabut trayek PO yang bersangkutan.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II

“Kalau kewenangan ada di Dishub Jatim, ya kita undang. Kita duduk bareng, memecahkan masalah ini." terang Agoeng

"Kalau nggak jangan diperpanjang trayeknya itu. Jangan seenaknya sendiri,” demikian Agoeng.

Editor : Ibrahim